7 Ciri Orang yang Terlihat Sangat Ramah tapi Sebenarnya Memiliki Niat Licik Terselubung

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Selasa, 10 Feb 2026 19:30 WIB
7 Ciri Orang yang Terlihat Sangat Ramah tapi Sebenarnya Memiliki Niat Licik Terselubung
Ciri Orang yang Terlihat Sangat Ramah tapi Sebenarnya Memiliki Niat Licik Terselubung/Foto: Freepik.com/pressfoto

Bertemu dengan orang yang ramah, sopan, dan penuh perhatian, pastinya dianggap sebagai anugerah. Orang-orang macam ini bisa bikin nyaman karena membuat kita seolah dimengerti. Meski demikian, Beauties jangan lengah dan langsung membuka diri sepenuhnya karena siapa tahu orang tersebut justru punya rencana licik.

Melansir laman Expert Editor, beberapa orang menggunakan sikap ramah sebagai “topeng” untuk menyembunyikan motif terselubung, seperti manipulasi, kontrol, dan keuntungan pribadi. Di balik senyum dan perhatian yang tampak tulus, ada strategi psikologis yang membuat orang lain tanpa sadar dipengaruhi atau dikendalikan.

Karenanya, agar tidak terjebak dalam permainan mereka, Beauties wajib waspada dan memahami tanda-tandanya. Melansir Bolde, berikut ciri-ciri orang yang terlihat ramah tapi sebenarnya memiliki niat licik terselubung.

1. Terus Memancing  Informasi

Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com
Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com

Ciri-ciri yang satu ini sering kali disalahartikan sebagai bentuk perhatian. Orang-orang dengan niat terselubung biasanya akan terus menanyakan berbagai informasi, bahkan yang sifatnya personal. Mereka menggunakan segala macam cara untuk membuatmu terbuka mengungkapkan sesuatu yang sifatnya pribadi. Kalau informasi penting sudah didapat, mereka akan menggunakannya untuk menjatuhkanmu.

2. Terlalu Ramah dan Cepat Akrab

Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com

Orang licik sering menunjukkan keramahan berlebihan sejak perkenalan pertama. Senyum manis, pujian terus-menerus, atau perhatian ekstra bisa menjadi taktik untuk mencairkan pertahanan dan cepat mendapatkan kepercayaanmu.

Dalam konteks hubungan asmara, mereka tak ragu melakukan love bombing untuk membuatmu merasa benar-benar dicintai. Padahal hal ini bukan karena mereka benar-benar peduli, tetapi karena ingin menguasai situasi.

Dalam hubungan sosial, manipulator cenderung mengembangkan relasi dengan cepat. Tapi biasanya bukan dengan cara positif. Mereka tak sungkan berbagi rahasia pribadi atau intens berkomunikasi dalam waktu singkat. Hal ini sering membuatmu merasa terikat emosional lebih cepat dari yang seharusnya. Pada akhirnya, mereka akan mulai menekan batas pribadi atau membuat kamu merasa “terikat”.

3. Sangat Peduli pada Diri Sendiri

Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com/fabrikasimf

Manipulator umumnya adalah orang-orang yang selalu menjaga penampilan dan berusaha tampil tenang dan karismatik. Hal ini didukung dengan gaya bicara yang selalu terlihat logis dan bijak. Selain itu, dalam percakapan, manipulatif sering kali mengubah fokus kembali ke diri mereka sendiri. Ini bukan sekadar narsisme, tetapi taktik untuk memastikan percakapan tetap menguntungkan bagi mereka.

Beberapa hal yang biasa mereka lakukan adalah sering menggarisbawahi pencapaian pribadi, terus mengungkap nilai positif diri, mengulang cerita, atau menempatkan diri sebagai pusat perhatian yang membutuhkan simpati. Mereka tak pernah mengakui kesalahan dan menganggap semua hal buruk adalah kesalahan orang lain.

4. Menggunakan Guilt Trip dan Permainan Emosi

Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com/drobotdean

Manipulator ulung tahu betul cara membuat orang lain merasa bersalah atau bertanggung jawab atas emosi mereka. Ketika kamu menolak permintaan atau menetapkan batasan, mereka bisa membuatmu merasa bersalah hanya karena bersikap tegas. Ini adalah cara mereka memastikan kamu tetap tunduk pada kebutuhan mereka.

Ke depannya, mereka juga akan melakukan berbagai permainan emosi. Bisa dimulai dengan love bombing di awal, lalu perlahan mereka akan menunjukkan sisi egois. Mereka akan melakukan gaslighting, trauma bonding, dan lain-lain untuk melakukan kontrol. Pada akhirnya kamu akan bingung sendiri dan kehilangan jati diri.

5. Selalu Playing Victim untuk Memancing Empati

Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com/azerbaijan_stocker

Sikap ramah bisa berubah menjadi drama ketika mereka berada di posisi tidak menguntungkan. Mereka akan berperan sebagai korban, seolah-olah segala hal buruk selalu terjadi pada mereka. Dengan begitu, mereka mendapatkan simpati dan dukungan, bahkan ketika mereka sendiri yang memicu masalah.

Mereka bisa saja memutarbalikkan fakta dan ucapan orang lain demi mengamankan posisi. Strategi ini mengalihkan fokus dari perilaku manipulatif mereka dan membuatmu terus memberi perhatian. Selain itu, dalam kondisi tertentu, mereka juga bisa pura-pura polos dan tak tahu apa-apa agar tidak disalahkan.

6. Suka Memuji Berlebihan dan Gampang Setuju (Jika Menguntungkan)

Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com

Sikap ramah mereka juga sering kali disertai pujian. Sejak pertama kali bertemu, mungkin mereka akan dengan mudah setuju dengan semua pendapat dan pemikiranmu. Namun, bukan karena kalian satu frekuensi, ini hanya sekedar lip service.

Sering kali pujian itu langsung diikuti oleh permintaan, atau menjadi alat untuk membuat kamu merasa wajib berbuat sesuatu sebagai balasan. Ini adalah bentuk kontrol halus yang disampaikan lewat kata-kata manis.

Tak hanya dalam kata-kata, bantuan atau perhatian yang mereka kadang tidak sepenuhnya tulus. Kebaikan itu sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu dari kamu, entah itu informasi, simpati, atau dukungan dalam agenda pribadi mereka.

7. Suka Memberi Nasihat tanpa Diminta

Ilustrasi Orang Manipulatif/Foto: Freepik.com/wirestock

Orang licik kerap memberikan saran atau opini yang tampaknya membantu, tetapi sesungguhnya bertujuan mengarahkan keputusanmu sesuai agenda mereka. Memberi nasihat tanpa diminta adalah taktik populer untuk memperkuat pengaruh dan kontrol terhadap pilihan orang lain.

Parahnya lagi, saat memberi nasihat, mereka akan mencitrakan dirinya sebagai sosok hiprokrit, di mana dia mengklaim memahami sesuatu yang dipahami orang lain. Dengan demikian, kamu akan dengan mudah masuk ke dalam perangkapnya.

Demikian beberapa ciri orang yang terlihat sangat ramah tapi sebenarnya memiliki niat licik. Dengan memahami tanda-tanda ini, kamu bisa lebih bijak dalam menilai karakter seseorang dan melindungi dirimu dari hubungan yang merugikan secara emosional atau psikologis. Ingatlah bahwa hubungan sehat ditandai oleh kejujuran, rasa saling menghormati, dan konsistensi antara kata dan tindakan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.