4 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Sering Bertengkar Dilihat dari Kebiasaan saat Dewasa
Setiap anak berhak untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman di rumah, baik itu secara fisik maupun emosional. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa setiap rumah memiliki situasi yang berbeda-beda.
Atas berbagai alasan, orang tua di rumah sering kali bertengkar. Pertengkaran orang tua tersebut bisa mengurangi rasa aman pada anak.
Meski menyaksikan orang tua menyelesaikan konflik dapat mengajarkan pelajaran penting, sayangnya anak yang dibesarkan oleh orang tua yang sering bertengkar tidak selalu mendapatkan dampak positif. Mereka bisa membawa kebiasaan yang berhubungan dengan rasa cemas dan takut terhadap pertengkaran hingga dewasa.
Melansir YourTango, ini dia cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua yang sering bertengkar di rumah dilihat dari kebiasaannya saat dewasa. Simak!
1. Menghindari Perselisihan
Ilustrasi menyendiri/Foto: Magnific.com
Anak yang tumbuh dengan orang tua sering bertengkar memiliki ketakutan pada perselisihan. Akhirnya, mereka sering mencoba menekan emosinya sendiri dan memilih tidak mengungkapkannya.
Mereka takut terhadap reaksi orang lain akibat kecemasan yang dirasakannya sejak kecil. Alhasil, mereka memilih memendam saja sendiri.
Dalam banyak hal, mereka juga terkadang sulit mengatur emosinya karena selama ini hanya perasaan orang tua yang diprioritaskan. Cara mereka mengekspresikan emosi terbilang rumit, karena mereka sangat takut akan terjadinya perselisihan.
2. Bergantung pada Validasi Orang Lain
Ilustrasi menyendiri/Foto: Magnific.com
Kebiasaan anak yang dibesarkan orang tua yang sering bertengkar selanjutnya adalah cenderung bergantung pada validasi orang lain. Validasi membuat mereka merasa lebih aman dan terhibur.
Hal ini karena sejak kecil mereka tumbuh di rumah yang suasana hatinya ditentukan oleh faktor luar, terutama pertengkaran orang tuanya. Saat dewasa, mereka secara tidak sadar selalu mencari rasa aman dan kenyamanan dari orang lain, bukan dari dalam dirinya sendiri.
3. Terlalu Sering Meminta Maaf
Ilustrasi anak dan orang tua di rumah/Foto: Magnific.com
Kebiasaan lainnya adalah terlalu sering meminta maaf kepada orang lain, bahkan untuk hal-hal yang bukan kesalahannya. Padahal, kebiasaan ini dapat merusak kebahagiaan dan harga dirinya.
Terlalu sering meminta maaf itu berakar dari perilaku suka menyenangkan orang lain yang dikembangkan oleh anak dengan kondisi rumah yang kacau. Mereka ingin menjaga kedamaian rumah, jadi mereka akan melakukan apa saja untuk menghindari kemarahan orang tua, termasuk mengecilkan diri sendiri atau mencari kesalahan diri untuk dimintai maaf.
4. Sulit Mempercayai Orang
Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com
Perasaan cemas pada anak yang dibesarkan orang tua sering bertengkar membuat mereka tidak mudah memercayai orang lain di sekitarnya. Hal ini karena mereka melihat hubungan orang tuanya yang seharusnya menjadi contoh rasa aman justru penuh dengan pertengkaran dan kebencian.
Mereka tidak pernah menerima rasa aman secara emosional seperti anak yang dibesarkan oleh orang tua yang bahagia. Akhirnya, kecemasan tersebut terbawa hingga hubungan mereka sendiri.
Beauties, itu dia cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua yang sering bertengkar di rumah dilihat dari kebiasaannya. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!