Apa Itu Anxious Attachment Style? Kenali Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya Sebelum Merusak Hubungan!
Apa itu anxious attachment style? Istilah ini mungkin belum terlalu familiar bagi banyak orang. Meski begitu, tanda-tandanya bisa saja pernah kamu alami saat menjalin hubungan dengan seseorang. Â
Misalnya, kamu sering merasa takut ditinggalkan, mudah overthinking, atau terus mencari kepastian dari pasangan. Jika kondisi ini terus berulang, ada baiknya kamu mengenal anxious attachment style lebih jauh.
Memahami kondisi ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat. Yuk, simak penyebab, tanda, dan cara mengatasi anxious attachment style berikut ini!
Apa Itu Anxious Attachment Style?
Ilustrasi seseorang yang merasa cemas dan overthinking dalam hubungan/Foto: Magnific/yanalya
Pernah merasa gelisah hanya karena pasangan belum membalas chat atau telepon tidak diangkat? Atau sering membayangkan hal-hal buruk akan terjadi dalam hubungan, meski sebenarnya tidak ada masalah?
Jika iya, bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan anxious attachment style, yaitu pola keterikatan yang membuat seseorang lebih sensitif dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Akibatnya, mereka lebih mudah merasa cemas, membutuhkan kepastian, dan khawatir akan ditinggalkan.
Pola keterikatan ini umumnya mulai terbentuk sejak masa kecil. Pengalaman bersama orang tua bisa memengaruhi cara seseorang membangun rasa aman dan percaya dalam hubungan saat dewasa.
Penyebab Anxious Attachment Style
Ilustrasi orang tua dan anak yang sedang berinteraksi/Foto: Magnific/freepik
Anxious attachment style tidak muncul begitu saja. Ada pengalaman-pengalaman yang bisa membentuk cara seseorang menjalani hubungan.
Mengutip Cleveland Clinic, psikolog klinis Dr. Kendra Mathys menjelaskan bahwa perhatian yang tidak konsisten dari orang tua bisa membuat anak tumbuh dengan rasa cemas dan tidak aman. Akibatnya, mereka sulit merasa yakin pada hubungan yang sedang dijalaninya.
Selain itu, pengalaman seperti di-ghosting, putus tanpa penjelasan, atau mengalami trauma juga bisa menjadi penyebabnya. Peristiwa tersebut bisa mengubah cara seseorang memandang sebuah hubungan.
Meski penyebabnya berbeda-beda, kondisi ini tetap bisa dipahami dan diatasi. Mengenali apa yang memicu rasa cemas bisa membantu seseorang lebih memahami dirinya.
Tanda Anxious Attachment Style
Ilustrasi seseorang yang merasa cemas dalam hubungan dengan pasangan/Foto: Magnific/freepik
Anxious attachment style sering kali muncul tanpa disadari. Banyak tandanya justru terlihat dari kebiasaan sehari-hari saat menjalani hubungan. Berikut beberapa tanda anxious attachment style yang paling sering dialami.
- Takut Ditinggalkan
Hal seperti chat yang tak kunjung dibalas, ternyata bisa membuat seseorang dengan anxious attachment style merasa takut ditinggalkan. Mereka akhirnya lebih sering mencari kepastian dari pasangan. Kepastian tersebut membuat mereka merasa lebih tenang. - Mudah Overthinking
Orang dengan anxious attachment style cenderung lebih mudah overthinking, misalnya karena pasangan terlihat jadi cuek atau diam. Dari situ, pikiran mulai dipenuhi berbagai dugaan. Padahal, belum tentu semuanya sesuai dengan kenyataan. - Sulit Percaya
Kadang perhatian dari pasangan belum cukup untuk membuat mereka yakin. Selalu ada rasa khawatir kalau hubungannya bisa berubah kapan saja. Perasaan inilah yang membuat mereka lebih sulit percaya. Akibatnya, mereka mudah salah paham dengan pasangan. - Terlalu Mengutamakan Pasangan
Bagi mereka, kebahagiaan pasangan adalah prioritas utama. Selama pasangan merasa senang, mereka rela mengesampingkan apa yang sebenarnya dirasakan. Jika terus berlangsung, mereka bisa lupa memperhatikan diri sendiri. - Sulit Memahami Perasaan Sendiri
Terkadang, mereka tidak tahu apa yang sedang dirasakan. Rasa sedih, cemas, dan kecewa datang bersamaan. Hal ini membuat mereka kesulitan mengungkapkan isi hati kepada pasangan. Tentunya ini bisa memicu kesalahpahaman jika tidak dibicarakan dengan baik.
Cara Mengatasi Anxious Attachment Style
Ilustrasi seseorang belajar memahami emosi dan membangun hubungan yang lebih sehat/Foto: Magnific/freepik
Melansir Verywell Mind, anxious attachment style masih bisa diatasi. Perubahan bisa dimulai dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Prosesnya memang bertahap, tetapi bukan hal yang mustahil, Beauties.
Langkah pertama adalah mengenali pola yang sering muncul dalam hubungan. Dengan begitu, kamu bisa lebih memahami penyebab rasa cemas dan perlahan bisa belajar mengelolanya.
Selain mengenali penyebabnya, cobalah untuk berdamai dengan masa lalu. Cara ini bisa membantu kamu lebih percaya diri dan merasa lebih tenang saat menjalin hubungan dengan seseorang.
Saat rasa cemas datang, jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Cobalah terbuka dengan pasangan tentang apa yang kamu rasakan agar komunikasi tetap terjaga dan tidak menimbulkan salah paham.
Tidak kalah penting, cobalah menjalin hubungan dengan orang yang mampu memberikan rasa aman. Dr. Amir Levine, penulis Attached, menjelaskan bahwa pasangan yang konsisten, responsif, dan bisa diandalkan bisa membantu seseorang dengan anxious attachment style membangun hubungan yang lebih stabil.
Kalau kamu merasa beberapa tanda di atas relate dengan pengalamanmu, jangan khawatir, Beauties. Dengan mengenal anxious attachment style, kamu bisa perlahan belajar mengelola rasa cemas dan menciptakan hubungan yang lebih nyaman.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!