4 Cara Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa Baru di Perantauan

Hanny A | Beautynesia
Selasa, 30 Jun 2026 09:00 WIB
4 Cara Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa Baru di Perantauan
Ilustrasi menyimpan uang / Foto: pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Buat kamu yang terbiasa tinggal terima beres di rumah, merantau demi kuliah itu jelas jadi momen besar keluar dari zona nyaman. Selain harus pusing adaptasi dengan lingkungan, budaya, dan orang-orang baru, kamu juga dipaksa oleh keadaan untuk menguasai salah satu skill penting mahasiswa, yaitu mengatur uang sendiri.

Urusan keuangan selama kuliah sering sekali jadi momok. Ada banyak tagihan yang harus ditanggung, mulai dari UKT, sewa kos, biaya makan, sampai pengeluaran printilan untuk tugas. Jumlahnya memang tidak sedikit, tapi kalau kamu bisa kelola dengan rapi sejak awal, keuanganmu akan tetap aman.

Mengatur uang di perantauan itu nyatanya tidak sesimpel "pokoknya berhemat" seperti saat masih di rumah. Kalau di kampung halaman kamu perlu uang mendadak, masih bisa minta tolong orang tua atau kerabat dekat. Tapi kalau posisinya jauh, mau lari ke siapa kalau dompet kering akibat gaya hidup yang nggak terkontrol? Biar skenario terburuk itu nggak menimpa kamu, yuk intip tips simpel atur keuangan berikut ini.

1. Buat Budget Bulanan

Ilustrasi merencanakan keuangan / Foto: pexels.com/Polina Tankilevitch

Rencana keuangan adalah salah satu bagian dari rencana hidup di perantauan. Jangan pernah menyepelekan hal ini karena dunia perkuliahan penuh dengan pengeluaran tidak terduga. 

Saat menyusun anggaran, fokuslah dulu pada kebutuhan utama yang mendukung kuliah atau pengembangan diri. Kamu juga harus memasang batas aman nominal uang yang boleh keluar untuk ajakan nongkrong dadakan atau kegiatan tidak terduga lainnya. 

Supaya rencana keuanganmu lebih terarah, berikut adalah pos-pos utama yang wajib kamu masukan ke dalam anggaran bulananmu. 

a. Alokasi Dana Akomodasi

Pengeluaran paling besar selain kuliah adalah masalah tempat tinggal. Mendapat akomodasi atau kosan yang nyaman, dekat kampus, tapi murah memang tidak mudah. Itulah kenapa kamu harus langsung riset begitu dinyatakan diterima di kampus tujuan. 

Supaya pengeluaran lebih miring, kamu bisa melirik asrama kampus, sewa kamar kos berdua, atau patungan sewa satu rumah bersama teman-teman se-gender lalu membagi rata biayanya. Kalau mau mengambil opsi kamar bersama, pastikan kamu pilih teman yang sudah kamu tahu betul sifat dan kebiasaannya demi kenyamanan dan keamananmu. 

Saat memilih akomodasi, jangan sampai kamu cuma tergiur harga murah saja. Tetap perhatikan faktor keamanan lingkungan dan jaraknya ke kampus karena jangan sampai kamu dapat kosan murah tapi malah boros di ongkos harian. 

b. Alokasi Dana Konsumsi

Perut adalah pos pengeluaran yang bisa dibilang paling rakus memakan anggaran bulanan mahasiswa. Kuliah yang padat memang membuat opsi beli makan di luar adalah yang paling praktis. Tapi kalau keterusan, pengeluaranmu akan membengkak. 

Masak sendiri itu jauh lebih murah dan bisa menghemat banyak anggaran harian. Kalau kosanmu tidak menyediakan dapur umum, modal satu rice cooker saja sebenarnya sudah cukup untuk memasak berbagai menu.

Supaya hemat waktu dan listrik, kamu bisa menerapkan teknik one-pot cooking, yaitu memasak nasi sekaligus menaruh wadah kukusan di atasnya untuk memasak telur, sayuran, atau lauk lainnya. Sekali masak, nasi dan laukmu bisa matang bersamaan. Kalau bingung mau masak apa, kamu tinggal cari inspirasi resep makanan kosan di media sosial agar menunya lebih beragam

c. Alokasi Dana Transportasi

Urusan bolak-balik dari kos ke kampus juga bisa buat kantong bolong kalau salah strategi dalam memilih transportasi. Opsi paling ramah kantong adalah mengandalkan transportasi umum seperti bus kampus, angkot, atau MRT/LRT yang ada di kota perantauanmu.

Biarpun harus berjalan kaki sedikit ke halte atau tempat pemberhentian, selisih biayanya cukup signifikan kalau dibanding terus-menerus mengandalkan layanan ojek online

Membawa kendaraan sendiri seperti motor juga bisa lebih hemat daripada ojek dan memiliki fleksibilitas yang sama. Tapi kamu juga harus memasukkan pengeluaran ekstra untuk bensin, uang parkir harian, dan biaya servis rutin ke dalam anggaran kalau bawa kendaraan sendiri.

Nah, kalau tidak punya kendaraan, kamu bisa memanfaatkan sistem menebeng teman. Supaya sama-sama enak, tunjukkan rasa menghargai dengan sesekali ikut urun biaya bensin atau traktir mereka sesuatu sebagai bentuk terima kasih agar mereka tidak keberatan ditumpangi.

d. Alokasi Dana Internet

Zaman sekarang hampir tidak ada kegiatan kuliah yang tidak memerlukan internet, entah untuk download materi, kuis di web kampus, sampai kirim tugas kelompok. 

Karena kebutuhan internet ini berjalan hampir 24 jam dengan kuota besar, membeli paket data reguler biasa bakal bikin pengeluaran boros. 

Opsi paling ramah anggaran adalah berburu WiFi gratis. Saat mencari tempat tinggal, usahakan cari kosan yang harganya sudah termasuk fasilitas WiFi, atau pasang WiFi rumahan yang biayanya ditanggung bersama uang kas teman sekamar/serumah.

Kamu juga bisa memaksimalkan WiFi kampus yang biasanya tersebar di setiap gedung secara gratis menggunakan akun mahasiswa. Kalau terpaksa pakai kuota mandiri karena tidak ada WiFi, pilihlah provider yang paling murah dan sinyalnya paling stabil di wilayahmu, atau cari yang menyediakan promo paket khusus mahasiswa.

2. Manfaatkan Diskon Mahasiswa

Ilustrasi membawa kartu identitas / Foto: pexels.com/Ono Kosuki

Selalu bawa KTM atau kartu tanda mahasiswa kemanapun kamu pergi karena banyak sekali layanan yang menyediakan diskon khusus mahasiswa dengan harga yang jauh lebih murah.

Kamu bisa menggunakan kartu ini untuk mendapatkan potongan harga langganan aplikasi kuliah atau hiburan, tiket masuk museum, tarif transportasi umum tertentu, sampai promo menu makanan di sekitar kampus. Ajukan pertanyaan dulu ke kasir apakah tempat tersebut menyediakan diskon khusus mahasiswa atau tidak.

3. Siapkan Dana Darurat

Ilustrasi menyimpan dana darurat / Foto: pexels.com/www.kaboompics.com

Sering kali hidup tidak berjalan sesuai rencana, dan budget yang sudah kita susun rapi bisa berantakan di tengah jalan. Kondisi ini sangat wajar dan bukan berarti kamu tidak bisa atur keuangan, tapi karena sedang mendapati momen dan pengeluaran tidak terduga. 

Atas kemungkinan skenario itulah kamu perlu mempersiapkan dana darurat sejak awal perkuliahan. Dana darurat adalah dana cadangan terpisah yang tidak boleh digunakan kecuali untuk urusan genting dan mendesak, seperti sakit mendadak, laptop rusak mendekati ujian, atau kiriman bulanan dari orang tua telat datang.

4. Cari Pemasukan Tambahan (Jika Mampu)

Ilustrasi kerja paruh waktu / Foto: pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Cara ini cukup menantang karena kamu harus pintar bagi waktu antara kuliah dan kerja. Langkah ini bisa diambil kalau kamu memang butuh uang saku tambahan, atau saat jadwal kuliah sedang senggang.

Kamu bisa coba jadi panitia acara kampus yang dibayar, magang, atau kerja paruh waktu. Sebelum mulai, buat dulu jadwal bulanan agar jamnya nggak bentrok. Kalau dirasa memberatkan, cari alternatif pekerjaan lain yang lebih fleksibel atau atau tidak bekerja dulu.

Sebagaimana dilansir dari blog Victoria University Australia, tidak ada standar baku mengenai anggaran belanja mahasiswa yang paling baik. Semuanya kembali pada situasi keuangan, wilayah perantauan, serta kebutuhan pribadi tiap orang tidak bisa disamakan. 

Itulah kenapa penting sekali melacak pengeluaran selama beberapa minggu atau sebulan pertama untuk melihat ke mana perginya uangmu dan data itu bisa dipakai untuk membuat rencana keuangan yang paling pas. 

Idealnya, anggaranmu harus bisa menutup kebutuhan pokok, lalu sisanya dibagi untuk dana darurat, tabungan, dan sedikit uang jajan. Kamu selalu bisa mengevaluasi pengeluaran dan mengubahnya sesuai kebutuhan.

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE