3 Mitos Sejarah yang Masih Banyak Orang Percaya Sampai Sekarang
Sejarah sering kali dipahami secara keliru karena informasi yang diwariskan dari masa ke masa tidak selalu melalui proses verifikasi yang memadai. Cerita turun-temurun, buku pelajaran lama yang tidak diperbarui, serta representasi sejarah dalam budaya populer seperti film dan novel kerap membentuk narasi yang menyederhanakan atau bahkan menyimpang dari fakta sejarah sebenarnya.
Akibatnya, banyak mitos sejarah diterima sebagai kebenaran umum tanpa pernah dipertanyakan kembali. Oleh karena itu, melalui artikel yang dilansir dari Fodmap Everyday ini, yuk, kaji ulang pemahaman tersebut dengan mengungkap mitos-mitos sejarah populer yang keliru sekaligus meluruskan fakta berdasarkan kajian yang lebih akurat.
Columbus “Menemukan” Amerika
![]() Sejarah populer yang keliru kerap menyebut Columbus sebagai penemu Amerika/Foto: Freepik |
Narasi bahwa Columbus “menemukan” Amerika tidak sepenuhnya tepat, karena jauh sebelum kedatangannya pada tahun 1492, jutaan masyarakat pribumi telah lama tinggal di seluruh wilayah Amerika, dengan kota-kota yang maju, jalur perdagangan, serta sistem pertanian yang berkembang. Kedatangan Columbus hanya menghubungkan Eropa dengan sebuah dunia yang telah lama tumbuh dan berfungsi.
Bahkan, bukti arkeologis memperlihatkan bahwa peradaban-peradaban tersebut telah berkembang selama lebih dari 15.000 tahun. Meski demikian, pelayaran Columbus menandai awal kolonisasi Eropa yang kemudian membentuk ulang perdagangan global dan pola migrasi dunia.
Pada Abad Pertengahan, Masyarakat Dianggap Percaya bahwa Bumi Itu Datar
Sejarah populer yang keliru tentang keyakinan Bumi datar sering dilekatkan pada masyarakat Eropa abad pertengahan/Foto: Freepik
Hampir semua kalangan terpelajar di Eropa abad pertengahan memahami bahwa Bumi berbentuk bulat berdasarkan pengetahuan yang telah diwariskan sejak Yunani Kuno. Para cendekiawan Yunani Kuno telah membuktikan kebulatan Bumi melalui pengukuran bayangan dan pengamatan terhadap kapal yang perlahan menghilang di balik cakrawala dengan bagian lambung lebih dahulu.
Mitos tentang keyakinan Bumi datar justru muncul jauh kemudian hari, tepatnya pada abad ke-19, ketika sejumlah penulis menciptakannya untuk mengejek periode yang mereka sebut sebagai “dark ages”. Kesalahpahaman ini bahkan terus diajarkan di sekolah-sekolah selama puluhan tahun karena banyak pendidik tidak menyadari bahwa narasi tersebut tidak memiliki dasar sejarah.
Napoleon Sangat Pendek
Mitos sejarah tentang Napoleon yang sangat pendek berakar dari kesalahan penerjemahan satuan tinggi badan Prancis/Foto: CNN Indonesia
Napoleon sering dianggap sebagai sosok yang sangat pendek, tetapi anggapan ini berasal dari kesalahan penerjemahan data historis. Catatan resmi Prancis mencatat tinggi badannya sebesar 5 kaki 2 inci (sekitar 168 cm) berdasarkan satuan lama Prancis, yang setara dengan sekitar 5 kaki 6-7 inci dalam sistem pengukuran modern.
Propaganda Inggris pada masa itu sengaja memanfaatkan kekeliruan ini dengan menggambarkan Napoleon sebagai tokoh bertubuh kecil untuk merendahkan wibawa dan kekuasaannya. Seiring berjalannya waktu, narasi tersebut terus diwariskan hingga mitos sejarah tentang tinggi badan Napoleon lebih dikenal luas daripada fakta yang sesungguhnya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
