3 Sikap Natural Orang yang Benar-benar Baik Hati

Nadya Quamila | Beautynesia
Minggu, 04 Jan 2026 15:00 WIB
3 Sikap Natural Orang yang Benar-benar Baik Hati
Sikap Natural Orang yang Benar-benar Baik Hati/Foto: Freepik

Kebaikan sejati tidak diukur dari seberapa banyak teman yang dipunya, seberapa populer kita, atau bahkan berapa banyak perbuatan baik yang kita lakukan dalam setahun. Orang yang benar-benar baik hati bisa dilihat dari sikap natural mereka dalam sehari-hari.

Menjadi manusia yang baik bukan berarti kita tidak pernah melakukan kesalahan atau selalu memiliki kata-kata sempurna untuk diucapkan kepada orang lain. Tapi tentang bertindak dengan integritas dan kasih sayang. Orang yang benar-benar baik hati dapat membuat orang lain merasa nyaman dan dihormati saat berada di dekatnya. Mereka melakukannya bukan untuk pujian, tapi karena itulah sosok diri mereka sebenarnya.

Dirangkum dari Your Tango, berikut ini sikap natural yang dimiliki orang yang benar-benar baik hati.

Melakukan Kebaikan Tanpa Mengharapkan Apa pun

Orang yang benar-benar baik hati tidak pilih-pilih ketika melakukan kebaikan. Sebesar atau sekecil apa pun, mereka akan melakukannya.

Sikap Natural Orang yang Benar-benar Baik Hati/Foto: Freepik/benzoix

Orang yang benar-benar baik hati tidak pilih-pilih ketika melakukan kebaikan. Sebesar atau sekecil apa pun, mereka akan melakukannya. Misalnya, membukakan pintu mobil untuk seseorang atau mempersilakan orang asing untuk menyeberang jalan ketika terjebak di tengah persimpangan. Mereka tidak mencari imbalan apa pun.

"Banyak orang memandang kebaikan sebagai kelemahan, tetapi justru sebaliknya. Itu adalah tanda kekuatan. Itu adalah pergeseran dari 'aku' ke 'kita,' melihat gambaran yang lebih besar, dan meminjamkan kekuatan dan dukungan Anda kepada seseorang," ungkap pakar Robyne Hanley-Dafoe.

Mereka tidak bertanya pada diri sendiri manfaat apa yang mereka dapatkan dari berbuat baik kepada seseorang. Sebaliknya, mereka melakukannya karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

Bertanggung Jawab atas Tindakannya

Sikap natural yang dimiliki orang benar-benar baik hati adalah mereka mau mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas perilaku mereka. Mereka merenungkan dan mengakui kesalahan mereka sehingga mereka dapat belajar dan melanjutkan hidup.

Sikap Natural Orang yang Benar-benar Baik Hati/Foto: Freepik

Sikap natural yang dimiliki orang benar-benar baik hati adalah mereka mau mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas perilaku mereka. Mereka merenungkan dan mengakui kesalahan mereka sehingga mereka dapat belajar dan melanjutkan hidup.

"Ini bukan tentang menjadi sempurna atau selalu melakukan hal yang benar. Ini tentang melakukan yang terbaik yang kita bisa untuk beroperasi di atas garis lebih sering daripada tidak. Dan ketika kita pasti tergelincir di bawahnya, kita menyadarinya, kita menyesuaikan diri, dan kita memilih lagi, karena cara kita menghargai diri sendiri dan hadir dalam momen-momen kecil membangun kehidupan yang terasa selaras," jelas pakar Robyne Hanley-Dafoe.

Mereka memilih untuk fokus pada apa yang salah dan bagaimana mereka dapat memperbaikinya, bukan menyalahkan orang lain. Mampu bertanggung jawab dengan cara itu berarti mereka tumbuh dan belajar dari kesalahan mereka.

Mendengarkan untuk Memahami, Bukan Menang

Orang yang benar-benar baik hati tidak memikirkan bagaimana mereka dapat membuktikan diri mereka benar. Mereka memilih untuk fokus pada kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Sikap Natural Orang yang Benar-benar Baik Hati/Foto: Freepik

Orang yang benar-benar baik hati tidak memikirkan bagaimana mereka dapat membuktikan diri mereka benar. Mereka memilih untuk fokus pada kemampuan memahami sudut pandang orang lain. Ketika mereka berada di tengah-tengah perselisihan atau argumen dengan seseorang, hal itu tidak secara otomatis menjadi semacam kompetisi di mana mereka harus menang.

"Kemampuan mendengarkan dan berempati adalah ciri khas komunikator, pemimpin, dan terapis yang baik. Kemampuan mendengarkan dapat dipelajari, tetapi kenyataannya, beberapa orang cenderung menjadi pendengar yang lebih baik daripada yang lain," kata psikolog Diana Raab.

Mereka mendengarkan untuk memahami, bukan untuk menang. Ini bukan tentang mendahulukan ego mereka, tapi tentang koneksi dan keinginan tulus untuk mengetahui mengapa seseorang merasakan hal itu. Mereka tidak mencoba untuk menyela atau mengabaikan perasaan dan pikiran orang lain. Mereka hanya duduk santai dengan telinga dan hati yang terbuka lebar.

Beauties, itulah sikap natural yang dimiliki orang benar-benar baik hati. Adakah yang kamu miliki juga?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE