5 Tokoh Pejuang Kemerdekaan yang Diabadikan dalam Mata Uang Rupiah

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 16 Aug 2026 09:00 WIB
5 Tokoh Pejuang Kemerdekaan yang Diabadikan dalam Mata Uang Rupiah
Pahlawan di mata uang rupiah/Foto: Detikcom/Muhammad Ridho

Untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, kita perlu mengenang kembali sosok pejuang kemerdekaan. Tujuannya agar cerita sejarah kemerdekaan tidak tergerus zaman.

Kali ini kita akan flashback pada tokoh kemerdekaan yang diabadikan dalam mata uang rupiah. Namun, tokoh-tokoh ini masih jarang dikenal oleh orang-orang. Padahal, kita sering menggunakan uang dengan gambar mereka untuk bertransaksi.

Berikut ini sejarah singkat pahlawan yang ada di mata uang rupiah. Simak sampai akhir, ya!

1. Frans Kaisiepo

Uang pecahan Rp10 ribu/Foto: Detikcom

Tokoh dari Indonesia Timur ini diabadikan dalam uang kertas pecahan Rp10 ribu emisi 2016 dan 2022. Frans Kaisiepo adalah pahlawan nasional asal Papua berdasarkan SK Presiden No. 077/TK/1993, pada 14 September 1993.

Frans Kaisiepo dikenal sebagai tokoh penting dalam pergerakan anti Belanda, pencetus pergerakan melawan Belanda di Biak pada 1948, gubernur Irian Barat 1964-1973, dan salah satu penanggung jawab Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat).

Ia tercatat menentang rencana Belanda tentang pembentukan Negara Indonesia Timur dalam konferensi Malino di Sulawesi Selatan 1946. Bahkan, ia mengganti nama Netherland Nieuw Guinea dengan nama Irian, yang sekarang Papua.

Belum lagi, Frans menolak diangkat sebagai anggota delegasi Belanda saat Konferensi Meja Bundar. Sampai akhirnya, ia harus diasingkan ke daerah terpencil.

2. G.S.S.J Ratulangi

Uang pecahan Rp20 ribu/Foto: Detikcom

Ingat sosok perwakilan anggota PPKI dari Sulawesi? Yes, dia adalah Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau orang mengenalnya Sam Ratulangi. Kini, wajah Sam Ratulangi sering kita lihat dalam uang pecahan Rp20 ribu seri 2016 dan 2022.

Selain dikenal sebagai anggota PPKI, pria Minahasa ini juga tercatat sebagai ketua Indische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) 1914 dan gubernur Sulawesi era September 1945 - Juni 1949.

Semasa hidup hingga detik ini, Sam Ratulangi terkenal dengan filsafatnya yang sarat makna di zaman sekarang. Filsafat itu “si tou timou tumou tou”, yang artinya manusia baru dapat disebut sebagai manusia jika sudah dapat memanusiakan manusia.

3. Ir. H. Djuanda Kartawijaya

Uang pecahan Rp50 ribu/Foto: Detikcom

Muncul dalam uang pecahan Rp50 ribu sejak emisi 2016, Ir. H. Djuanda Kartawijaya punya andil besar terhadap perairan Indonesia. Ia adalah sosok pencetus Deklarasi Djuanda 1957.

Deklarasi Djuanda menegaskan bahwa laut-laut antar pulau di wilayah Indonesia merupakan bagian dari NKRI. Alhasil, penetapan ini menunjukkan Indonesia menganut prinsip negara kepulauan atau archipelago state.

Selain berjasa dalam mewujudkan kedaulatan bahari, Djuanda tercatat punya banyak peran di politik. Dia menduduki tidak kurang dari 17 jabatan menteri di berbagai kabinet era Ir. Soekarno, termasuk menteri Pekerjaan Umum, Perhubungan, Keuangan, Pertahanan, hingga perdana menteri terakhir Indonesia 1957-1959.

4. Mohammad Hoesni (MH) Thamrin

Uang kertas pecahan Rp2 ribu/Foto: Detikcom

Pria yang wajahnya tersemat di uang pecahan Rp2 ribu ini ternyata erat kaitannya dengan pembangunan kanal Ciliwung. Saat menjabat sebagai anggota Gemeenteraad 1919 (setara DPRD saat ini), MH Thamrin menyoroti timpangnya pembangunan kampung dan kota di Batavia.

Ia mendesak pemerintah Hindia Belanda turun langsung untuk menangani kampung-kampung di Batavia yang selalu becek dan kebanjiran. Alhasil, pemerintah menggelontorkan dana untuk perbaikan jalan di kampung dan membangun kanal Ciliwung.

Setelah berkiprah di DPRD, Thamrin naik kelas ke tingkat nasional. Ia menjadi anggota Volksraad (setara DPR) mewakili pribumi dengan tujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat pemerintahan.

Aksi Thamrin dimulai dengan membentuk fraksi nasional di Volksraad bersama beberapa tokoh nasional dan lantang meminta penggantian istilah nederland indie menjadi Indonesia, tetapi ditolak.

Akibat aksinya itu, Belanda mulai mencurigai dan memata-matai Thamrin. 6 Januari 1941, dia akhirnya ditangkap dengan tuduhan bekerja sama dengan Jepang.

5. I Gusti Ketut Pudja

Uang logam pecahan Rp1000/Foto: Beautynesia/Pratitis N. Kanariyati

Last but not least, I Gusti Ketut Pudja adalah pahlawan Bali yang turut menghiasi uang logam pecahan Rp1000 emisi tahun 2016.

Ketut Pudja tercatat mewakili wilayah Sunda Kecil (sekarang Bali dan Nusa Tenggara) dalam sidang PPKI di Jakarta pada Agustus 1945. Dia menjadi satu-satunya orang Bali yang hadir dalam peristiwa perumusan naskah proklamasi kemerdekaan.

Bersama perwakilan asal Indonesia Timur lainnya, Ketut Pudja mengungkapkan keberatan terhadap isi Piagam Jakarta yang cenderung islamsentris.

Ketut Pudja setelah kemerdekaan tepatnya 22 Agustus 1945 diangkat menjadi gubernur Sunda Kecil dengan tugas menyebar berita kemerdekaan sekaligus mendirikan struktur pemerintahan di Bali, Lombok, Sumbawa, dan Nusa Tenggara.

Itulah sederet pahlawan yang wajahnya menghiasi mata uang rupiah. Siapa di antara Beauties yang baru tahu tentang perjuangan mereka terhadap Tanah Air?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.