5 Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari

Nadya Quamila | Beautynesia
Sabtu, 11 Jul 2026 21:30 WIB
5 Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari
Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari/Foto: Pexels/Minh Tran

Ada orang yang begitu pandai menyembunyikan kesedihannya. Mereka tidak ingin membebani orang lain dan tidak ingin dipandang lemah. Bagi mereka, lebih mudah untuk menelan rasa sedih itu seorang diri daripada harus membagikannya.

Namun, sebenarnya, cara mengenali orang yang menyembunyikan kesedihannya bisa dilihat dari kalimat yang diucapkan sehari-hari. Tanpa sadar, mereka akan menggunakan kalimat-kalimat tertentu yang menunjukkan isi hati mereka.

Yuk, cari tahu apa saja kalimat-kalimat tersebut, dirangkum dari Your Tango!

“Jangan Khawatir”

Seseorang yang berusaha menyembunyikan kesedihannya sering mengucapkan kalimat “Jangan khawatir” dengan santai. Mereka tidak ingin merasa menjadi beban bagi orang-orang terdekat meskipun ia tahu bahwa orang lain ingin membantu.

Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari/Foto: Pexels/Liza Summer

Seseorang yang berusaha menyembunyikan kesedihannya sering mengucapkan kalimat “Jangan khawatir” dengan santai. Mereka tidak ingin merasa menjadi beban bagi orang-orang terdekat meskipun ia tahu bahwa orang lain ingin membantu.

Bagi mereka, menunjukkan kerentanan adalah hal yang sulit dilakukan. Mereka tidak bisa menunjukkan kesedihan mereka dengan gamblang. Kerentanan membutuhkan kepercayaan dan kecerdasan emosional, dan hal ini sulit dilakukan jika kita sedang berada dalam kondisi yang terpuruk.

“Tidak Apa-Apa, Aku Sudah Terbiasa”

Kalimat “Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa” menjadi alat bagi mereka untuk meyakinkan diri bahwa mereka mampu mengatasi kesedihan tanpa bantuan orang lain.

Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari/Foto: Magnific.com

Orang yang menyembunyikan kesedihannya merasa dirinya sudah terbiasa dikecewakan dan terbiasa dengan emosi yang menyertainya. Kalimat “Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa” menjadi alat bagi mereka untuk meyakinkan diri bahwa mereka mampu mengatasi kesedihan tanpa bantuan orang lain.

Terbiasa mengatasinya sendiri, mereka menjadi sangat mandiri dan tidak mampu mengekspresikan kerentanan emosionalnya. Meskipun mereka merasa cara ini bisa membantu, padahal isolasi diri hanya akan memperburuk depresi dan kecemasan, Beauties.

“Kurasa Tidak Ada yang Benar-Benar Peduli”

Kalimat yang sering diucapkan orang yang menyembunyikan kesedihannya berikutnya adalah “Kurasa tidak ada yang benar-benar peduli.” Saat mereka terpuruk, mereka berpikir bahwa benar-benar tidak ada yang peduli dengan mereka.

Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari/Foto: Pexels/cottonbro studio

Kalimat yang sering diucapkan orang yang menyembunyikan kesedihannya berikutnya adalah “Kurasa tidak ada yang benar-benar peduli.” Saat mereka terpuruk, mereka berpikir bahwa benar-benar tidak ada yang peduli dengan mereka. Oleh karena itu, mereka merasa harus menanggung kesedihan seorang diri.

“Sulit Menjelaskan Apa yang Aku Rasakan”

Ketika seseorang benar-benar sedih, mereka bisa jadi tidak mengetahui bagaimana perasaan mereka yang sesungguhnya. Karena memahami emosi bukanlah hal yang mudah, maka mereka sering mengucapkan kalimat

Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari/Foto: Pexels/KAROLINA GRABOWSKAKABOOMPICS

Ketika seseorang benar-benar sedih, mereka bisa jadi tidak mengetahui bagaimana perasaan mereka yang sesungguhnya. Karena memahami emosi bukanlah hal yang mudah, maka mereka sering mengucapkan kalimat "Sulit menjelaskan apa yang aku rasakan."

Mereka tidak tahu bagaimana perasaan mereka dan karena itu mereka memilih untuk tetap diam dan memendam. Menurut psikoterapis Katherine Cullen, menekan emosi hanya dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik dan mental.

“Semakin kita mengenali, menerima, dan memberi ruang bagi emosi kita, semakin besar toleransi yang kita bangun terhadapnya. Dengan toleransi yang lebih besar, kita lebih mampu mengatur emosi kita sehingga tidak membebani kemampuan pengambilan keputusan atau penalaran kita, atau tampak begitu tak tertahankan sehingga kita harus menekannya.

Mungkin tidak selalu mudah untuk merespons daripada bereaksi terhadap emosi kita, tetapi setiap kali kita mencoba melakukannya, kita akan semakin mahir," tuturnya.

“Aku Hanya Lelah”

Sama seperti orang yang mengalami depresi, orang yang menyembunyikan kesedihan mengalami penurunan energi. Tak heran jika mereka sering mengucapkan kalimat

Cara Mengenali Orang yang Menyembunyikan Kesedihannya Dilihat dari Kalimat Sehari-hari/Foto: Pexels/Ron Lach

Menghadapi kesedihan seorang diri bukanlah hal yang mudah. ​​Bagi mereka yang menyembunyikan kesedihan, mereka merasa bahwa mereka diabaikan dan tidak dipedulikan oleh orang sekitar.

Perasaan ini pada akhirnya membuat mereka seolah berjuang seorang diri tanpa bantuan dan dukungan. Terbuka kepada orang lain menjadi hal yang sulit dilakukan.

Sama seperti orang yang mengalami depresi, orang yang menyembunyikan kesedihan mengalami penurunan energi. Tak heran jika mereka sering mengucapkan kalimat "Aku hanya lelah". Meskipun tidak secara terang-terangan mengungkapkan kesedihan, itu mungkin merupakan seruan minta tolong dari mereka.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.