8 Tips Membuat Kamar Lebih Nyaman agar Tidur Berkualitas
Beauties sudah mematikan lampu, menarik selimut, dan menaruh kepala di bantal, tetapi mata tetap sulit terpejam? Bisa jadi masalahnya bukan cuma karena kamu belum mengantuk, melainkan karena kondisi kamar belum benar-benar mendukung tubuh untuk beristirahat.
Kamar yang terlalu panas, cahaya yang masih masuk dari luar, suara berisik, udara pengap, hingga barang yang menumpuk ternyata bisa membuat waktu menjelang tidur terasa kurang nyaman. Padahal, kamu tidak perlu langsung membeli banyak perabot baru untuk mengubahnya.
Ada beberapa perubahan sederhana yang bisa dilakukan agar kamar terasa lebih tenang dan nyaman, sekaligus menciptakan suasana yang lebih mendukung tidur berkualitas. Yuk, check this out!
1. Atur Suhu Kamar agar Tetap Sejuk
Ilustrasi penggunaan AC/Freepik: dit26978
Suhu tubuh secara alami mengalami penurunan ketika seseorang mulai mengantuk dan memasuki waktu tidur. Karena itu, lingkungan yang terlalu panas dapat membuat tubuh kurang nyaman dan berpotensi mengganggu proses tidur.
Dilansir dari Sleep Foundation, lingkungan kamar yang terlalu panas dapat membuat seseorang lebih sulit tidur dan meningkatkan kemungkinan terbangun pada malam hari. Gunakan kipas atau AC jika diperlukan, buka jendela untuk membantu sirkulasi udara ketika kondisi memungkinkan, dan pilih pakaian tidur serta selimut yang tidak terlalu tebal. Pastikan kamar tidak sampai terlalu dingin karena kenyamanan tetap menjadi pertimbangan utama.
2. Gunakan Pencahayaan yang Redup dan Minimalkan Cahaya
Ilustrasi tidur dengan lampu remang/Freepik: tirachardz
Cahaya merupakan salah satu sinyal lingkungan yang membantu tubuh menentukan kapan waktunya aktif dan kapan waktunya beristirahat. Paparan cahaya terang pada malam hari, terutama menjelang tidur, dapat mengganggu ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Kamu bisa mematikan lampu utama ketika hendak tidur dan gunakan lampu tidur dengan cahaya redup jika kamu tidak nyaman berada dalam kondisi gelap total. Kamu juga bisa menggunakan tirai yang dapat menghalangi cahaya dari luar, terutama jika kamar berada di area yang banyak terkena lampu jalan.
3. Kurangi Suara yang Mengganggu
Ilustrasi TV menyala di jam tidur/Freepik: DC Studio
Suara kendaraan, televisi, percakapan, atau suara dari lingkungan sekitar dapat membuat seseorang lebih sulit tertidur maupun terbangun di tengah malam. Bahkan, ketika suara tersebut tidak sepenuhnya membangunkan, gangguan suara berulang dapat memengaruhi kualitas tidur.
Lingkungan tidur yang tenang merupakan salah satu bagian dari kebiasaan tidur yang sehat. Oleh karena itu, kamu perlu membuat kamar tidur menjadi tempat yang tenang, gelap, dan nyaman.
Kamu bisa menutup pintu dan jendela jika suara dari luar mengganggu, gunakan penyumbat telinga bila sesuai untukmu, atau manfaatkan white noise dengan volume rendah untuk menyamarkan suara yang tidak beraturan.
4. Pilih Kasur, Sprei, dan Bantal yang Nyaman
Ilustrasi sprei yang nyaman/Freepik: benzoix
Kualitas dan kenyamanan kasur serta bantal dapat memengaruhi kualitas tidur, dan tidak ada satu jenis kasur yang paling cocok untuk semua orang karena preferensi serta kebutuhan tubuh berbeda-beda.
Pilih kasur yang membuat tubuh terasa tersangga dengan baik dan bantal yang menjaga posisi kepala serta leher tetap nyaman. Jika setiap bangun tidur tubuh sering terasa sakit atau kasur sudah mengalami perubahan bentuk, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kondisi tempat tidur.
5. Selalu Rapikan Kamar
Ilustrasi membersihkan kamar/Freepik: rawpixel.com
Tumpukan pakaian, barang berserakan, atau meja yang terlalu penuh mungkin terlihat seperti masalah kecil, tetapi kondisi kamar dapat memengaruhi pengalaman seseorang ketika berada di dalamnya. Kamar yang lebih tertata juga membuat aktivitas sebelum tidur terasa lebih tenang karena tidak ada banyak hal yang harus dibereskan pada saat tubuh sudah lelah.
Tidak perlu melakukan bersih-bersih besar setiap malam. Cukup rapikan tempat tidur, masukkan pakaian kotor ke tempatnya, singkirkan barang dari lantai, dan pastikan area di sekitar tempat tidur tidak penuh dengan benda yang mengganggu.
6. Kurangi Penggunaan Perangkat Elektronik Menjelang Tidur
Ilustrasi menggunakan ponsel sebelum tidur/Freepik: frimufilms
Ponsel sering menjadi benda terakhir yang digunakan sebelum tidur, baik untuk melihat media sosial, menonton video, maupun membalas pesan. Dilansir dari American Academy of Sleep Medicine, penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur dapat mengganggu tidur, sehingga orang dewasa disarankan menghindari penggunaan perangkat elektronik sekitar 30–60 menit sebelum waktu tidur.
Kamu bisa meletakkan ponsel agak jauh dari tempat tidur dan hindari menjadikan kasur sebagai tempat untuk bermain ponsel. Jika membutuhkan alarm, gunakan alarm biasa atau letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau sehingga kamu tidak tergoda untuk terus membuka layar.
7. Batasi Jumlah Barang
Ilustrasi kamar berantakan/freepik: magnific
Kamar tidur yang terlalu penuh dengan barang dapat membuat ruang terasa sempit dan membuat aktivitas membersihkan kamar menjadi lebih merepotkan. Bukan berarti semua barang harus dikeluarkan dari kamar, tetapi barang yang tidak digunakan atau tidak berkaitan dengan aktivitas tidur dapat dikurangi agar ruangan lebih tertata.
Lingkungan yang berantakan juga dapat menjadi sumber gangguan sebelum tidur. Hindari menumpuk pakaian, kardus, barang kerja, atau benda lain di sekitar tempat tidur. Simpan barang yang jarang digunakan di lemari atau tempat penyimpanan dan pertahankan area sekitar kasur tetap sederhana sehingga kamar lebih mudah dirapikan setiap hari.
8. Pilih Cat Warna Netral dan Gorden Tebal
Ilustrasi warna neral dan gorden tebal/freepik: katemangostar
Warna cat tidak secara otomatis membuat seseorang tidur lebih nyenyak, tetapi warna yang lembut atau netral dapat memberikan kesan visual yang lebih tenang dibandingkan warna yang sangat mencolok. Sementara itu, gorden tebal atau blackout memiliki manfaat yang lebih jelas untuk lingkungan tidur karena dapat mengurangi cahaya dari luar.
Cahaya merupakan salah satu faktor utama yang mengatur ritme sirkadian tubuh. Untuk warna kamar, pilih warna lembut seperti putih hangat, krem, beige, abu-abu muda, atau warna pastel jika sesuai dengan selera.
__
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!