Cara Menolak Ajakan Bukber Tanpa Rasa Bersalah
Bulan Ramadan identik dengan banyaknya undangan bukber atau buka bersama. Dari teman lama, rekan kerja, hingga grup yang sudah lama tidak aktif, semuanya tiba-tiba terasa hidup kembali. Di satu sisi, bukber memang menyenangkan karena memberi kesempatan untuk bersilaturahmi. Namun di sisi lain, terlalu banyak undangan bisa membuatmu lelah, baik secara fisik, emosional, maupun finansial.
Masalahnya, menolak undangan bukber terkadang menimbulkan rasa bersalah. Kamu takut dianggap tidak peduli, tidak solid, atau bahkan menjaga jarak. Padahal, menjaga energi dan batas pribadi adalah hal yang sehat.
Nah, berikut cara menolak undangan bukber tanpa rasa bersalah, agar kamu tetap bisa menjaga hubungan tanpa mengorbankan diri sendiri.
1. Ucapkan Terima Kasih Terlebih Dahulu
Mengucapkan terima kasih terlebih dahulu, baru menolak / Foto: Freepik.com/Freepik
Cara paling sederhana untuk menolak tanpa terasa dingin adalah dengan memulai dari rasa apresiasi. Mengucapkan terima kasih menunjukkan bahwa kamu menghargai undangan tersebut, sehingga orang yang mengajak tidak merasa diabaikan. Kalimat seperti “terima kasih banyak sudah ingat aku” bisa langsung menciptakan nuansa hangat sebelum kamu menyampaikan alasan tidak bisa hadir.
2. Gunakan Penolakan yang Jujur tapi Sederhana
Berikan penolakan yang jujur. Penjelasan yang singkat dan jujur justru terasa lebih tulus/ Foto: Freepik.com/Freepik
Kamu tidak perlu membuat alasan rumit. Penelitian dalam Communication Research (2018) menunjukkan bahwa komunikasi yang jelas dan singkat lebih mudah diterima daripada penjelasan panjang yang defensif.
Kamu tidak perlu membuat cerita panjang atau alasan dramatis untuk menolak. Penjelasan yang singkat dan jujur justru terasa lebih tulus, misalnya karena jadwal padat, kondisi tubuh sedang lelah, atau sudah punya rencana lain. Orang biasanya bisa menerima penolakan dengan lebih baik ketika alasan disampaikan secara sederhana dan apa adanya.
3. Tawarkan Alternatif yang Lebih Realistis
Tawarkan alternatif lain sebagai bentuk tetap menjaga koneksi./ Foto: Freepik.com / Freepik
Menolak tidak harus memutus koneksi. Jika hubungan dengan orang tersebut cukup dekat, kamu bisa menawarkan alternatif lain sebagai bentuk tetap menjaga koneksi. Misalnya mengajak bertemu di waktu yang lebih tenang atau hanya berdua. Cara ini membuat orang merasa kamu tidak benar-benar menjauh, hanya memilih waktu yang lebih sesuai dengan kondisimu.
4. Gunakan Nada yang Hangat dan Personal
Menolak dengan kata-kata yang lembut dan personal/ Foto: Freepik.com/Freepik
Nada penyampaian sering kali lebih penting daripada isi penolakan itu sendiri. Ketika kamu menolak dengan kata-kata yang lembut dan personal, hubungan tetap terasa dekat. Misalnya dengan menambahkan kalimat seperti “semoga acaranya seru ya” atau “titip salam untuk teman-teman,” sehingga penolakan tidak terasa seperti penolakan hubungan.
5. Lepaskan Pikiran “Harus Menyenangkan Semua Orang”
Kamu tidak bisa memenuhi semua ekspektasi. Menyadarinya mengurangi tekanan internal. / Foto: Freepik.com / Freepik
Sering kali rasa bersalah muncul dari keinginan untuk memenuhi ekspektasi semua pihak. Dikutip dari Personality and Individual Differences (2017), kecenderungan people-pleasing berkaitan dengan kelelahan emosional yang lebih tinggi. Mengingat bahwa kamu tidak bisa hadir di semua tempat membantu mengurangi tekanan internal.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!