Banjir Melanda Sejumlah Daerah di Aceh dan Sumatera Utara, Warga Kembali Terdampak!

Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 30 Oct 2026 15:15 WIB
Banjir Melanda Sejumlah Daerah di Aceh dan Sumatera Utara, Warga Kembali Terdampak!
Banjir melanda sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera Utara/Foto: BNPB Aceh

Banjir kembali melanda sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera Utara. BNPB melaporkan ada ribuan warga yang terdampak.

Melansir laman BNPB Aceh, banjir di Aceh terjadi pada Rabu (28/10/2026), sekitar pukul 09.15 WIB. Banjir tersebut terjadi karena hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berlangsung sejak Senin malam hingga Rabu dini hari.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadi peningkatan debit air yang signifikan pada Sungai Lawe Alas, Sungai Lawe Kinga, Sungai Lawe Bulan, dan Sungai Lawe Kisam.

Sementara itu, dikutip dari detikcom, banjir di Sumatera Utara terjadi di Langkat dan Mandailing Natal. Banjir dipicu luapan Sungai Simalagi akibat hujan deras pada Rabu (28/10/2026).

Dampak Bencana Banjir di Aceh

Banjir di Aceh Selatan (dok. BNPB)

Banjir di Aceh Selatan/Foto: BNPB

Berdasarkan laporan sementara, banjir tersebut berdampak pada sejumlah desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bambel, Lawe Bulan, Deleng Pokhkison, Badar, dan Lawe Sumur. 

Wilayah terdampak meliputi: Gampong Kuning I, Pinding, Pancar Iman, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Likat, dan Rikit di Kecamatan Bambel; Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri di Kecamatan Lawe Bulan; Desa Bunga Melur di Kecamatan Deleng Pokhkison; Desa Kumbang Jaya di Kecamatan Badar; serta Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, di Kecamatan Lawe Sumur.

Penanganan sesegera mungkin dibutuhkan di sejumlah titik. Seperti di Desa Kuning I, terjadi penyumbatan aliran sungai di bawah jembatan yang menyebabkan air meluap ke jalan nasional dan menggenangi permukiman warga. Kondisi tersebut juga mengakibatkan kemacetan panjang bagi pengguna jalan.

Sementara itu, tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung dilaporkan jebol. Akibatnya, aliran sungai berpindah ke arah permukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian milik warga. Kerusakan tanggul juga terjadi pada Sungai Lawe Kisam akibat abrasi dan jebolnya tanggul di wilayah Desa Bambel Gabungan serta Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran.

Di Desa Bunga Melur, Kecamatan Deleng Pokhkison, tanggul Sungai Lawe Kisam turut jebol sehingga aliran air mengarah ke permukiman warga di Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri. Selain mengakibatkan genangan di permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Jembatan gantung penghubung Kumbang Jaya–Gulo, yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda, dilaporkan amblas akibat tergerus arus banjir Sungai Lawe Alas.

Berdasarkan data Rabu (28/10), BNPB melaporkan jumlah warga yang terdampak masih dalam proses pendataan. Namun, tidak terdapat laporan pengungsian maupun korban jiwa. Meski demikian, kondisi di lapangan masih perlu diwaspadai karena hujan masih berlangsung, air belum surut, dan sejumlah rumah warga masih tergenang.

Dikutip detikcom, banjir di Aceh pun menyebabkan Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya meluap. Lalu, terjadi di Kota Subulussalam, Aceh yang membuat 1.985 KK terdampak dan 177 rumah terendam.

Dampak Bencana Banjir di Sumatera Utara

Banjir di Langkat (dok. BNPB)

Banjir di Langkat/Foto: BNPB

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan dampak bencana banjir di Sumatera Utara menyebabkan ratusan keluarga di Langkat terdampak.

"Adapun dampak 691 KK di Kabupaten Langkat yang disebut berikut merujuk pada laporan Rabu (28/10)," ujar Berton SP Panjaitan.

Selain itu, dua desa di Mandailing Natal yakni Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot dan Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara pun terdampak.

Banjir juga sempat terjadi di Asahan, tepatnya di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari di Kecamatan Setia Janji sejak Selasa (27/10/2026) dengan ketinggian air 30 hingga 80 cm.

Ada sebanyak 3.610 jiwa yang terdampak dengan rincian 2.910 jiwa terdampak di Desa Sei Silau Tua dan 700 jiwa berada di Desa Bangun Sari.

Terakhir, banjir turut terjadi di Kota Medan dan merendam permukiman warga, salah satunya di Kampung Aur.

BNPB meminta warga waspada dengan bibit siklon tropis 91B yang terbentuk pada Kamis (29/10) pukul 01.00 WIB di Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Pasalnya, bibit siklon tersebut berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara, serta gelombang setinggi 1,25 - 2,5 meter di Selat Malaka bagian utara.

Beauties, tetap jaga kesehatan dan kewaspadaan ya, karena sejumlah daerah sudah mulai memasuki musim hujan!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE