Harga BBM dan LPG Naik, Apa sih Dampaknya untuk Anak Muda?

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 20 Apr 2026 13:15 WIB
Harga BBM dan LPG Naik, Apa sih Dampaknya untuk Anak Muda?
Harga BBM dan LPG Naik, Apa sih Dampaknya untuk Anak Muda?/Foto: Freepik/shurkin_son

Beauties, baru-baru ini terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg. 

Dilansir CNBC Indonesia dari situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter. Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter. Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp192 ribu per tabung menjadi Rp228 ribu per tabung atau naik 18,75 persen. Kenaikan harga LPG tersebut yang pertama kalinya sejak 2023, dilansir dari CNN Indonesia. Kenaikan ini berlaku di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Untuk provinsi lainnya juga mengalami penyesuaian harga berdasarkan biaya distribusi menuju wilayah masing-masing.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia, kenaikan harga BBM dan LPG ini merupakan keputusan pemerintah terhadap kondisi pasar global, Beauties. Penyesuaian angka tersebut mengikuti dinamika harga yang terjadi di pasar global.

Lantas, apa, sih, dampak kenaikan BBM dan LPG terhadap kehidupan anak muda? Yuk, simak ulasannya berikut ini agar kamu lebih bijak dalam mengelola keuangan, Beauties!

Apa Dampaknya untuk Anak Muda?

Adanya perubahan harga ini dapat memengaruhi pola pengeluaran, terutama buat anak muda dengan mobilitas tinggi dan gaya hidup dinamis.

Harga BBM dan LPG Naik, Apa sih Dampaknya untuk Anak Muda?/Foto: Freepik/tirachardz

Kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi ini berpotensi berdampak pada kehidupan masyarakat, tak terkecuali kalangan anak muda. Tidak hanya "menyenggol" dompet, tapi juga merembet ke gaya hidup hingga rencana menyusun masa depan.

Pertama, kita harus memahami dulu apa bedanya BBM subsidi dan nonsubsidi. Dilansir dari laman MyPertamina, BBM subsidi adalah BBM yang diberikan subsidi oleh pemerintah menggunakan dana APBN yang dijual dengan lebih murah. BBM subsidi memiliki jumlah yang terbatas sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah dan hanya diperuntukkan untuk konsumen tertentu.

Sementara itu, BBM nonsubsidi adalah jenis bahan bakar minyak yang harganya ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar (harga keekonomian) dan tidak mendapat bantuan dana dari APBN pemerintah. Saat ini, yang mengalami kenaikan adalah BBM nonsubsidi dan tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi.

Pakar ekonomi bidang energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi berpendapat bahwa dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi ini sebenarnya relatif kecil karena konsumsi BBM non-subsidi tidak sebesar BBM subsidi serta tidak digunakan untuk distribusi kebutuhan pokok.

"Pengaruhnya terhadap masyarakat menurut saya tidak signifikan. Karena konsumen BBM non-subsidi jumlahnya tidak sebesar pengguna pertalite dan solar. Selain itu, BBM non-subsidi juga tidak digunakan untuk angkutan kebutuhan pokok,” katanya, dilansir dari laman Antara.

Meskipun kenaikan harga BBM nonsubsidi ini dinilai tidak memberikan dampak signifikan secara luas, bukan berarti efeknya tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, Beauties. Adanya perubahan harga ini dapat memengaruhi pola pengeluaran, terutama buat anak muda dengan mobilitas tinggi dan gaya hidup dinamis.

Gambaran besarnya, kenaikan harga BBM dapat menyebabkan kenaikan biaya transportasi. Buat kamu yang aktif berkegiatan di luar rumah, bepergian dari satu tempat ke tempat lain, ongkos perjalanan berpotensi mengalami penyesuaian karena adanya kenaikan harga bahan bakar.

Di sisi lain, kenaikan LPG juga berdampak pada biaya produksi makanan, sehingga tidak sedikit pelaku usaha yang mungkin akhirnya harus menyesuaikan harga jual. Buat anak muda yang lebih sering makan di luar daripada masak, dampaknya mungkin akan lebih terasa. 

Dalam beberapa kondisi, kenaikan harga ini belum tentu diikuti dengan peningkatan pendapatan. Pada akhirnya, hal ini membuat sebagian orang perlu menyesuaikan pola pengeluaran dan gaya hidup sehari-hari.

Terlebih bagi anak muda yang sangat menghargai self reward setelah menjalani rutinitas sehari-hari, kenaikan ini di sisi lain bisa membuat kita merasa dilema saat ingin menikmati momen memanjakan diri. Keinginan untuk menikmati hal-hal kecil setelah lelah beraktivitas sering kali berbenturan dengan kebutuhan untuk lebih mengontrol pengeluaran.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE