7 Tipe Pria yang Wajib Dihindari untuk Komitmen Seumur Hidup

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Rabu, 07 Jan 2026 20:00 WIB
7 Tipe Pria yang Wajib Dihindari untuk Komitmen Seumur Hidup
Tipe Pria yang Wajib Dihindari untuk Komitmen Seumur Hidup/Foto: Pexels.com/ Phil Nguyen

Jatuh cinta memang sering membuat logika sedikit mundur ke belakang. Awalnya semua terasa manis, penuh perhatian, dan bikin senyum-senyum sendiri. Tapi seiring waktu, kamu mulai sadar bahwa tidak semua pria layak diperjuangkan.

Beauties, ketika bicara soal komitmen jangka panjang, pastinya kamu ingin memilih pasangan yang bukan hanya hadir saat senang, tapi juga tetap tinggal saat badai datang.  Tapi faktanya, nggak semua pria cocok dijadikan pasangan untuk hubungan seumur hidup. Beberapa dari mereka justru bisa membawa kamu ke hubungan yang melelahkan secara emosional, membuatmu kehilangan jati diri, bahkan merusak masa depan yang sedang kamu bangun.

Nah, agar kamu nggak salah pilih, inilah beberapa tipe pria yang sebaiknya kamu hindari kalau kamu ingin hubungan yang stabil, sehat, dan penuh kedamaian, seperti yang dilansir dari Marriage.

1. Pria Egois

Pria Egois/Foto: Pexels.com/ Chu Cuong

Saat membicarakan komitmen seumur hidup, cinta saja tidak pernah cukup. Perasaan bisa datang dan pergi, tetapi sikap dan karakter seseoranglah yang menentukan apakah sebuah hubungan bisa bertahan dalam jangka panjang.

Salah satu tipe pria yang paling perlu diwaspadai dan sebaiknya dihindari, adalah pria yang egois. Di awal hubungan, sikap egois sering tersamarkan oleh pesona, perhatian sesaat, atau kata-kata manis. Namun, seiring waktu, sifat ini akan muncul semakin jelas dan perlahan menggerus kebahagiaanmu.

Dalam hubungan yang sehat, perbedaan pendapat adalah hal wajar. Namun, dengan pria egois, setiap diskusi berubah menjadi ajang pembuktian siapa yang paling benar. Ia sulit mengalah, enggan meminta maaf, dan sering memutarbalikkan keadaan agar tetap terlihat sebagai pihak yang tidak bersalah. Kamu akhirnya merasa lelah karena harus terus menurunkan egomu sendiri demi menjaga kedamaian.

Pria egois sering kali tidak peka terhadap emosi pasangannya. Ketika kamu lelah, sedih, atau butuh dukungan, ia bisa saja menganggap perasaanmu berlebihan atau tidak penting. Fokusnya lebih pada bagaimana situasi itu memengaruhi dirinya, bukan bagaimana perasaanmu sebagai pasangan. Dalam jangka panjang, ini bisa membuatmu merasa sendirian meski sedang menjalin hubungan.

2. Pria yang Tidak Peduli

Pria yang Tidak Peduli/Foto: Pexels.com/ Minh Tran

Pria yang tidak peduli jarang bertanya tentang harimu, perasaanmu, atau hal-hal kecil yang penting bagimu. Ia hadir secara fisik, tapi tidak secara emosional. Kamu bercerita panjang, dia menanggapi singkat. Kamu butuh didengar, dia sibuk dengan dunianya. Lama-lama, kamu berhenti bercerita, bukan karena tidak ada yang ingin disampaikan, tapi karena lelah merasa tidak diperhatikan.

Alih-alih mencoba memahami, pria yang tidak peduli cenderung mengecilkan perasaan pasangan. Kamu dianggap terlalu sensitif, terlalu drama, atau terlalu banyak menuntut. Padahal yang kamu minta sering kali sederhana, didengar, dipahami, dan dipedulikan. Saat perasaanmu terus-menerus dipatahkan, kepercayaan diri pun ikut terkikis.

Hal yang paling melelahkan dari mencintai pria yang tidak peduli adalah harapan yang tidak kunjung terpenuhi. Kamu berharap ia lebih perhatian, lebih peka, lebih hadir. Tapi yang datang justru keheningan. Hubungan pun berubah menjadi ruang menunggu yang panjang.

3. Pria yang Hanya Mencari Perhatian

Pria yang Hanya Mencari Perhatian/Foto: Pexels.com/ Ngoc Dang

Dalam hubungan yang sehat, perhatian memang penting. Setiap orang ingin merasa diperhatikan, dihargai, dan dianggap berarti. Tapi masalah mulai muncul ketika perhatian bukan lagi bagian dari cinta, melainkan tujuan utama. Salah satu tipe pria yang sebaiknya dihindari untuk komitmen seumur hidup adalah pria yang hanya mencari perhatian. Di awal, dia bisa terlihat menawan, komunikatif, dan penuh pesona. Namun, seiring waktu, kamu akan sadar bahwa yang ia cintai bukan hubungan, melainkan validasi.

Pria tipe ini biasanya merasa hidup ketika menjadi pusat perhatian. Ia senang dipuji, disorot, dan dikagumi, baik oleh pasangan maupun orang lain. Hubungan baginya bukan tentang membangun kedekatan emosional yang stabil, tetapi tentang memastikan egonya terus terisi. Jika kamu berencana menjalin komitmen jangka panjang, karakter seperti ini bisa sangat melelahkan.

Bersama pria pencari perhatian, hubungan sering terasa lebih seperti pertunjukan daripada ruang aman. Ia ingin terlihat sebagai pasangan ideal di depan orang lain, tapi kurang hadir di balik layar. Apa yang tampak manis di luar tidak selalu sejalan dengan kenyamanan yang kamu rasakan di dalam hubungan.

4. Pria yang Tidak Bisa Berkomitmen

Pria yang Tidak Bisa Berkomitmen/Foto: Pexels.com/ HONG SON

Pria yang tidak bisa berkomitmen sering hadir dengan kalimat-kalimat manis dan janji samar. Dia bisa sangat perhatian di awal, membuatmu merasa spesial, lalu menghilang ketika pembicaraan mulai menyentuh masa depan. Hubungan pun berjalan tanpa kepastian, sementara waktu dan perasaanmu terus terkuras.

Mereka sering berkata ingin serius, tetapi sikapnya tidak mencerminkan hal itu. Dia datang dan pergi sesuka hati, tidak konsisten dalam komunikasi, dan sulit diandalkan saat kamu membutuhkan kehadirannya. Kamu akhirnya terus berusaha memahami, sementara dia tetap nyaman berada di posisi yang tidak jelas.

Bagi pria yang belum siap berkomitmen, hubungan serius sering dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan. Ia khawatir kehilangan ruang, pilihan, atau kemungkinan lain. Akibatnya, ia menahan diri untuk melangkah lebih jauh, meski tahu kamu berharap lebih. Hubungan pun terasa berjalan di tempat, tanpa perkembangan nyata.

5. Pria yang Mudah Cemburu

Pria yang Mudah Cemburu/Foto: Pexels.com/ Huynh Van

Rasa cemburu sebenarnya hal yang wajar dalam hubungan. Itu bisa menjadi tanda peduli dan takut kehilangan. Namun, ketika cemburu berubah menjadi berlebihan, posesif, dan mengekang, di situlah masalah besar mulai muncul. Salah satu tipe pria yang sebaiknya benar-benar kamu hindari untuk komitmen seumur hidup adalah pria yang terlalu cemburuan.

Di awal hubungan, sikap cemburu sering kali terasa manis. Dia ingin tahu kamu dengan siapa, ke mana pergi, dan sedang melakukan apa. Kamu mungkin merasa diperhatikan dan dianggap penting. Tapi seiring waktu, perhatian itu perlahan berubah menjadi pengawasan yang melelahkan dan penuh tekanan.

Pria yang cemburuan cenderung sulit percaya, bahkan tanpa alasan yang jelas. Kamu bisa saja hanya membalas chat rekan kerja, tertawa bersama teman lama, atau sekadar aktif di media sosial, lalu dia langsung merasa terancam. Setiap hal kecil bisa dipelintir menjadi kecurigaan, dan kamu pun harus terus menjelaskan hal yang sebenarnya tidak perlu dijelaskan.

6. Pria yang Mengontrol

Pria yang Mengontrol/Foto: Pexels.com/ terence b

Dalam hubungan, perhatian dan kepedulian memang terasa menyenangkan. Namun, ada garis tipis antara perhatian yang tulus dan sikap mengontrol yang perlahan bisa menggerus kebahagiaan. Salah satu tipe pria yang wajib dihindari untuk komitmen seumur hidup adalah pria yang mengontrol. Di awal hubungan, sikap ini sering kali tersamar dengan kata-kata manis.

Sikap mengontrol juga sering terlihat dari keinginannya mengatur keputusan hidupmu. Mulai dari cara berpakaian, pilihan teman, hingga keputusan karier, semuanya seolah harus sesuai dengan standar dan kenyamanannya. Tanpa sadar, kamu mulai meragukan pilihan sendiri dan lebih sering mengalah agar hubungan tetap aman. Padahal, hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang untuk tumbuh, bukan membatasi.

Dalam jangka panjang, hubungan dengan pria yang mengontrol bisa melelahkan secara emosional. Kamu akan hidup dengan rasa takut membuat kesalahan, takut mengecewakan, dan takut menjadi diri sendiri. Kebahagiaanmu perlahan bergantung pada suasana hatinya, bukan pada apa yang benar-benar kamu inginkan.

7. Pria yang Toxic

Pria yang Toxic/Foto: pexels.com/ Trần Long

Tidak semua hubungan berjalan sehat. Salah satu tipe pria yang wajib dihindari untuk komitmen seumur hidup adalah pria yang bersikap toxic. Di awal, kehadirannya mungkin terasa intens dan penuh emosi, tapi seiring waktu justru melelahkan secara mental dan emosional.

Pria yang toxic sering membuat hubungan terasa seperti naik roller coaster. Hari ini ia bisa sangat manis, perhatian, dan membuatmu merasa istimewa, tapi besok ia berubah dingin, menyalahkan, atau merendahkan. Pola ini membuatmu bingung dan terus mempertanyakan apa yang salah dengan dirimu, padahal masalahnya bukan di kamu.

Pria toxic juga sulit bertanggung jawab atas kesalahannya. Setiap konflik selalu berujung pada kamu yang harus mengalah atau meminta maaf, meskipun kamu tidak sepenuhnya salah. Ia jarang mengakui kekeliruannya dan lebih memilih menyalahkan keadaan, masa lalu, atau bahkan kamu sebagai pasangannya.

Dalam hubungan seperti ini, kebahagiaan terasa berat. Kamu mungkin mulai berjalan di atas “kulit telur”, berhati-hati dalam berkata dan bersikap agar tidak memicu konflik. Hubungan yang seharusnya menjadi tempat pulang justru berubah menjadi sumber stres dan kecemasan.

Beauties, memilih pasangan hidup bukan soal siapa yang paling kamu cintai, tapi siapa yang bisa membuatmu merasa aman, dihargai, dan tetap menjadi diri sendiri. Menghindari tipe pria di atas bukan berarti kamu terlalu pemilih, melainkan bentuk kasih sayang pada dirimu sendiri.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE