5 Film yang Jadi Sorotan di Venice Film Festival 2026, NAZA Pecahkan Rekor Standing Ovation

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Sabtu, 17 Oct 2026 10:30 WIB
5 Film yang Jadi Sorotan di Venice Film Festival 2026, NAZA Pecahkan Rekor Standing Ovation
Wild Horse Nine/Foto: imdb.com

Bagi para pencinta film atau sinefil, Venice Film Festival merupakan salah satu ajang perfilman internasional yang ditunggu-tunggu sebagai tempat untuk membagikan berbagai karya sineas dari seluruh dunia. Setiap tahunnya, sejumlah film pasti mencuri perhatian berkat cerita, penyutradaraan, hingga respons penonton saat pemutaran perdana.

Dilansir dari Vogue, ada sejumlah film yang menjadi sorotan dalam festival tahun ini, mulai dari thriller politik hingga drama dengan konflik emosional yang kompleks. Salah satunya adalah NAZA, film dokumenter yang mendapat standing ovation selama sekitar 24,5 menit.

Penasaran dengan film lainnya? Yuk, simak daftarnya, Beauties!

1. Wild Horse Nine, Thriller Politik yang Dibintangi Sam Rockwell

Wild Horse Nine/Foto: imdb.com

Disutradarai Martin McDonagh, Wild Horse Nine mengikuti Chris (John Malkovich), seorang veteran CIA yang dikirim dari Santiago ke Pulau Paskah bersama rekan sekaligus temannya, Lee (Sam Rockwell). Misi mereka kemudian berkembang menjadi rangkaian situasi tak terduga yang melibatkan operasi rahasia dan konflik politik.

Film ini memadukan humor gelap dengan cerita yang menyentuh isu imperialisme Amerika dan kekerasan politik. Latar Pulau Paskah yang unik turut memberikan suasana tersendiri pada thriller yang juga dibalut nuansa melankolis ini.

2. Ink, Kisah di Balik Perubahan Besar Surat Kabar The Sun

Ink/Foto: imdb.com

Berlatar tahun 1969, Ink mengangkat kisah Rupert Murdoch (Guy Pearce) saat mengambil alih surat kabar The Sun yang saat itu tengah mengalami kesulitan. Bersama editor Larry Lamb (Jack O’Connell), Murdoch mengubah arah pemberitaan dengan lebih banyak menyoroti skandal dan berita hiburan untuk menarik perhatian pembaca.

Disutradarai Danny Boyle, film ini turut dibintangi Claire Foy sebagai Jules. Vogue menyoroti Ink sebagai drama yang memperlihatkan perubahan industri media, sekaligus mengangkat pertanyaan tentang batas antara mengejar pembaca dan mempertahankan etika jurnalistik.

3. Possible Love, Drama Kelas Sosial dan Hubungan Manusia

Possible Love/Foto: imdb.com

Sutradara Korea Selatan Lee Chang-dong kembali dengan Possible Love, film yang berfokus pada Mi-ok (Jeon Do-yeon), seorang istri dan ibu yang merasa tidak puas dengan kehidupannya. Suaminya, Ho-seok (Sul Kyung-gu), juga tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan pekerjaan.

Kehidupan mereka berubah ketika Ye-ji (Cho Yeo-jeong), seorang pembuat film dokumenter dari keluarga berada bersama suaminya, Sang-woo (Zo In-Sung) hadir di kehidupan Mi-ok dan Ho-seok. Kisah kompleks yang dimulai karena Ye-ji tertarik mengangkat kisah Ho-seok dalam proyeknya.

Hubungan kedua perempuan ini kemudian berkembang menjadi persahabatan yang kompleks, sekaligus membuka persoalan tentang kecemburuan, kelas sosial, dan kehidupan pribadi. 

4. NAZA, Dokumenter tentang Operasi Militer Israel di Gaza

NAZA/Foto: imdb.com

NAZA merupakan film dokumenter karya Yuval Abraham dan Rachel Szor yang menyoroti operasi militer Israel di Gaza melalui kesaksian anonim dari personel intelijen dan militer Israel. Film ini mengangkat pengalaman dan informasi dari orang-orang yang terlibat dalam sistem penargetan militer, serta dampaknya terhadap warga Palestina.

Film ini menjadi salah satu sorotan Venice Film Festival 2026 setelah mendapat standing ovation selama sekitar 24,5 menit saat pemutaran perdananya. Durasi tersebut dilaporkan sebagai yang terlama dalam sejarah festival. Respons penonton ini turut menjadikan NAZA salah satu film yang banyak diperbincangkan selama penyelenggaraan festival.

5. Woman Unknown, Drama Sejarah tentang Perempuan di Denmark Pascaperang

Woman Unknown/Foto: imdb.com

Woman Unknown merupakan film garapan sutradara May El-Toukhy yang berlatar di Denmark setelah Perang Dunia II. Ceritanya berpusat pada Marie (Mathilde Arcel), seorang pengasuh anak dari kalangan pekerja yang bersiap menikahi majikannya, seorang duda kaya raya.

Namun, rencana Marie untuk mengubah kehidupannya mulai terusik ketika rahasianya terungkap. Melalui karakter Marie, film ini mengangkat isu kelas sosial, stigma terhadap perempuan, serta tekanan masyarakat pada masa tersebut.

Mulai dari politik dan industri media hingga hubungan antarmanusia serta pengalaman perempuan dalam sejarah merupakan bukti bahwa festival film merupakan tempat di mana beragam bentuk karya disorot, tanpa kecuali Venice Film Festival 2026, yang juga memperlihatkan bagaimana sinema dapat mengangkat berbagai sisi kehidupan dan realitas sosial.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE