7 Ciri Kepribadian Orang Egois di Tempat Kerja, Pernah Menemuinya?
Lingkungan kerja adalah ruang di mana karakter seseorang terlihat dengan jelas, terutama saat menghadapi tekanan, target, dan interaksi dengan banyak kepentingan. Tidak semua konflik di kantor muncul karena perbedaan pendapat atau beban kerja yang berat.
Dalam banyak kasus, sumber masalah justru datang dari pola kepribadian tertentu yang cenderung egois dan sulit bekerja sama dengan orang lain. Beauties, apa saja ciri kepribadian orang egois di tempat kerja dan tanpa sadar bisa merusak lingkungan kerja? Simak!
1. Haus Validasi
Ilustrasi memberi pujian/Freepik: aleksandarlittlewolf
Haus validasi membuat seseorang selalu ingin terlihat paling berjasa dan paling menonjol di hadapan atasan maupun rekan kerja. Mereka cenderung mengambil pengakuan atas hasil kerja tim dan merasa kecewa ketika apresiasi tidak datang sesuai ekspektasi.
Dilansir dari Psychology Today, kebutuhan validasi berlebihan sering berakar pada rasa tidak aman yang mendalam, sehingga pujian menjadi alat untuk menenangkan ego. Dalam praktiknya, perilaku ini dapat menciptakan ketimpangan emosional di dalam tim. Rekan kerja lain bisa merasa kontribusinya tidak dihargai, sementara individu yang haus validasi justru semakin agresif mencari perhatian.
2. Memprioritaskan Tujuan Pribadi di Atas Tujuan Tim
Ilustrasi egois/Freepik: freepik
Ciri orang egois kerap membuat keputusan berdasarkan keuntungan pribadi, bukan kepentingan bersama. Mereka bisa memilih proyek yang menguntungkan citra diri atau menolak tugas yang tidak memberikan nilai personal. Dilansir dari Harvard Business Review, orang dengan orientasi diri yang tinggi melihat lingkungan kerja sebagai arena kompetisi, bukan kolaborasi.
Akibatnya, kerja tim menjadi timpang dan tujuan bersama sulit tercapai. Sayangnya, organisasi sering kali keliru mempromosikan individu dengan ambisi tinggi tanpa menilai dampaknya terhadap kesehatan tim, padahal perilaku ini berpotensi menurunkan kepercayaan dan kinerja kolektif.
3. Melimpahkan Kesalahan pada Orang Lain
Ilustrasi menyalahkan orang lain/Freepik: freepik
Saat terjadi masalah, orang egois cenderung mencari kambing hitam daripada melakukan evaluasi diri. Perilaku ini membuat mereka tampak defensif dan sulit berkembang.
Dilansir dari The Atlantic, dalam jangka panjang, kebiasaan ini merusak hubungan profesional dan menciptakan budaya saling curiga. Lingkungan kerja yang dipenuhi blame culture membuat karyawan enggan mengambil tanggung jawab dan takut mencoba hal baru.
4. Minim Empati
Ilustrasi minim empati/Freepik: yanalya
Kurangnya empati membuat seseorang tidak peka terhadap kondisi emosional rekan kerja. Mereka jarang menawarkan bantuan kecuali ada imbalan atau keuntungan yang bisa didapat.
Dilansir dari Harvard Business Review, minim empati dapat membuat rekan kerja merasa dimanfaatkan dan tidak dihargai. Kondisi ini meningkatkan risiko kelelahan emosional dan menurunkan loyalitas tim terhadap organisasi.
5. Anti-Kritik, Merasa Paling Benar, dan Sering Menyalahkan
Ilustrasi anti kritik/Freepik: freepik
Orang egois cenderung menolak kritik dan menganggap pendapatnya selalu paling benar. Masukan dari rekan kerja sering dianggap serangan personal. Dilansir dari Stanford News, individu dengan karakter seperti itu sulit menerima perspektif baru karena merasa kemampuan dan pemikirannya sudah final.
Dalam konteks kerja, sikap ini membuat diskusi menjadi buntu dan konflik mudah muncul. Pola pikir kaku ini menghambat pembelajaran dan kolaborasi, sehingga tim kehilangan peluang untuk berkembang secara kolektif.
6. Pelit Informasi
Ilustrasi pelit informasi/Freepik: drobotdean
Menahan informasi penting sering dilakukan agar orang lain tetap bergantung pada dirinya. Orang egois percaya bahwa semakin sedikit orang tahu, semakin besar kontrol yang mereka miliki. Dilansir dari The New York Times, pelit informasi sering muncul dari rasa takut tersaingi.
Sayangnya, perilaku ini justru merugikan organisasi. Alur kerja menjadi terhambat, kesalahan meningkat, dan kolaborasi kehilangan maknanya karena informasi tidak dibagikan secara terbuka.
7. Tidak Menghargai Waktu Orang Lain
Ilustrasi menghargai waktu/Freepik: partystock
Sering terlambat, membatalkan rapat sepihak, atau memberi tugas mendadak adalah bentuk egoisme yang merusak profesionalisme. Ketidakpedulian terhadap waktu mencerminkan rendahnya rasa hormat dan dapat menurunkan kepercayaan, motivasi, serta kesehatan mental rekan kerja dalam jangka panjang.
Beauties, mengenali ciri-ciri ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan berimbang. Dengan kesadaran dan empati, kamu bisa memilih untuk tidak ikut terjebak dalam pola egois dan justru menjadi pribadi profesional yang membawa dampak positif bagi tim.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!