5 Rekomendasi Novel Bertema Distopia yang Ceritanya Bikin Kepo

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Minggu, 25 Oct 2026 14:00 WIB
5 Rekomendasi Novel Bertema Distopia yang Ceritanya Bikin Kepo
5 Rekomendasi Novel Bertema Distopia yang Ceritanya Bikin Kepo/Foto: instagram.com/nebookreview

Bookworm merapat! Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan tema cerita distopia yang penuh ketegangan, konflik, dan perjuangan melawan ketidakadilan

Distopia sendiri merupakan gambaran dunia fiksi yang jauh dari kata ideal, Beauties. Kondisi ini biasanya ditandai dengan ketimpangan sosial, kebebasan yang dibatasi, hingga kekuasaan pemerintah yang sewenang-wenang. Sebaliknya, utopia menggambarkan dunia ideal yang sempurna, tempat masyarakat hidup sejahtera, damai, dan menikmati kehidupan yang diimpikan.

Nah, buat kamu yang ingin membaca kisah distopia, yuk, intip rekomendasi bukunya berikut ini!

Saha Mansion - Cho Nam-Joo 

Saha Mansion, novel tentang distopia
Saha Mansion/Foto: shopee.co.id/terrabookstore

Novel karya Cho Nam-Joo ini cocok buat kamu yang suka cerita distopia dengan misteri dan kritik sosial. Saha Mansion mengajak pembaca mengenal Town, sebuah kota-negara yang memisahkan masyarakat berdasarkan status sosial dan hak tinggal mereka.

Di sana, penduduk terbagi menjadi kelas L yang berstatus sebagai warga resmi dan L2 yang hanya memiliki izin tinggal sementara. Di luar sistem tersebut, ada kelompok Saha yang nggak diakui oleh negara. Mereka terdiri atas imigran ilegal, penyandang disabilitas, hingga korban kekerasan yang hidup dalam kemiskinan di Saha Mansion.

Kehidupan di Saha Mansion semakin menarik sekaligus mencekam ketika berbagai kejadian misterius mulai terungkap. Mulai dari orang-orang yang menghilang tanpa jejak, tembok Town yang nggak bisa ditembus, hingga identitas tujuh menteri tanpa wajah yang memimpin kota tersebut.

The Handmaid’s Tale - Margaret Atwood

The Handmaid’s Tale mengisahkan kehidupan di Republik Gilead/Foto: periplus.com

The Handmaid’s Tale mengisahkan kehidupan di Republik Gilead, sebuah negara yang menerapkan pemerintahan otoriter dengan aturan agama yang ketat. Akibat menurunnya angka kelahiran, perempuan yang masih subur dipaksa menjalankan peran sebagai Handmaid, yaitu melahirkan anak untuk keluarga elite yang berkuasa.

Cerita berfokus pada Offred, seorang perempuan yang harus menjalani kehidupan di bawah aturan tersebut. Kebebasannya dibatasi, sementara hak atas tubuh dan identitasnya dirampas oleh sistem yang mengendalikan hampir seluruh aspek kehidupannya.

1984 - George Orwell

Cerita distopia yang mengangkat pemerintahan totaliter dan hilangnya kebebasan individu/Foto: periplus.com

Kalau kamu tertarik dengan cerita distopia yang mengangkat pemerintahan totaliter dan hilangnya kebebasan individu, 1984 karya George Orwell wajib masuk daftar bacaanmu. Novel klasik ini menggambarkan dunia yang dikuasai negara-negara yang terus berperang, dengan pemerintah yang mengendalikan hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Ceritanya berpusat pada Winston Smith, seorang pria yang hidup di bawah pengawasan Partai yang dipimpin oleh sosok misterius disebut Big Brother. Bukan hanya aktivitas sehari-hari yang diawasi, informasi dan sejarah pun dimanipulasi untuk mempertahankan kekuasaan.

Di dunia 1984, masyarakat nggak memiliki kebebasan untuk berpikir dan menyampaikan pendapat sesuka hati. Bahkan, Thought Police atau polisi pikiran bertugas mengawasi orang-orang yang dianggap memiliki pemikiran bertentangan dengan ideologi pemerintah. Winston pun mulai mempertanyakan sistem tersebut dan terlibat dalam hubungan terlarang yang bisa membahayakan keselamatannya.

Fahrenheit 451 - Ray Bradbury

Fahrenheit 451, novel distopia karya Ray Bradbury yang pertama kali terbit pada 1953/Foto: periplus.com

Apa jadinya kalau hidup di dunia tempat buku dianggap sebagai barang terlarang dan siapa pun yang menyimpannya bisa mendapat hukuman? Gambaran inilah yang diangkat dalam Fahrenheit 451, novel distopia karya Ray Bradbury yang pertama kali terbit pada 1953.

Ceritanya mengikuti Guy Montag, seorang petugas pemadam kebakaran yang justru bertugas membakar buku beserta rumah tempat buku-buku tersebut disembunyikan. Awalnya, Montag menjalankan pekerjaannya tanpa mempertanyakan aturan yang berlaku. Ia juga menjalani kehidupan yang monoton bersama istrinya, Mildred, yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar televisi.

Kehidupan Montag mulai berubah setelah bertemu Clarisse, tetangga muda yang memiliki cara pandang berbeda terhadap dunia. Melalui percakapan mereka, Montag mulai mengenal kehidupan di luar aturan yang selama ini ia patuhi. Ia pun perlahan mempertanyakan alasan buku harus dimusnahkan dan mengapa masyarakat dilarang mengakses pemikiran yang berbeda.

Selain membahas pelarangan buku, Fahrenheit 451 juga menggambarkan masyarakat yang kehilangan kebiasaan berpikir kritis karena terlalu larut dalam hiburan dan informasi dangkal. Pemerintah mempertahankan keadaan tersebut dengan membatasi akses terhadap pengetahuan dan gagasan yang berpotensi mendorong masyarakat untuk mempertanyakan sistem.

The Memory Police - Yoko Ogawa

The Memory Police mengisahkan kehidupan penduduk sebuah pulau tanpa nama yang berada di bawah kendali rezim otoriter/Foto: periplus.com

The Memory Police mengisahkan kehidupan penduduk sebuah pulau tanpa nama yang berada di bawah kendali rezim otoriter. Perlahan penduduk di pulau tersebut kehilangan ingatan tentang berbagai benda, mulai dari topi, pita, hingga bunga mawar. 

Bahkan, sebagian besar penduduk nggak menyadari kehilangan tersebut, tapi beberapa orang masih mampu mengingatnya dan menjadi target Polisi Kenangan yang bertugas memastikan semua hal yang menghilang tetap terlupakan.

Konflik bermula ketika seorang novelis muda mengetahui bahwa editornya terancam ditangkap karena masih memiliki ingatan tersebut. Ia pun berusaha menyembunyikan sang editor di rumahnya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE