Apa Itu Memory Investing? Pola Pikir Keuangan yang Booming di Kalangan Gen Z

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 04 May 2026 13:15 WIB
Apa Itu Memory Investing? Pola Pikir Keuangan yang Booming di Kalangan Gen Z
Mengenal memory investing, pola pikir keuangan yang booming di kalangan Gen Z/Foto: Freepik.com/jcomp

Di tengah naiknya biaya hidup dan tekanan finansial yang semakin terasa, Gen Z menemukan cara pandang baru soal finansial. Bagi mereka, uang bukan sekadar ditabung atau dihabiskan untuk barang, tapi diinvestasikan dalam pengalaman. Cara pandang ini dikenal sebagai memory investing, sebuah pendekatan keuangan yang menekankan nilai kenangan dibanding kepemilikan fisik.

Secara garis besar, memory investing menjadi refleksi perubahan prioritas generasi muda dalam mengelola keuangan. Fokusnya bukan lagi "punya apa”, melainkan “mengalami apa”. Jadi, apa, sih, sebenarnya memory investing itu, dan kenapa cara pandang ini begitu digandrungi Gen Z? Yuk, kita bahas satu per satu!

Pengertian Memory Investing

Memory investing adalah pola pikir keuangan yang fokus pada pengalaman bermakna dibanding barang, dengan tujuan menciptakan kenangan jangka panjang.
Pengertian memory investing/Foto: Freepik.com/tirachardz

Memory investing adalah konsep yang menekankan penggunaan uang untuk menciptakan pengalaman yang berkesan, alih-alih membeli barang material. Melansir HuffPost, Julie Guntrip, Head of Financial Wellness di Jenius Bank, menjelaskan bahwa memory investing berarti mengalokasikan uang untuk pengalaman yang melekat dalam ingatan, seperti perjalanan atau petualangan bersama keluarga, bukan sekadar membeli barang yang nilainya bisa menurun seiring waktu.

Secara sederhana, memory investing adalah tentang memilih pengalaman yang memberi nilai emosional dibanding kepuasan instan dari barang. Dalam jangka panjang, pengalaman seperti ini cenderung lebih diingat dan memberi dampak positif pada kebahagiaan seseorang.

Manfaat Memory Investing

Manfaat memory investing untuk kebahagiaan dan relasi sosial/Foto: Freepik.com/Freepik

Salah satu manfaat utama memory investing adalah peningkatan kebahagiaan jangka panjang. Berbeda dengan barang yang efek senangnya cepat memudar, pengalaman cenderung meninggalkan kesan mendalam. Misalnya, kenangan liburan atau momen spesial bersama orang terdekat bisa terus diingat bahkan bertahun-tahun kemudian. Inilah yang membuat memory investing terasa lebih worth it secara emosional.

Memory investing juga membantu kita membangun koneksi sosial yang jauh lebih kuat dan bermakna. Pengalaman yang dilakukan bersama orang tersayang menciptakan ikatan emosional yang sulit digantikan oleh pemberian barang fisik. Hal ini juga membentuk identitas diri yang lebih kaya karena pengalaman memberikan kita perspektif baru, keberanian, dan cerita hidup yang unik.

Kekurangan dan Risiko Memory Investing

Meski menarik, memory investing juga punya risiko seperti pengeluaran impulsif dan kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Risiko memory investing dalam pengelolaan keuangan/Foto: Freepik.com/8photo

Memory investing tetap memiliki celah yang harus diwaspadai jika tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang. Kekurangan utamanya adalah risiko terjebak dalam perilaku impulsif dengan dalih mencari pengalaman. Tanpa manajemen keuangan yang ketat, pola pikir ini bisa menjadi bumerang yang justru merusak stabilitas finansial kita di masa depan karena melupakan kebutuhan dasar.

Selain itu, memory investing sering kali bersifat subjektif dan tidak memiliki nilai jual kembali. Inilah kenapa keseimbangan adalah kunci utama. Kurangnya aset fisik atau investasi konvensional bisa membuat kita merasa tidak aman secara finansial ketika menghadapi masa-masa sulit atau masa pensiun nanti.

Cara Memulai Memory Investing

Cara memulai memory investing adalah dengan mengatur anggaran, memilih pengalaman bermakna, dan tetap menjaga keseimbangan finansial.
Cara memulai memory investing/Foto: Freepik.com/Freepik

Langkah awal untuk memulai memory investing tanpa merusak dompet adalah menetapkan anggaran khusus untuk pengalaman. Tidak harus besar, yang penting terencana. Misalnya, menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan untuk kegiatan yang benar-benar memberi nilai emosional, seperti quality time dengan keluarga atau eksplorasi hobi baru.

Selanjutnya, buatlah daftar prioritas pengalaman atau bucket list yang ingin kita wujudkan melalui memory investing ini. Ingat, tidak semua pengalaman harus mahal. Kuncinya adalah mindfulness, di mana kita benar-benar hadir dan menikmati momen tersebut tanpa terganggu oleh distraksi digital. Dengan perencanaan yang matang, kita tetap bisa menabung untuk masa tua sekaligus mengoleksi momen-momen indah yang membuat hidup terasa jauh lebih bermakna.

Uang hanyalah alat dan bagaimana kita menggunakannya akan menentukan seberapa kaya cerita hidup yang kita miliki di masa depan nanti. Yuk, kita mulai berinvestasi pada waktu dan kenangan! Karena bisa jadi, investasi terbaik bukan apa yang terlihat di rekening, tapi apa yang tersimpan dalam ingatan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE