4 Cara Orang Tua Bisa Membuat Anaknya Merasa Pintar dan Percaya Diri Menurut Profesor Ilmu Saraf

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Sabtu, 03 Jan 2026 16:00 WIB
4 Cara Orang Tua Bisa Membuat Anaknya Merasa Pintar dan Percaya Diri Menurut Profesor Ilmu Saraf
4 Cara Orang Tua Bisa Membuat Anaknya Merasa Pintar dan Percaya Diri Menurut Profesor Ilmu Saraf/ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto

Membangun kepercayaan diri anak sangat penting dilakukan. Kepercayaan diri ini tidak tumbuh begitu saja, Beauties. Ada peran orang tua di baliknya yang begitu besar.

Lise Eliot, seorang profesor ilmu saraf dari University of Chicago dan penulis buku Pink Brain, Blue Brain telah melakukan tinjauan terhadap jurnal yang membahas tentang otak manusia dari masa anak-anak sampai remaja. Eliot menyimpulkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak mereka agar percaya diri, termasuk percaya akan kemampuannya sendiri.

1. Tidak Langsung Berasumsi

Orang tua tidak langsung berasumsi akan kemampuan anak. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Orang tua tidak langsung berasumsi akan kemampuan anak. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda./ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto

Hal pertama yang disebutkan adalah jangan pernah langsung berasumsi. Mereferensi YourTango, kemampuan anak tidak dibatasi oleh gender. Orang tua dapat membantu dan mendorong anak untuk melatih diri dan memberikan dukungan penuh dalam hal apa pun.

2. Menggunakan Bahasa yang Ekspresif

Berbicara dengan ekspresi, emosi, dan diksi yang kaya. Cara ini membantu kemampuan bahasa anak.

Berbicara dengan ekspresi, emosi, dan diksi yang kaya. Cara ini membantu kemampuan bahasa anak./ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto

Kemampuan verbal anak juga tidak bergantung pada jenis kelaminnya, Beauties. Orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya sangat memengaruhi kemampuan bahasa awal anak, baik positif maupun negatif. Untuk memabantu kemampuan bahasa anak, seperti bicara, menulis, dan membaca dengan baik, orang tua disarankan untuk menggunakan bahasa yang lebih kaya serta memiliki emosi.

3. Mendorong Minat Anak

Mendorong minat anak. Orang tua perlu mengetahui apa yang menjadi minat anak dan mendukungnya.

Mendorong minat anak. Orang tua perlu mengetahui apa yang menjadi minat anak dan mendukungnya./ Foto: pexels.com/MikhailNilov

Setiap anak pasti memiliki minat yang berbeda. Minat ini tidak dapat dipaksakan oleh orang tuanya karena dapat menimbulkan tekanan dan kecemasan. Ketika anak menunjukkan minat tertentu, orang tua dapat mendukung dan mendorong anak untuk mengembangkannya. Misalnya, jika anak tertarik terhadap matematika dan sains, orang tua dapat memberikan mainan yang meningkatkan keterampilan spasial.

4. Jangan Meremehkan Anak

Tidak menganggap anak kurang mampu melakukan sesuatu dan menghalanginya ambil risiko. Ini dapat menghambat tumbuh kembangnya.

Tidak menganggap anak kurang mampu melakukan sesuatu dan menghalanginya ambil risiko. Ini dapat menghambat tumbuh kembangnya./ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Terkadang, ada orang tua yang menghalangi anak untuk mengambil risiko dengan meremehkan kemampuan mereka sejak dini. Ekspektasi orang tua tidak selalu sesuai dengan realita kemampuan anak. Daripada dihalangi, orang tua dapat mendorong anak untuk mengambil risiko yang wajar. Ini akan memberi mereka kepercayaan diri dan membantu tumbuh kembang.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE