5 Kepribadian yang Lebih Rentan Menunda Pekerjaan, Ini Penjelasan Psikologinya!

Tria Oktyana | Beautynesia
Minggu, 16 Aug 2026 09:30 WIB
5 Kepribadian yang Lebih Rentan Menunda Pekerjaan, Ini Penjelasan Psikologinya!
Menunda pekerjaan tidak selalu berarti malas. Kenali lima karakter kepribadian yang lebih rentan mengalami prokrastinasi berdasarkan penelitian psikologi dan pendapat para ahli/Foto: Magnific/garetsvisual

Beauties, pernah kamu berniat menyelesaikan suatu pekerjaan, tetapi berakhir dengan scrolling media sosial? Tenang, kamu tidak sendirian. Hampir semua orang pernah mengalami hal ini lho. Menariknya, kebiasaan menunda pekerjaan atau procrastination ternyata tidak selalu berkaitan dengan rasa malas.

Psikologi modern menjelaskan bahwa prokrastinasi bukan sekadar persoalan disiplin atau manajemen waktu. Dalam ulasan ilmiah yang diterbitkan di Social and Personality Psychology Compass, Profesor Timothy A. Pychyl dan Profesor Fuschia M. Sirois menjelaskan bahwa prokrastinasi lebih sering menjadi cara seseorang untuk menghindari emosi yang tidak menyenangkan, seperti rasa cemas, takut gagal, atau kewalahan. Dengan kata lain, yang sedang dicari bukanlah waktu luang, namun rasa nyaman untuk sesaat. Sayangnya, kenyamanan ini hanya bersifat sementara dan pekerjaan harus tetap dilakukan. 

Perfeksionis yang Terlalu Takut Membuat Kesalahan

Perfeksionisme dapat membuat seseorang menunda pekerjaan karena takut hasilnya tidak sesuai dengan standar yang diinginkan/Foto: Magnific/partstock

Banyak orang menganggap perfeksionis sebagai sosok yang selalu produktif dan terorganisir. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian lho, Beauties. Ada kalanya seorang perfeksionis perlu menghabiskan waktu berhari-hari untuk memikirkan bagaimana menghasilkan pekerjaan yang "sempurna". Hal ini menyebabkan pekerjaan yang harus dikerjakan jadi tertunda karena merasa ide belum cukup matang atau hasilnya belum memuaskan.

Hubungan antara perfeksionisme dan prokrastinasi juga ditemukan dalam meta-analisis yang dipublikasikan di European Journal of Personality. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa orang dengan perfectionistic concerns lebih rentan mengalami prokrastinasi. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena standar yang ditetapkan terasa begitu tinggi sehingga langkah pertama pun menjadi sulit dilakukan.

Sulit Mengambil Keputusan karena Terlalu Banyak Pertimbangan

Terlalu lama mempertimbangkan pilihan dapat membuat seseorang lebih mudah menunda pekerjaan/Foto: Magnific/jcomp

Ada orang yang langsung menyusun daftar pekerjaan begitu menerima tugas baru. Namun, ada juga yang justru terjebak memikirkan berbagai kemungkinan. Haruskah mulai dari bagian yang mudah? Metode mana yang paling efektif? Bagaimana jika hasil akhirnya kurang memuaskan? Pikiran inilah yang membuat pekerjaan tidak langsung dimulai, Beauties.

Psikolog Joseph R. Ferrari, profesor di DePaul University, menjelaskan kondisi ini sebagai decisional procrastination. Dalam wawancaranya dengan Psychology Today, Ferrari menjelaskan bahwa sebagian orang menunda bukan karena tidak ingin bekerja, tetapi karena takut membuat keputusan yang salah. Hal ini yang membuat seseorang untuk memilih menunggu hingga merasa "lebih siap", meskipun momen tersebut sering kali tidak pernah benar-benar datang. Apakah kamu pernah merasakan hal ini, Beauties?

Pencari Adrenalin yang Merasa Bekerja Lebih Baik Saat Deadline Mendekat

Sebagian orang merasa lebih fokus saat mendekati tenggat waktu, tetapi kebiasaan ini tetap memiliki risiko/Foto: Magnific/benzoix

Beauties, pernah kamu kamu punya pemikiran "Kalau belum mepet deadline, ide belum keluar?" Hal ini ada penjelasan psikologinya lho. Tekanan yang meningkat saat waktu mepet membuat otak dapat berkonsentrasi lebih dan mengabaikan berbagai gangguan.

Namun, menurut Joseph Ferrari dalam wawancaranya dengan Psychology Today, sensasi ini sering kali berasal dari lonjakan adrenalin, bukan karena seseorang benar-benar bekerja lebih efektif. Meskipun hasil akhirnya kadang tetap baik, kebiasaan terus bergantung pada deadline dapat meningkatkan stres, menurunkan kualitas istirahat, dan juga membuat tubuh terbiasa bekerja dalam kondisi penuh tekanan lho. Jadi jangan sering-sering melakukan hal ini, Beauties.

Terlalu Takut Gagal atau Dinilai Orang Lain

Ketakutan terhadap kegagalan menjadi salah satu penyebab utama seseorang menunda pekerjaan menurut psikologi/Foto: Magnific/magnific

Menunda pekerjaan ternyata bukan berarti kehilangan motivasi lho, Beauties. Tidak sedikit orang yang sangat peduli dengan hasil akhir namun tetap sulit untuk mulai mengerjakan tugasnya. Pikiran takut gagal, takut mengecewakan, dan juga takut salah membuat tekanan sehingga seseorang lebih memilih aktivitas yang lebih menyenangkan. 

Profesor Fuschia M. Sirois menjelaskan bahwa kebiasaan menunda sering kali merupakan bentuk penghindaran emosi. Ketika sebuah tugas memunculkan rasa cemas atau mengancam harga diri, otak cenderung mencari aktivitas lain yang terasa lebih nyaman untuk sementara waktu. Ironisnya, rasa lega ini hanya berlangsung sesaat, sedangkan kecemasan akan meningkat ketika deadline semakin dekat.

Mudah Terdistraksi dan Selalu Memilih Kenyamanan Saat Ini

Gangguan kecil dan keinginan mencari kenyamanan sesaat dapat membuat seseorang lebih mudah menunda pekerjaan/Foto: Magnific/garetsvisual

Awalnya hanya ingin melihat satu notifikasi di ponsel. Beberapa menit kemudian, tanpa sadar sudah berpindah dari media sosial ke video pendek, lalu membaca berita, hingga akhirnya lupa dengan pekerjaan yang sedang menunggu. Yap, Beauties. Apakah kamu juga pernah mengalami hal ini? Fenomena ini menjadi semakin umum di era digital lho. 

Dalam bukunya Solving the Procrastination Puzzle, Dr. Timothy A. Pychyl menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung memilih aktivitas yang mampu memperbaiki suasana hati saat ini dibanding mengerjakan tugas yang manfaatnya baru dirasakan di masa depan. Karena itulah scrolling media sosial sering terasa lebih menarik daripada membuka dokumen pekerjaan. Bukan karena tugas tersebut terlalu sulit, tetapi karena otak sedang mencari jalan tercepat untuk menghindari rasa tidak nyaman.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.