Kebakaran Hutan di Papua Selatan, Ini yang Perlu Kamu Tahu
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera masih belum padam hingga saat ini. Kebakaran ini tidak hanya menyebabkan kabut asap tebal yang tertiup hingga negara-negara tetangga, tapi juga merenggut nyawa mahkluk hidup akibat mengganggu pernapasan.
Saat ini, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia justru semakin bertambah. Hutan di wilayah Provinsi Papua Selatan ikut terbakar, Beauties. Ini sederet hal yang perlu kamu ketahui.
Lokasi yang Terdampak
Kebakaran hutan terjadi di wilayah Papua Selatan./ Foto: Pexels.com/Zion Smith
Melansir dari CNN Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 10 distrik di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Pada keterangannya hari Minggu (11/10/2026), Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, menjabarkan wilayah tersebut antara lain Kurik, Nokenjere, Sota, Tanah Miring, Eli Kobel, Muting, Subur, Ilwayab, Ngguti, dan Kaptel.
Sementara lokasi kebakaran mencakup Kampung Harapan Makmur, Kampung Kondo, Desa Sota, Desa Sarmayam Indah, Desa Bumun, Desa Set Agung, Kampung Wakai, Kampung Wanam, Kampung Salam Epe, dan Kampung Ihalik.
Selain itu, berdasarkan data sementara yang disampaikan, luas lahan yang terbakar di sembilan lokasi mencapai sekitar 63 hektare, sedangkan satu lokasi, yaitu Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, masih dalam tahap pendataan. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan, Beauties.
Titik Panas Capai 6.703
Update terbaru yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Merauke melalui akun media sosialnya, titik panas (hotspot) di wilayah Papua Selatan Periode 11 Oktober 2026 jam 02.00 - 12 Oktober 2026 pukul 02.00 WIT, mencapai total jumlah 6.703 titik.
Di sisi lain, WALHI menemukan bahwa pada periode Januari-Oktober 2026, terdapat sedikitnya 8.324 titik panas tersebar di seluruh wilayah Papua. Jumlah tersebut mencakup 1.834 titik berada di kawasan Food Estate, 913 di kawasan kebun tebu atau Energy Estate, 1.221 titik berada di konsesi PBPH, dan 560 titik berada di konsesi perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan data tersebut pula, dapat dilihat bahwa sebagian kebakaran terjadi di kawasan yang dialokasikan untuk proyek pangan dan energi nasional di Papua Selatan. Oleh sebab itu, diduga bahwa kebakaran hutan cenderung berkaitan dengan perubahan tata guna lahan, bukan kejadian alam semata. Padahal, hutan di Papua memiliki peran ekologis yang sangat besar, bahkan termasuk sebagai paru-paru dunia.
Bagaimana menurut kamu, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!