7 Tips Membuat CV dan Portofolio Berkualitas untuk Melamar Pekerjaan Baru
Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, CV dan portofolio bukan lagi sekadar formalitas, melainkan pintu awal yang menentukan apakah kamu akan dilirik perekrut atau tidak.
Banyak pelamar sebenarnya punya kemampuan yang baik, tetapi gagal menunjukkan potensi tersebut karena CV terlihat berantakan atau portofolio tidak jelas arahnya. Padahal, CV dan portofolio adalah cara pertama kamu “berbicara” tentang diri sendiri sebelum bertemu langsung dengan perusahaan.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara membuat CV dan portofolio yang tepat agar peluang diterima kerja semakin besar?
1. Gunakan Format ATS
Ilustrasi seleksi CV/Freepik: DC Studio
Banyak perusahaan saat ini menggunakan ATS atau Applicant Tracking System untuk menyaring CV secara otomatis. Karena itu, kamu perlu menggunakan format CV yang sederhana, rapi, dan mudah dibaca mesin. Hindari desain terlalu kreatif seperti kolom berlapis, ikon, grafik, atau font unik karena bisa membuat isi CV tidak terbaca sistem.
Dilansir dari Harvard Business Review, CV terbaik adalah CV yang fokus pada keterbacaan dan struktur logis, bukan tampilan visual berlebihan. CV dengan format sederhana justru memiliki peluang lebih besar untuk lolos tahap seleksi awal karena isinya bisa dibaca secara akurat oleh sistem rekrutmen otomatis.
Selain tampilan, format CV yang ramah ATS juga harus menggunakan judul bagian yang umum dan mudah dikenali sistem, seperti Work Experience, Education, dan Skills. CV juga sebaiknya disimpan dalam format PDF atau DOC yang stabil, karena format ini lebih mudah dipindai dibandingkan CV yang dibuat dari aplikasi desain grafis.
2. Pengalaman Kerja Terbaru di Urutan Paling Atas
Ilustrasi mengoreksi CV/Freepik: DC Studio
Struktur kronologis terbalik adalah format CV yang paling umum digunakan secara global. Artinya, pengalaman kerja terakhir ditulis paling atas, lalu diikuti pengalaman sebelumnya. Hal ini penting karena perekrut biasanya ingin melihat posisi dan tanggung jawab terbaru yang paling relevan dengan lowongan.
Dilansir dari The Muse, melalui struktur ini kamu juga lebih mudah menyesuaikan CV dengan kebutuhan perusahaan. Perekrut tidak perlu menggulir terlalu jauh untuk memahami latar belakang kamu. Perekrut rata-rata hanya meluangkan waktu singkat untuk membaca CV, sehingga informasi terpenting harus langsung terlihat di awal.
3. Sesuaikan Skill dan Pengalaman dengan Deskripsi Pekerjaan yang Dilamar
Ilustrasi bentuk CV yang baik/Freepik: Drazen Zigic
Saat perusahaan membuka lowongan, mereka biasanya menuliskan skill dan kualifikasi yang dibutuhkan secara jelas. Kata-kata inilah yang perlu kamu perhatikan dan sesuaikan dengan isi CV. Jika di lowongan tertulis “konten kreator” atau “data analysis”, gunakan istilah yang sama di CV kamu selama memang sesuai dengan pengalaman yang dimiliki.
Dilansir dari Forbes, kesesuaian kata antara CV dan deskripsi pekerjaan membantu sistem rekrutmen mengenali CV sebagai kandidat yang relevan. Namun, Beauties tetap perlu jujur saat menuliskan skill dan pengalaman. Jangan menambahkan kemampuan yang sebenarnya belum kamu kuasai hanya agar terlihat cocok.
4. Periksa Kesalahan Ketik (Typo)
Ilustrasi berhati-hati saat mengerjakan CV/Freepik: rawpixel.com
Kesalahan ketik masih sering dianggap sepele, padahal bisa menurunkan penilaian perekrut. Typo membuat CV terlihat kurang rapi dan terkesan dibuat terburu-buru. Dilansir dari CareerBuilder, lebih dari separuh perekrut mengaku langsung kehilangan minat pada CV yang mengandung banyak kesalahan penulisan.
Untuk menghindarinya, kamu bisa menggunakan alat bantu pemeriksa teks seperti Grammarly sebelum mengirim CV atau portofolio. Dilansir dari Grammarly, alat ini membantu mendeteksi kesalahan ejaan, tata bahasa, dan kejelasan kalimat, sehingga dokumen lamaran terlihat lebih profesional.
5. Pilih Karya Terbaik untuk Portofolio
Ilustrasi mengerjakan portofolio/Freepik: benzoix
Banyak orang mengira portofolio harus diisi sebanyak mungkin agar terlihat berpengalaman. Padahal, perekrut justru lebih tertarik pada kualitas karya, bukan jumlahnya. Karena itu, kamu sebaiknya memilih beberapa karya yang benar-benar menunjukkan kemampuan terbaik dan sesuai dengan posisi yang kamu incar.
Dilansir dari Forbes, dengan menampilkan karya terbaik, perekrut bisa langsung melihat keahlian utama kamu tanpa harus memilah banyak contoh yang kurang relevan. Portofolio yang ringkas juga membuat perekrut lebih fokus dan tidak cepat lelah saat meninjau lamaran.
6. Berikan Konteks (Studi Kasus)
Ilustrasi membuat portoflio/www.ascentfunding.com
Portofolio yang baik tidak hanya menunjukkan hasil akhir, tetapi juga cerita di baliknya. Perekrut ingin tahu peran kamu dalam proyek, tantangan yang dihadapi, serta cara kamu menyelesaikan masalah. Dilansir dari Nielsen Norman Group, Jakob Nielsen menjelaskan bahwa konteks kerja membantu perekrut menilai cara berpikir dan kemampuan problem solving kandidat.
Dengan studi kasus singkat, kamu bisa menunjukkan kontribusi nyata, bukan sekadar klaim. Hal ini juga membantu membedakan kamu dari kandidat lain yang hanya menampilkan visual tanpa penjelasan. Portofolio seperti ini terasa lebih hidup dan meyakinkan.
7. Terdapat Link ke Karya Nyata
Ilustrasi cek portofolio/ellisartstudios.ca
Jika karya kamu pernah dipublikasikan secara online, sangat disarankan untuk menyertakan tautan langsung. Link memberi bukti autentik bahwa karya tersebut benar-benar nyata dan bisa dicek. Dilansir dari The Muse, kandidat yang menyertakan link karya dinilai lebih transparan dan kredibel oleh perekrut.
Selain itu, link juga memudahkan perekrut melihat konteks publikasi dan dampak karya kamu. Kamu tidak perlu menjelaskan panjang lebar jika bukti nyatanya bisa langsung diakses. Ini menjadi nilai tambah besar dalam proses seleksi kerja modern.
Dengan CV dan portofolio yang rapi, relevan, dan mudah dipahami, kamu bisa menunjukkan kemampuan secara jelas sejak tahap awal rekrutmen. Yuk, mulai perbaiki CV dan portofolio kamu sekarang agar peluang mendapatkan pekerjaan impian semakin terbuka lebar!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!