7 Kesalahan Keuangan yang Sering Dilakukan Gen Z, Hindari Mulai Sekarang!
Gen Z selama ini dikenal sebagai generasi yang tumbuh dan cepat beradaptasi di tengah kemajuan teknologi yang pesat. Namun, di balik itu banyak juga gen Z yang masih berjuang keras dalam mengatur keuangan.
Saat ini gen Z pada umumnya sudah mulai memasuki dunia kerja. Akan tetapi, dengan semakin menariknya konten di media sosial, turut menimbulkan gaya hidup impulsif dan kebiasaan ‘healing’ lewat belanja yang impulsif.
Tidak dapat dipungkiri, mengelola uang di era serba digital seperti sekarang memang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi sekarang transaksi jadi lebih mudah, promo yang terkesan menggiurkan, dan tren paylater, yang akhirnya membuat tak sedikit Gen Z yang terjebak dalam kondisi keuangan yang tidak sehat.
Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui kesalahan apa saja yang sering dilakukan oleh Gen Z, agar tidak menimbulkan kesulitan finansial di masa depan. Berikut penjelasannya, seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Terlalu Ingin Flexing di Media Sosial
Flexing hasil belanjaan hanya demi terlihat keren di media sosial, apalagi untuk barang yang tidak menambah nilai jangka panjang justru bisa menimbulkan stres finansial./ Foto: Freepik.com/stockking
Wajar jika kita ingin mendapatkan validasi, apalagi setelah bekerja keras demi memperoleh uang. Namun, tidak sedikit orang yang ingin mendapatkan validasi diakui sebagai orang yang sukses dengan memamerkan gaya hidup mewah, liburan setiap bulan, atau pamer hasil belanjaan di media sosial.
Padahal kebiasaan flexing hasil belanjaan hanya demi terlihat keren di media sosial, apalagi untuk barang yang tidak menambah nilai jangka panjang justru bisa menimbulkan stres finansial.
Oleh karena itu, saat kamu mendapatkan gaji bulanan, sebaiknya fokus ke tujuan keuangan seperti melakukan investasi, membangun dana darurat, membayar utang, atau untuk tabungan masa depan.
Tidak Membangun Dana Darurat
Tabungan dana darurat bisa jadi andalan saat terjadi pengeluaran yang tidak terduga./ Foto: Freepik.com
Hidup memang penuh dengan ketidakpastian, oleh karena itu penting untuk membangun dana darurat dari sekarang. Tabungan dana darurat bisa jadi andalan saat terjadi pengeluaran yang tidak terduga, misalnya perbaikan motor yang sering digunakan bekerja sehari-hari, membayar biaya pengobatan, dan sebagainya.
Dengan membangun dana darurat, kamu bisa sekaligus mempersiapkan finansial masa depan yang lebih baik. Kamu dapat menyimpan dana darurat di rekening dengan bunga tinggi agar tabungan bisa berkembang.
Terjebak dengan Cicilan Paylater
Paylater jika digunakan dengan tidak bijak bisa menimbulkan tumpukan tagihan cicilan./ Foto: Freepik.com/benzoix
Layanan Buy Now, Pay Later atau Paylater memang menggoda, apalagi biasanya layanan ini tersedia di e-commerce yang memudahkan kita untuk beli barang dengan perasaan membelinya secara lebih murah.
Padahal, layanan paylater seharusnya tidak kamu gunakan untuk barang yang tidak diperlukan, yang mungkin bisa dengan mudah dibeli dengan harga penuh sekaligus. Selain itu, layanan ini juga bisa menimbulkan kebiasaan belanja impulsif yang tidak sehat.
Hal ini karena pembayaran penuh bisa ditunda, kamu jadi merasa lebih mudah belanja lagi dan lagi sehingga kecanduan. Solusinya adalah dengan disiplin menggunakan uang tunai atau debit, dan langsung catat pengeluaran langsung setelah transaksi agar sadar akan dampaknya.
Takut Memulai Investasi
Tidak sedikit Gen Z yang menghindari investasi karena terkesan rumit. Padahal, kamu tidak perlu jadi ahli untuk memulainya./ Foto: Freepik.com/benzoix
Tidak sedikit Gen Z yang menghindari investasi karena terkesan rumit. Padahal, kamu tidak perlu jadi ahli untuk memulainya. Kamu bisa mulai belajar tentang investasi dan mulai dari investasi sederhana seperti reksa dana. Hal ini karena semakin kamu menunda berinvestasi, kekayaan juga semakin tertunda untuk tumbuh.
Jika kamu masih ragu, kamu bisa memilih instrumen investasi yang risikonya rendah dan gunakan “uang dingin” yang telah kamu perhitungkan tidak akan kamu gunakan dalam jangka pendek.
Mengambil Keputusan Keuangan Hanya Berdasarkan Emosi
Ketika memulai investasi, hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi atau keinginan sementara./ Foto: Freepik.com/tirachardz
Ketika memulai investasi, hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi atau keinginan sementara. Biasanya, saat pasar turun, banyak orang yang panik dan akhirnya mengambil keputusan yang salah karena takut rugi.
Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menetapkan fokus jangka panjang dari investasi. Selain itu, kamu juga perlu menggunakan strategi rutin seperti investasi berkala.
Impulsif Menggunakan Banyak Langganan
Memiliki banyak platform langganan yang berbayar diam-diam akan menambah pengeluaranmu./Foto: Freepik.com
Sekarang banyak aplikasi yang menerapkan biaya langganan untuk menggunakannya, contohnya seperti aplikasi mendengar musik, video, atau platform untuk menonton film dan series. Padahal, di saat memasuki dunia kerja seperti sekarang, mungkin kamu sedang sibuk-sibuknya bekerja dan belajar hal baru. Tidak mengherankan jika akhirnya nanti aplikasi-aplikasi yang telah kamu bayar justru jarang dipakai tapi harus dibayar setiap bulan.
Jika kamu tetap mempertahankan berlangganan aplikasi yang tidak kamu gunakan, hal ini justru diam-diam menambah pengeluaranmu.
Menunda Menabung untuk Pensiun
Tidak segera membangun tabungan untuk dana pensiun karena merasa bahwa masa pensiun masih lama./ Foto: Freepik.com/drobotdean
Buat kamu Gen Z yang baru saja masuk ke dunia kerja, mungkin kamu merasa bahwa masa pensiun masih lama. Hal ini mungkin membuatmu jadi malas untuk mempersiapkannya karena merasa masa pensiun masih jauh dari bayangan.
Padahal, masa pensiun yang masih lama datang ini bisa kamu manfaatkan untuk membangun dana pensiun. Semakin cepat kamu memulai menabung uang untuk pensiun, maka akan semakin besar hasilnya, apalagi jika kamu meletakkan dana ini di instrumen investasi dengan bunga rendah dan risiko yang rendah seperti reksa dana.
Itu tadi Beauties, deretan kesalahan keuangan yang sering dilakukan Gen Z. Apakah kamu masih melakukan kesalahan yang sama?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!