5 Alasan Seseorang Bisa Bersikap Egois

Adira P | Beautynesia
Senin, 13 Apr 2026 07:00 WIB
5 Alasan Seseorang Bisa Bersikap Egois
Alasan Seseorang Bisa Bersikap Egois/Foto: Pexels.com/ Trường Nguyễn Thanh

Pernahkah kamu merasa frustrasi menghadapi seseorang yang selalu mendahulukan dirinya sendiri, seolah kebutuhan orang lain tidak penting sama sekali? Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, kenapa, sih, ada orang yang bisa sebegitu egoisnya?

Ternyata, perilaku egois bukan sekadar soal karakter buruk semata. Ada alasan-alasan psikologis yang cukup dalam di baliknya, Beauties. Yuk, simak 5 alasan mengapa seseorang bisa bersikap egois berikut ini!

Insting Bertahan Hidup yang Terlalu Kuat

Secara evolusi, manusia memang dirancang untuk mendahulukan keselamatan dirinya sendiri. Penelitian yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menemukan bahwa di bawah tekanan ekstrem, insting bertahan hidup cenderung mengalahkan norma sosial dan mendorong perilaku egois.

Hal ini juga diperkuat oleh penelitian di Frontiers yang menunjukkan bahwa kecemasan yang tinggi memicu kecenderungan untuk memprioritaskan diri sendiri di atas kepentingan orang lain. Semakin besar rasa terancam yang dirasakan seseorang, semakin kuat dorongan untuk menyelamatkan diri duluan.

Jadi, ketika seseorang terlihat egois, bisa jadi mereka sedang merasakan tekanan atau ketakutan yang tidak kamu sadari, Beauties. Ini bukan pembenaran, tapi pemahaman yang bisa membantu kamu merespons dengan lebih bijak.

Sifat Narsistik yang Sudah Mengakar

Tes kepribadian tingkat narsisme. Seberapa narsis kamu lewat tes gambar?/Foto: freepik.com/freepik

Alasan Seseorang Bisa Bersikap Egois/Foto: freepik.com/freepik

Narsisisme adalah salah satu faktor yang paling sering bikin orang jadi egois. Dilansir dari Scientific American, baik narsisisme yang terlihat percaya diri (grandiose) maupun yang terlihat sensitif (vulnerable), keduanya terhubung dengan sifat antagonistik seperti manipulasi dan kurangnya rasa peduli.

Dilansir dari penelitian di Frontiers in Behavioral Neuroscience, narsisisme ditandai dengan rasa superioritas yang berlebihan. Menariknya, seorang narsisis sering kali nggak sadar kalau perilakunya itu menyakiti orang lain, Beauties. Di dunia mereka, mereka adalah pemeran utama, dan kita cuma figuran. Cara pandang inilah yang bikin mereka fokus ke diri sendiri terus-menerus.

Pola Asuh yang Terlalu Memanjakan

Masa kecil punya pengaruh besar pada cara seseorang berperilaku di usia dewasa. Sebuah studi klinis yang diterbitkan di jurnal Pediatrics dan dikutip di PubMed mendefinisikan "spoiled child syndrome" sebagai perilaku yang terlalu berpusat pada diri sendiri akibat orang tua yang tidak menerapkan batasan yang konsisten.

Dikutip dari CNBC Make It, psikolog pendidikan Michele Borba, EdD menjelaskan kalau anak-anak yang terlalu dimanjakan cenderung tumbuh jadi orang dewasa yang egois dan sulit merasa puas. Mereka terbiasa dapat apa yang mereka mau tanpa perlu mikirin perasaan orang lain. Jadi, keegoisan mereka itu sebenarnya adalah kebiasaan lama yang belum sembuh.

Kurangnya Kemampuan Berempati

ciri kepribadian orang yang sangat egois adalah tidak suka melihat pencapaian orang lain. Mereka akan tampak kesal, seolah-olah kesuksesannya telah diambil.

Alasan Seseorang Bisa Bersikap Egois/Foto: Freepik/khroska

Empati adalah fondasi dari kepedulian terhadap sesama. Ketika seseorang memiliki kapasitas empati yang rendah, mereka secara alami akan cenderung lebih egois karena tidak bisa merasakan dampak tindakannya pada orang lain.

Individu dengan empati rendah justru menunjukkan perilaku yang lebih egois, terutama saat berada di bawah tekanan. Kabar baiknya, empati bukanlah sesuatu yang sepenuhnya bawaan, Beauties. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini bisa dilatih dan dikembangkan seiring waktu, sehingga ada harapan bagi siapa pun yang ingin menjadi pribadi yang lebih peka.

Tanpa Sadar Memutarbalikkan Ingatan

Ini mungkin alasan yang paling mengejutkan. Penelitian yang diterbitkan di Nature Communications oleh peneliti dari Yale University dan University of Zurich menemukan bahwa orang-orang yang bersikap egois cenderung mengingat diri mereka sebagai sosok yang lebih dermawan dari yang sebenarnya.

Dikutip dari penelitian tersebut, asisten profesor psikologi di Yale University, Molly Crockett, menjelaskan bahwa saat seseorang melakukan kesalahan atau bersikap nggak etis, otak mereka bakal "salah mengingat" kejadian itu supaya citra diri mereka tetap terlihat baik. Jadi, orang egois ini benar-benar merasa kalau mereka itu dermawan, Beauties! Ingatan mereka sudah otomatis merevisi kenyataan pahitnya. Ajaib, ya?

Itulah lima alasan psikologis mengapa seseorang bisa bersikap egois. Perilaku ini memang bisa menyakitkan, tapi memahami akar penyebabnya bisa membuat kamu lebih bijak dalam merespons dan menetapkan batasan yang sehat.

Namun, memahami bukan berarti membenarkan, ya, Beauties. Kamu tetap berhak untuk menjaga kesehatan emosionalmu sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE