Cara Mengurangi Screen Time Anak agar Kesehatan Fisik dan Mental Terjaga
Smartphone, laptop, TV, hingga tablet sering kali jadi alat yang digunakan orang tua untuk membantu anak tetap tenang. Namun paparan layar terlalu sering tentu tidak baik bagi buah hati.
Mengutip laman We Care Pediatrics, dampak negatif terlalu banyak screen time antara lain kesulitan tidur, menurunnya performa di sekolah, mengalami masalah pada emosi, hingga keterlambatan perkembangan sosial. Oleh karena itu, kini orang tua berlomba-lomba untuk mengurangi screen time anak dengan melakukan aktivitas lain.
Mengurangi screen time anak akan berdampak positif pada kesehatan fisik dan mentalnya, Beauties. Mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk bergerak aktif, bermain dengan teman, bereksplorasi, dan masih banyak lagi.
Berapa Jumlah Screen Time Anak yang Dianjurkan?
Jumlah screen time yang dianjurkan pada anak berbeda tergantung dari usianya. Penggunaan perangkat digital bisa disesuaikan oleh orang tua. / Foto: Pexels.com/Antoni Shkraba Production
Perangkat digital memang sulit dihindari sepenuhnya oleh orang tua. Namun, mereka tetap punya kontrol untuk memberikan batasan yang realistis. Masih melansir dari laman yang sama, anak usia 0-2 tahun tidak dianjurkan sama sekali untuk mendapatkan screen time, kecuali dibutuhkan untuk video call bersama keluarga.
Untuk anak usia 2-12 tahun, disarankan screen time tidak lebih dari satu jam per harinya, di luar dari sekolah dan mengerjakan PR. Untuk anak usia di atas 12 tahun, dianjurkan agar screen time dibatasi maksimal 2 jam per hari.
Walau begitu, penggunaan perangkat digital memang bisa disesuaikan lagi oleh orang tua. Jika anak makan dan tidur dengan baik, berinteraksi dengan keluarga dan teman, tetap fokus dalam pendidikan, menghabiskan waktu di luar ruangan, berolahraga, memenuhi tanggung jawabnya, dan secara umum bahagia dan sehat, mungkin tidak masalah jika sang anak memiliki sedikit screen time tambahan.
Cara Mengurangi Screen Time Anak
Cara mengurangi screen time anak. Mulai dari memberikan contoh hingga mengajak anak bermain ke luar rumah./ Foto: Pexels.com/Kindel Media
1. Gunakan Fitur Parental Control
Saat ini perangkat seperti TV dan smartphone dilengkapi fitur parental control di mana orang tua bisa mengatur batasan penggunaan perangkat oleh anak. Bergantung dari perangkat apa yang digunakan, orang tua mungkin dapat membatasi akses ke aplikasi atau fungsi tertentu, serta membatasi jumlah waktu penggunaan setiap hari.
2. Beri Contoh pada Anak
Tidak dipungkiri bahwa anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua dapat memberikan contoh baik dengan tidak melulu menggunakan perangkat teknologi, mulai dari scrolling media sosial, bermain game berlebihan di komputer, dan sebagainya. Tetapkan waktu disconnect untuk berinteraksi dengan keluarga di kehidupan nyata.
3. Lakukan Aktivitas Tanpa Melibatkan Alat Elektronik
Gunakan waktu disconnect tersebut dengan melakukan aktivitas tanpa alat elektronik bersama anak. Mungkin pada saat makan malam bersama atau beberapa jam sebelum tidur.
4. Ajak Jalan-jalan ke Luar Rumah
Cara lain untuk mengurangi screen time anak adalah dengan mengajaknya jalan-jalan. Mungkin orang tua bisa mengajak anak jalan kaki di sekitar rumah, bermain di playground, menjadwalkan playdate dengan teman sebaya, ajak makan di luar, dan sebagainya. Selain meningkatkan suasana hati, menghabiskan waktu di luar rumah bersama akan meningkatkan kesehatan fisik.
5. Pilih Ruang Bebas Ponsel di Rumah
Orang tua juga dapat menentukan area bebas ponsel di rumah. Misalnya di ruang makan dan kamar tidur. Siapa saja, termasuk orang tua, tidak boleh menggunakan smartphone di sana. Begitu pula dengan TV yang sebaiknya tidak diletakkan di dalam kamar tidur karena mereka cenderung akan menonton TV dibandingkan tidur.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!