9 Kebiasaan Menjelang Lebaran yang Buruk untuk Keuangan, Bikin Boncos!

Natasha Riyandani | Beautynesia
Minggu, 08 Mar 2026 13:00 WIB
9 Kebiasaan Menjelang Lebaran yang Buruk untuk Keuangan, Bikin Boncos!
Sederet kebiasaan menjelang Lebaran yang buruk untuk keuangan/ Foto: Freepik.com/freepik

Menjelang Lebaran, banyak masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan seperti membeli baju baru, menyiapkan hampers, stok makanan dan kue kering, serta merencanakan mudik atau liburan.

Namun, antusiasme dalam menyambut Lebaran sering kali membuat pengeluaran menjadi tidak terkontrol. Tanpa perencanaan yang matang, pengeluaran tersebut bisa membengkak dan berpengaruh pada kondisi keuangan setelah Lebaran berakhir.

Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai kesalahan finansial saat menjelang Lebaran. Dengan strategi yang tepat, Beauties tetap bisa memenuhi kebutuhan ibadah dan keluarga tanpa bikin kantong boncos.

Berikut ini beberapa kebiasaan menjelang Lebaran yang buruk untuk keuangan agar kamu bisa menghindarinya!

1. Tidak Membuat Perencanaan Keuangan

Ilustrasi membuat perencanaan keuangan/ Foto: Freepik.com/pressfoto

Salah satu kebiasaan yang dianggap “sepele”, namun dapat berakibat fatal adalah tidak membuat perencanaan keuangan sebelum Lebaran. Tanpa perencanaan, pengeluaran berisiko menyebabkan overspending saat menjelang hari raya, serta membuat kondisi keuangan tidak stabil setelah perayaannya usai.

Untuk itu, buatlah rencana keuangan terperinci dengan mencantumkan berbagai jenis pengeluaran. Mulai dari pakaian, makanan, transportasi, hingga THR. Dengan adanya perencanaan keuangan yang jelas, Beauties dapat mengontrol pengeluaran agar tidak melebihi batas.

2. Mencampurkan Gaji dan THR

Ilustrasi menggabungkan gaji dan THR/ Foto: Freepik.com/pvproductions

Sebenarnya, sih, sah-sah saja, mencampurkan gaji bulanan dengan THR. Hanya saja, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi keuanganmu setelah libur panjang Lebaran, apalagi jika tidak ada uang yang tersisa.

Sebaiknya, gaji bulanan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rutin seperti tagihan listrik dan air, membayar cicilan, serta keperluan sehari-hari. Sementara, THR sebaiknya dialokasikan khusus untuk kebutuhan Lebaran seperti membayar zakat fitrah, membeli pakaian/makanan/kue kering, dan biaya transportasi untuk mudik.

Dengan memisahkan keduanya, Beauties bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran dan mencegah pemborosan. Jangan sampai THR yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan Lebaran habis terpakai untuk hal-hal yang tidak penting.

3. Belanja Impulsif

Belanja impulsif/ Foto: Freepik.com/lifeforstock

Kebiasaan belanja impulsif menjelang Lebaran sangat berisiko merusak kesehatan keuangan karena memicu overbudget, menguras tabungan, hingga menciptakan utang konsumtif akibat godaan diskon dan promo besar-besaran.

Tak sedikit orang yang terjebak dalam buaian diskon dan promo, sehingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terbutuhkan. Kebiasaan inilah yang dapat menyebabkan pengeluaran membengkak dan membuat kondisi keuangan menjadi “goyah” setelah Lebaran.

4. Gaya Hidup Konsumtif

Ilustrasi gaya hidup konsumtif/ Foto: Freepik.com/pressfoto

Keinginan tampil serba baru, serta menyajikan makanan berlimpah kepada para tamu seringkali membuat pengeluaran membengkak. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa memperburuk kondisi keuanganmu usai hari raya.

Tanpa harus memaksakan budget, silaturahmi dan kumpul keluarga bisa dilakukan dengan sederhana. Hindari mengikuti tren atau tekanan sosial yang memaksa kamu untuk melakukan pengeluaran berlebihan. Prioritaskan kebutuhan dan sesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak merasa terbebani.

5. Menghabiskan Seluruh Penghasilan

Ilustrasi menghabiskan seluruh penghasilan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Tak bisa dimungkiri, kebutuhan menjelang Lebaran cenderung meningkat sehingga mendorong pengeluaran di luar kendali. Namun, jangan sampai menghabiskan seluruh penghasilan dan THR untuk keperluan konsumtif karena sangat berisiko menyebabkan krisis keuangan pasca-Lebaran.

Selain mengalokasikan THR khusus untuk kebutuhan Lebaran, sisihkan minimal 20% – 30% untuk tabungan, investasi, dan dana darurat yang berguna untuk pengaman finansial di masa depan.

Pastikan kamu memiliki dana darurat, meskipun jumlahnya sedikit, untuk menghadapi pengeluaran tak terduga. Jangan sampai tidak ada “pegangan” sama sekali jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

6. Tidak Memanfaatkan Diskon

Diskon/ Foto: Freepik.com/freepik

Diskon memang dirancang untuk meningkatkan transaksi, namun terjebak euforia diskon Lebaran tanpa perencanaan yang bijak dapat berbahaya bagi keuangan karena pengeluaran bisa meningkat drastis.

Oleh karena itu, manfaatkan diskon dan promo untuk memenuhi kebutuhan yang sudah terencana dalam anggaran, bukan untuk belanja impulsif. Hindari kebiasaan membeli barang lain hanya karena sedang diskon, jika sebenarnya kamu tidak membutuhkannya.

7. Memakai Dana Darurat

Ilustrasi memakai dana darurat/ Foto: Freepik.com.afzar

Ibaratnya, dana darurat adalah benteng terakhir. Menggunakan dana darurat untuk kebutuhan konsumtif menjelang Lebaran atau mudik sangat berisiko merusak kestabilan keuangan.

Selain itu, menggunakan dana darurat sering kali menjadi kebiasaan buruk yang berulang, membuat kamu kesulitan menabung lagi setelah Lebaran usai. Sebaiknya, dana darurat hanya untuk situasi mendesak, bukan belanja impulsif.

8. Menggunakan Kartu Kredit atau Paylater Tanpa Kontrol

Menggunakan kartu kredit/ Foto: Freepik.com/jcomp

Belanja menggunakan kartu kredit atau paylater di e-commerce memang terkesan praktis, tetapi jika digunakan untuk kebutuhan konsumtif dan tanpa perhitungan yang matang, bisa-bisa tagihan di bulan berikutnya membengkak.

Untuk itu, hindari membeli barang konsumtif dengan kartu kredit atau paylater, apalagi jika tidak memiliki dana cadangan untuk melunasinya dengan tepat waktu.

Namun, jika harus menggunakan kartu kredit atau paylater, pastikan sesuai dengan perencanaan dan perhitungan agar tidak mengganggu stabilitas finansial setelah Lebaran.

9. Mengabaikan Utang

Ilustrasi membayar utang/ Foto: Freepik.com/freepik

Selain tindakan zalim, kebiasaan menunda membayar utang hanya akan menambah beban keuangan di kemudian hari. Prioritaskan melunasi cicilan atau utang, baik sebelum atau sesudah Lebaran.

Buatlah rencana pelunasan utang dan disiplin menjalankannya. Jangan sampai utang menjadi beban yang menghambat kebahagiaan saat Lebaran.

Beauties, itulah sembilan kebiasaan menjelang Lebaran yang buruk untuk keuangan. Pastikan selalu membuat perencanaan finansial dengan matang agar terhindar dalam belanja impulsif, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE