5 Tipe Rekan Kerja Toxic yang Bisa Bikin Kamu Stres dan Cara Menghadapinya

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Selasa, 15 Sep 2026 16:30 WIB
5 Tipe Rekan Kerja Toxic yang Bisa Bikin Kamu Stres dan Cara Menghadapinya
Tipe rekan kerja toxic bisa membuat suasana kerja terasa tidak nyaman dan mengganggu produktivitas/Foto: Magnific

Dunia kerja tidak selalu berjalan mulus karena setiap orang memiliki karakter, kebiasaan, dan cara bekerja yang berbeda. Namun, ada beberapa tipe rekan kerja toxic yang perilakunya dapat menguras energi, mengganggu produktivitas, bahkan membuat pekerjaan terasa lebih berat.

Agar tidak terjebak dalam drama atau konflik yang tidak perlu dengan rekan kerja yang toxic ini, penting untuk mengenali perilaku tersebut dan mengetahui cara menghadapi rekan kerja toxic dengan bijak. Yuk, kenali beberapa tipe rekan kerja toxic berikut beserta cara menghadapinya dalam artikel yang dilansir dari Science of People berikut ini!

Rekan Kerja yang Hanya Mengandalkan Orang Lain (Free Rider)

Tipe rekan kerja toxic seperti free rider cenderung mengandalkan anggota tim lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Mereka biasanya memberi kontribusi seminimal mungkin. Kenali cirinya agar pembagian tugas tetap adil dan tanggung jawab setiap anggota lebih jelas.
Tipe rekan kerja toxic seperti free rider cenderung mengandalkan anggota tim lain untuk menyelesaikan pekerjaan/Foto: Magnific

Free Rider merupakan salah satu tipe rekan kerja toxic yang paling sering ditemui. Mereka cenderung memanfaatkan tim yang sudah bekerja dengan baik dengan memberikan kontribusi seminimal mungkin, sedangkan pekerjaan yang terbengkalai akhirnya diambil oleh anggota tim lain.

Karena biasanya mereka tetap ramah dan mudah diajak berkomunikasi, perilaku ini tidak selalu langsung terlihat. Untuk menghadapinya, perhatikan hasil kerja mereka, bicarakan masalah secara langsung, minta pendapat rekan yang dapat dipercaya, dan dokumentasikan pembagian tugas agar setiap anggota tim memiliki tanggung jawab yang jelas.

Rekan Kerja yang Suka Mengatur Meskipun Bukan Atasan (Micromanager)

Tipe rekan kerja toxic dapat dikenali dari kebiasaan merasa paling tahu dalam menyelesaikan pekerjaan orang lain/Foto: Magnific

Rekan kerja tipe micro manager adalah orang yang gemar mengatur dan mengawasi pekerjaan orang lain meskipun tidak memiliki posisi sebagai atasan. Mereka biasanya merasa pendapatnya paling tepat dan tidak ragu memberi tahu orang lain bagaimana seharusnya menyelesaikan pekerjaan, bahkan tanpa pengalaman yang relevan.

Untuk menghadapinya, cobalah meminta mereka menyampaikan setiap permintaan atau perubahan melalui email. Cara ini membantu memperjelas apa saja yang sebenarnya mereka minta dan memberi kamu dokumentasi jika perilaku tersebut terus berlanjut. Jika permintaannya tidak realistis atau sudah melewati batas wewenang, kamu memiliki catatan yang bisa ditunjukkan kepada atasanmu yang sebenarnya.

Rekan Kerja yang Selalu Memaksa Orang Lain untuk Berpikir Positif (Toxic Positive)

Tipe rekan kerja toxic terkadang terlihat dari kebiasaan memaksakan sikap positif dalam berbagai situasi/Foto: Magnific

The Toxic Positive adalah tipe rekan kerja yang selalu berusaha terlihat bahagia dan mengharapkan orang lain melakukan hal yang sama. Mereka sering mendorong orang lain untuk tetap positif, bahkan ketika sedang menghadapi masalah yang nyata. Meskipun biasanya bermaksud baik, sikap seperti ini justru bisa menguras energi dan membuat seseorang merasa emosinya tidak dihargai.

Untuk menghadapinya, ingat bahwa kamu tidak harus selalu bersikap positif dan perasaanmu tetap valid. Jika sedang frustasi atau khawatir, kamu berhak mengungkapkannya. Sampaikan dengan tenang bahwa kamu membutuhkan waktu untuk memproses masalah atau bantuan untuk mencari solusinya, bukan sekadar dorongan untuk melihat sisi positif dari keadaan.

Rekan Kerja yang Selalu Menularkan Energi Negatif (Toxic Negative)

Tipe rekan kerja toxic dapat dikenali dari kebiasaan mengeluh, sulit melihat sisi positif, dan jarang memberikan solusi yang membangun/Foto: Magnific

Toxic Negative adalah rekan kerja yang cenderung melihat segala sesuatu dari sisi negatif dan terus-menerus mengeluhkan berbagai hal, mulai dari cuaca hingga beban kerja. Sikap tersebut dapat menular dan membuat suasana kerja menjadi lebih buruk, bahkan membuat masalah kecil terasa lebih serius. Kamu bisa mengenali tipe rekan kerja yang toxic ini dari kebiasaannya yang selalu mengeluh, sulit melihat sisi positif dari sebuah solusi, jarang memberikan saran yang membangun, serta membuatmu ikut merasa lelah atau lebih sinis setelah terlalu sering berinteraksi dengannya.

Untuk menghadapinya, hindari terlalu larut dalam keluhan mereka. Cukup akui rasa frustasinya secara singkat, kemudian alihkan pembicaraan atau kembali ke pekerjaanmu. Dengan begitu, kamu tidak ikut memperkuat kebiasaan negatif tersebut.

Rekan Kerja yang Tidak Tahu Kapan Harus Berhenti Mengobrol (Endless Conversationalist)

Tipe rekan kerja toxic dapat terlihat dari kebiasaan mengobrol tanpa mengenali batas waktu/Foto: Magnific

The Endless Conversationalist adalah rekan kerja yang senang mengobrol dan sering kali tidak menyadari kapan percakapan perlu dihentikan. Mereka biasanya tidak berniat mengganggu, tetapi kurang peka terhadap batasan sosial dan waktu, sehingga kerap mengajak bicara saat kamu sedang fokus bekerja.

Jika pertanyaan sederhana mulai berubah menjadi obrolan panjang atau mereka terus mengikutimu untuk melanjutkan percakapan, cobalah menjaga interaksi tetap singkat. Sampaikan dengan sopan bahwa kamu sedang mengejar deadline atau perlu kembali mengerjakan tugas, lalu akhiri percakapan dengan tegas tetapi tetap ramah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.