5 Cara Pasangan Cerdas Menyelesaikan Masalah dalam Hubungan Menurut Psikolog

Ayu Novia | Beautynesia
Selasa, 03 Feb 2026 20:00 WIB
5 Cara Pasangan Cerdas Menyelesaikan Masalah dalam Hubungan Menurut Psikolog
Cara pasangan cerdas menyelesaikan masalah dalam hubungan/Freepik: yanalya

Beauties, dalam menjalin hubungan yang sehat, masalah adalah hal yang wajar terjadi. Dampak positifnya bisa membuat pasangan saling memahami, memperbaiki komunikasi, serta menjadi pribadi dan hubungan lebih dewasa.

Ciri pasangan cerdas adalah tidak menghindari masalah. Justru mereka akan menghadapinya untuk belajar dan menyelesaikan dengan baik.

Hal ini diungkap oleh Dr. John Gottman dan Dr. Julie Schwartz Gottman dalam laman NPR, mereka mengungkapkan bahwa masalah memiliki tujuan, yakni saling memahami.

Menurut psikolog, ada lima cara pasangan cerdas menyelesaikan masalah dalam hubungannya. Seperti apa, simak yuk, Beauties!

1. Mulai Percakapan dengan Lembut

cara pasangan cerdas menyelesaikan masalah dalam hubungan memulai percakapan dengan lembut

Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik/freepik

Dalam sebuah pertengkaran, tiga menit pertama sangat menentukan arah percakapan serta masa depan hubungan tersebut. Pasangan yang memulai diskusi dengan emosi negatif, seperti kritik tajam cenderung memiliki risiko perpisahan yang lebih tinggi.

Psikolog klinis Dr. John Gottman menyarankan, alih-alih menunjuk jari ke pasangan, lebih baik untuk mengarahkannya pada diri sendiri. Hal ini mengartikan bahwa kamu fokus pada perasaan sendiri, tidak menyalahkan pasangan.

Jangan berkata, “Kamu tidak pernah membantu pekerjaan rumah!”. Cobalah mengganti kalimatnya menjadi, “Aku merasa kewalahan ketika mengerjakan sebagian besar pekerjaan rumah sendirian. Aku membutuhkan bantuan lebih dari kamu.”

2. Menghindari Pola Komunikasi Perusak

cara pasangan cerdas menyelesaikan masalah dalam hubungan adalah menghindari empat pola komunikasi yang bisa merusak hubungan

Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/stockking

Menurut penelitian Gottman Institute, ada empat pola komunikasi yang bisa merusak hubungan, yakni kritik yang menyerang karakter, penghinaan, sikap defensif yang berlebihan, dan stonewalling atau mengabaikan pasangan.

Kamu perlu menghindarinya dan melakukan cara lain yang lebih baik. Keempatnya memiliki cara penangkal yang lebih baik untuk diterapkan, yakni sebagai berikut:

  • Mengatasi kritik, sampaikanlah keluhan dengan lembut.
  • Penghinaan, mulailah membangun budaya saling mengapresiasi.
  • Jika kamu cenderung defensif, belajarlah untuk menerima tanggung jawab
  • Jika terjebak dalam stonewalling, sebaiknya tenangkan diri terlebih dahulu sebelum lanjut berbicara.

3. Mendengarkan secara Aktif

pasangan yang mempraktikkan active listening melaporkan kepuasan hubungan 35% lebih tinggi dan tingkat konflik lebih rendah.

Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/jcomp

Konflik bermanfaat untuk pasangan saling memahami. Nah, untuk bisa saling memahami ini perlu menjadi pendengar yang aktif.

Studi tahun 2023 yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology menemukan bahwa pasangan yang mempraktikkan active listening melaporkan kepuasan hubungan 35% lebih tinggi dan tingkat konflik lebih rendah.

Caranya adalah dengan menjaga kontak mata, mengulangi kembali apa yang dikatakan pasangan untuk memastikan pemahaman, menunjukkan empati, serta menghindari kebiasaan memotong pembicaraan.

4. Mengelola Emosi dengan Baik

Cara pasangan cerdas mengatasi masalah dalam hubungan bukan dengan cara langsung meledak

Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/tirachardz

Cara pasangan cerdas mengatasi masalah dalam hubungan bukan dengan cara langsung meledak lho, Beauties! Mengutip Psychology Today, dalam sebuah pertengkaran, seseorang bisa mengalami emotional flooding, yaitu kondisi ketika emosi negatif terasa sangat meluap hingga sulit berpikir jernih. Tandanya bisa terlihat dari detak jantung yang meningkat, napas cepat, atau pikiran yang mulai kacau.

Jika hal ini terjadi, kamu perlu mengambil jeda selama 20 hingga 30 menit untuk relaksasi atau mengatur napas, lalu kembalilah berdiskusi setelah perasaan lebih tenang. Kamu bisa berpamitan sejenak dengan mengatakan bahwa kamu butuh waktu untuk menenangkan diri sebelum siap berbicara kembali.

5. Menggunakan Kata “Aku” Bukan “Kamu”

hal lain yang harus menjadi perhatian saat menyelesaikan konflik dengan pasangan adalah kata atau kalimat yang digunakan. Gunakan kata “aku” saat membuat statement, bukan “kamu”.

Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/freepik

Beauties, hal lain yang harus menjadi perhatian saat menyelesaikan konflik dengan pasangan adalah kata atau kalimat yang digunakan. Gunakan kata “aku” saat membuat statement, bukan “kamu”.

Penggunaan kata “kamu” saat bertengkar bisa memicu perdebatan lebih panjang dan bisa melukai. Namun, menggunakan kata “aku” bisa membantu komunikasi lebih baik.

Contohnya, “Aku merasa sedih ketika hari jadi kita tidak diingat karena itu penting bagiku. Aku membutuhkan kita merayakannya bersama."

Kalimat di atas jauh lebih baik, daripada kamu mengatakan, “Kamu selalu lupa hari jadi kita!”

Beauties, itu dia lima cara pasangan cerdas menyelesaikan masalah hubungan menurut psikolog. Masalah adalah normal dan bisa menjadi peluang untuk pertumbuhan. Terpenting adalah bagaimana kamu dan pasangan menghadapi konflik tersebut dengan adil, empati, dan saling menghormati ya!

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE