5 Kebiasaan Komunikasi Buruk yang Membuat Hubungan Rentan Hancur, Menurut Ahli!
Beauties, komunikasi adalah fondasi dari setiap hubungan yang sehat. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan komunikasi buruk yang bisa secara perlahan merusak hubunganmu dengan pasangan.
Melansir dari penelitian Dr. John Gottman, seorang ahli hubungan terkenal, dan berbagai sumber psikologi, ada lima kebiasaan komunikasi buruk yang bikin hubungan rentan hancur. Apa saja kebiasaan tersebut? Simak!
1. Kritik yang Menyerang Karakter Pasangan
Ilustrasi pasangan/Foto: freepik.com/KamranAydinov
Kebiasaan buruk pertama adalah mengkritik karakter pasangan, bukan perilakunya. Melansir dari Simply Psychology, kritik berbeda dengan keluhan. Keluhan adalah tentang masalah spesifik, sedangkan kritik adalah serangan terhadap karakter seseorang.
Melansir dari Gottman Institute, kritik adalah salah satu dari empat pemicu utama perceraian. Ini adalah serangan terhadap inti karakter pasangan. Pada dasarnya, kamu membongkar seluruh hal tentangnya.
Contohnya, daripada mengatakan "Kamu tidak pernah membantu pekerjaan rumah. Kamu egois,". Lebih baik mengatakan "Aku merasa kewalahan dengan pekerjaan rumah. Bisakah kita membagi tugas lebih merata?". Fokus pada perilaku spesifik, bukan menyerang kepribadian pasangan.
2. Sikap Meremehkan dan Tidak Menghormati
Ilustrasi pasangan/Foto: freepik.com/jcomp
Melansir penelitian yang dipublikasikan di CNBC, dari keempat kebiasaan buruk komunikasi, sikap meremehkan adalah pemicu terbesar dari kegagalan hubungan. Ini lebih dari sekadar kritik atau mengatakan sesuatu yang negatif.
Sikap meremehkan muncul ketika satu pasangan merasa bahwa mereka lebih pintar, memiliki moral yang lebih baik, atau secara sederhana adalah manusia yang lebih baik daripada yang lain. Ini bisa berupa sarkasme, sindiran, memutar bola mata, mencemooh, atau humor yang kasar.
Menurut Psychology Today, sikap meremehkan adalah yang paling merusak dan harus dihindari dengan segala cara. Pasangan yang berada di sisi penerima merasa tidak berharga dan tidak dicintai. Sikap ini mengikis fondasi rasa hormat dan kasih sayang dalam hubungan.
3. Bersikap Defensif dan Tidak Mau Bertanggung Jawab
Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/cookie_studio
Menurut Gottman Institute, sikap selalu membela diri (defensif) adalah salah satu pemicu utama perceraian. Biasanya, sikap ini muncul sebagai reaksi saat merasa dikritik atau diserang secara tidak adil. Kita cenderung mencari-cari alasan dan berpura-pura menjadi "korban yang tidak bersalah" agar pasangan berhenti menyalahkan.
Sayangnya, cara ini jarang berhasil. Terlalu banyak alasan justru memberi kesan kepada pasangan bahwa kita tidak peduli dengan perasaannya dan enggan mengakui kesalahan sendiri. Intinya, sikap defensif sebenarnya adalah cara halus untuk balik menyalahkan pasangan.
Para ahli psikologi menyarankan, daripada terus membela diri, cobalah untuk mulai menerima tanggung jawab, meskipun kamu merasa hanya bersalah sebagian. Hal ini menunjukkan bahwa kamu menghargai kekhawatiran pasangan dan benar-benar berniat untuk memperbaiki situasi demi hubungan yang lebih harmonis.
4. Menutup Diri dan Menghindari Komunikasi
Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/yanalya
Kebiasaan buruk lainnya adalah menutup diri, yang biasanya muncul saat seseorang merasa diremehkan. Alih-alih menyelesaikan masalah, mereka justru menarik diri, bungkam, dan berhenti merespons pasangan.
Orang yang menutup diri cenderung menghindar dengan cara berpura-pura tidak peduli, menyibukkan diri dengan hal lain, atau melakukan aktivitas yang mengalihkan perhatian. Menurut para psikolog, perilaku ini bisa menjadi tanda sifat narsistik dan sering kali memicu kemarahan serta depresi dalam sebuah hubungan.
Penting untuk diingat bahwa ada perbedaan antara "butuh waktu sendiri" dan "menghukum dengan diam". Jika kamu merasa terlalu emosional untuk bicara, komunikasikanlah bahwa membutuhkan waktu istirahat sejenak dan berjanji akan melanjutkan obrolan setelah suasana hati lebih tenang.
5. Membawa Masa Lalu dan Menyimpan Dendam
Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com
Kebiasaan menyimpan "daftar kesalahan" pasangan hanya akan membuat kita terus mencari alasan untuk merasa kesal. Dendam yang dipendam ini sering kali meledak secara tiba-tiba dalam bentuk kemarahan besar, yang justru membuat pasangan bingung karena merasa reaksi kita terlalu berlebihan.
Terus-menerus mengungkit kesalahan masa lalu tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, hal ini justru merusak rasa percaya satu sama lain. Kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna; setiap orang pasti pernah berbuat salah dan butuh kesempatan untuk memperbaikinya.
Tanpa adanya rasa memaafkan, kita akan terus terjebak dalam luka lama yang sama. Jika kamu sulit melupakan masa lalu, cobalah merenungkan apa yang sebenarnya kamu butuhkan agar bisa benar-benar berdamai dan melangkah maju demi hubungan yang lebih sehat.
Beauties, itu dia lima kebiasaan komunikasi buruk yang bisa membuat hubunganmu rentan hancur menurut para ahli. Jika kamu menemukan kebiasaan-kebiasaan ini dalam hubunganmu, jangan panik. Ini adalah peringatan untuk segera memperbaiki cara berkomunikasi dengan pasangan. Ingat, komunikasi yang sehat bisa dipelajari dan dipraktikkan. Bagaimana, kamu pernah mengalami kebiasaan komunikasi buruk ini?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!