Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi, Sering Ucapkan 5 Kalimat Ini
Empati adalah salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki dalam kehidupan. Empati membantu kita memahami dan merasakan pengalaman orang lain dan menempatkan diri kita di posisi mereka. Tanpa empati, hubungan bisa menjadi transaksional dan hidup menjadi sangat sepi.
Kamu bisa melihat apakah seseorang punya empati tinggi dengan kalimat yang selalu mereka ucapkan sehari-hari, Beauties. Kalimat yang mereka ucapkan ini membuat orang lain merasa nyaman dan didengar.
Lantas, apa saja, sih, kalimat yang sering diucapkan orang dengan empati tinggi? Menurut psikologi, berikut ini kalimat yang sering mereka ucapkan, dirangkum dari Your Tango.
”Mari Kita Lihat dari Berbagai Sisi”
Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi, Sering Ucapkan Kalimat Ini/Foto: Freepik
Kalimat bijak yang hanya diucapkan orang dengan empati tinggi adalah "mari kita lihat dari berbagai sisi". Terkadang, kita merasa begitu yakin dengan pendapat kita sehingga tidak mau mendengarkan sudut pandang lain. Hal ini dihindari oleh orang dengan empati tinggi.
Mereka akan mengatakan, "Mari kita lihat dari berbagai sisi", dan mengajak orang lain untuk memahami berbagai sudut pandang yang ada sebelum membuat keputusan.
Dengan menggunakan kalimat ini, mereka ingin memperluas wawasan dan berpikiran terbuka. Menurut penelitian dari Journal of Clinical and Experimental Neuropsychology, keterbukaan pikiran dan kecerdasan saling terkait, Beauties.
”Apa yang Bisa Aku Lakukan untuk Membantumu?”
Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi, Sering Ucapkan Kalimat Ini/Foto: Freepik
Orang yang benar-benar peduli memiliki empati yang tinggi, salah satu buktinya bisa terlihat dari kalimat yang mereka ucapkan, yaitu "apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?". Kalimat ini bisa memberikan perasaan tenang dan membuat penerimanya merasa tidak sendiri.
Dengan berbagi beban emosional, memberikan dukungan saat dibutuhkan, dan mengakui perjuangan dan rasa sakit orang lain, mereka mampu membuat penerimanya menjadi merasa tidak sendiri, dan, tentu, ini adalah hal yang sangat berpengaruh.
Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Current Opinion in Psychology berpendapat bahwa dukungan emosional dan sosial tidak hanya berdampak pada hubungan, namun juga bisa meningkatkan kesehatan fisik.
”Terima Kasih Telah Bercerita”
Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi, Sering Ucapkan Kalimat Ini/Foto: Freepik
Manusia adalah makhluk sosial, maka sudah sifat manusia untuk mencari koneksi dengan orang lain. Namun, bagi sebagian orang, bukan hal yang mudah untuk menceritakan apa yang sedang ia alami dan rasakan. Bagi sebagian orang, butuh keberanian dan rasa percaya yang tinggi untuk bisa membagikan isi hati.
Orang yang punya empati tinggi akan mengatakan "terima kasih telah bercerita" secara tulus. Penelitian tentang praktik rasa syukur yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa frasa ini berdampak dalam menumbuhkan interaksi sosial yang sehat. Tidak hanya karena kalimat tersebut mendorong emosi positif, tetapi juga karena membantu memecahkan masalah keberlanjutan dalam hubungan dan koneksi.
”Bagaimana Menurutmu?”
Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi, Sering Ucapkan Kalimat Ini/Foto: Freepik
Kalimat yang selalu diucapkan orang dengan empati tinggi adalah, "Bagaimana menurutmu?". Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memirkan diri sendiri, namun, juga memerhatikan kebutuhan orang lain.
Kalimat ini juga membuat orang lain meresa didengarkan dan dihargai, Beauties. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Health Care Management Review, merasa didengarkan dapat membantu mengurangi rasa jenuh dan memungkinkan adaptasi yang lebih baik selama situasi yang penuh ketidakpastian.
”Kamu Tidak Perlu Menjelaskan Apa yang Kamu Lakukan”
Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi, Sering Ucapkan Kalimat Ini/Foto: Pexels/Sam Lion
Sebuah studi dari buku Philosophy and Phenomenological Research berpendapat bahwa emosi dan perasaan sering kali hanya dapat dipahami dalam konteks kondisi mental saat kita merasakannya.
Misalnya, ketika kita sedang merasa marah atau sedih pada saat tertentu, perasaan ini masuk akal dalam situasi tersebut. Namun, saat kita berada dalam kondisi mental yang sudah berbeda, mungkin akan sulit untuk menjelaskannya mengapa kita merasakan emosi tersebut.
Orang yang punya empati tinggi memahami hal ini dan tidak akan mendesak orang lain untuk menjelaskan perilaku dan alasannya melakukan hal tersebut. Jika seseorang membuat keputusan, berkomentar, atau merasakan emosi tertentu, mereka tidak perlu terbebani dengan penjelasan, karena perasaan itu valid dalam situasi tersebut.
Ini adalah salah satu kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang punya empati tinggi. Ini membantu memvalidasi perasaan orang lain dan membuat mereka merasa didengarkan dan tidak sendirian.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!