4 Ciri Kepribadian Orang Tua yang Menerapkan Gentle Parenting

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Selasa, 14 Apr 2026 20:30 WIB
4 Ciri Kepribadian Orang Tua yang Menerapkan Gentle Parenting
4 Ciri Kepribadian Orang Tua yang Menerapkan Gentle Parenting/ Foto: Freepik.com/Primagefactory

Kebanyakan orang tua muda di era yang serba digital ini bingung ketika anak memilih untuk lebih banyak diam. Akhirnya orang tua sulit dekat dan mengenal anak, karena anak cenderung nyaman bermain dengan gadget dan teman seusianya.

Gentle parenting sebenarnya memiliki beberapa kesamaan dengan authoritative atau pola asuh yang demokratis. Namun gentle parenting, seperti yang dikutip dari penelitian Sarah Ockwell-Smith dalam bukunya yang berjudul 'The Gentle Parenting Book' menekankan pada pentingnya empati, memberikan rasa nyaman, dan memvalidasi perasaan anak.

Oleh karena itu, ketika orang tua mencoba teknik gentle parenting, maka ada kepribadian unik yang dimilikinya. Beauties, kenali ciri-ciri kepribadian orang tua yang sukses menerapkan gentle parenting dalam mendampingi anak.

1. Empati

Salah satu ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang tua yang menerapkan gentle parenting adalah senang dan antusias untuk mendengarkan dari perspektif anak. Mungkin anak terlihat jarang senyum, tidak semangat mengerjakan tugas, atau tidak percaya diri. Sebelum memberikan penilaian, biasanya orang tua yang terapkan gentle parenting bersedia untuk mendengarkan dari sudut pandang anak dan memahami cara anak berpikir, dan merasa untuk suatu kondisi. 

Ketika anak merasa dipahami dan didengarkan, termasuk ketika mereka mengekspresikan perasaan negatifnya, maka anak akan lebih terbuka dan dekat dengan orang tua. Mereka akan merasa bebas untuk bercerita apa pun tanpa takut dihakimi.

2. Menghargai Pendapat Anak

Dengan menghargai pendapat anak, dirinya merasa penting dan berharga. Tidak diremehkan ketika mereka berpendapat adalah bentuk penghargaan tertinggi untuk anak/Foto: Freepik.com/Dimarbelin

Ketika orang tua tidak hanya memberikan saran dan instruksi, di situlah sebenarnya letak penghargaan orang tua kepada anak. Mungkin terdengar sederhana. Namun, ketika orang tua meminta pendapat anak untuk memilih kado ulang tahun untuk salah satu anggota keluarga, atau ketika meminta pendapat anak tentang rencana kegiatan saat momen akhir pekan, maka anak merasa dirinya adalah bagian penting dari suatu keputusan besar di dalam keluarga.

Hargai anak walaupun dalam situasi sederhana atau setting kecil. Pendapat mereka patut didengar, termasuk ketika memilih jenis kursus yang diinginkan, atau kelak ketika anak sudah lebih dewasa mereka boleh berpendapat tentang hal yang mereka cita-citakan. Orang tua yang melakukan gentle parenting juga menghargai pemberian atau hadiah kecil dari anak sehingga anak merasa lebih dekat dan akrab.

3. Open Minded

Orangtua dengan gentle parenting biasanya punya kepribadian yang open minded. Mereka tidak memaksa kehendak mereka dan nasihat mereka untuk dilakukan, tapi mereka terbuka dengan hal yang menjadi kebutuhan anak/Foto: Freepik/Freepik

Orang tua yang melakukan gentle parenting umumnya open minded atau punya pola pikir terbuka sehingga mau mendengarkan. Apa yang baik menurut orang tua, belum tentu hal itu yang menjadi kebutuhan dari anak. Bisa jadi saran yang ingin diberikan oleh orang tua itu baik, tapi belum tentu sesuai untuk permasalahan yang dihadapi oleh anak.

Ketika misalnya anak mendapat masalah dengan temannya, orang tua dapat mendengarkan lebih dulu dan mengapresiasi tindakan positif yang sudah diperjuangkan oleh anak. Jangan buru-buru memberi nasihat atau melarang tindakan tertentu hanya karena kamu baru pertama kali tahu tentang hal tersebut. Hal ini penting supaya orang tua bisa lebih mengenali kebutuhan dan cara berpikir anak dalam menyelesaikan masalah.

Bahkan orang tua akan lebih mudah menggali alasan anak terkadang yang mudah putus asa dan dapat menyemangatinya dengan keunggulan yang ia miliki. Jika ada hal yang kurang dipahami, mungkin orang tua dapat bertanya dengan intonasi yang baik, sehingga menunjukkan ketertarikan untuk membantu menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi anak tanpa berusaha mendominasi.

4. Mampu Mengelola Emosi dengan Cerdas

Mengelola emosi di sini adalah orangtua tidak marah dengan berlebihan, tapi tetap berhak menegur dan mencontohkan perilaku yang baik/Foto:Freepik.com/Freepik

Wajar jika orang tua merasa lelah, apalagi usai bekerja seharian. Orang tua juga butuh istirahat dan mengelola emosi mereka. Orang tua yang menerapkan gentle parenting memastikan sebelum menegur anak atau sebelum berkomunikasi ke anak, mereka menenangkan diri terlebih dahulu. Mereka memberikan waktu untuk diri sendiri, supaya ketika ingin menegur anak atas perilaku mereka yang kurang tepat, mereka dapat menegurnya dengan diskusi dan memberikan contoh yang sesuai.

Tidak perlu marah dengan cara berteriak atau menyudutkan anak atas kesalahan yang mungkin dilakukan anak. Mereka akan membuka ruang diskusi, tanpa menggunakan nada tinggi yang terkesan mengintimidasi dan membuat anak ketakutan. Mulai dari memberi contoh yang baik, latih kelola emosi, maka anak pun akan mau mendengarkan secara terbuka. 

Oke, Beauties berikut tadi 4 ciri kepribadian orang tua yang sukses menerapkan gentle parenting. Kamu atau orang tuamu termasuk?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE