3 Kebiasaan Buruk Orang Ketika Meminta Maaf

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Senin, 15 Jun 2026 10:30 WIB
3 Kebiasaan Buruk Orang Ketika Meminta Maaf
Kesalahan orang saat meminta maaf/Foto: Magnific.com/Wayhomestudio

Beauties, kenapa sih kita harus meminta maaf? Ketika melakukan kesalahan atau menyakiti orang lain, kita harus meminta maaf kepada mereka dengan tulus. Melalui minta maaf, kita dapat mengakui kesalahan, mengungkapkan penyesalan, serta membahas apa yang boleh dan tidak boleh dalam hubungan.

Namun sayangnya, tidak semua orang memahami esensi dari meminta maaf. Bahkan, banyak yang mengucapkan “Aku minta maaf” tetapi tidak tahu letak kesalahannya. Imbasnya, minta maaf hanyalah omong kosong dan kesalahan yang sama kembali terulang.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh orang-orang ketika minta maaf. Permintaan maaf yang tidak sesuai etika pada akhirnya hanya memperburuk hubungan, bukan memperbaikinya.

Berikut ini tiga hal paling dasar kebiasaan buruk orang ketika minta maaf. Yuk, simak!

1. Meminta Maaf Lewat Pesan Teks

Kebiasaan buruk orang ketika minta maaf/Foto: Magnific.com/Benzoix

Meminta maaf sebaiknya disampaikan secara langsung jika memungkinkan karena terlihat lebih tulus ketimbang hanya pesan teks. Meminta maaf lewat teks, orang tidak bisa melihat apakah permintaan maaf itu benar-benar tulus atau sekadar formalitas.

“Kita perlu memberikan perhatian penuh saat meminta maaf dan mengesampingkan teknologi,” kata Diane Gottsman selaku ahli etiket, mengutip Huffpost. “Biarkan orang lain mendengar suara dan melihat ekspresi wajah kita.”

Jika tidak memungkinkan bertemu secara fisik, kita bisa berkomunikasi lewat videocall atau semacamnya. Setidaknya, lawan bicara merasakan bahwa kita benar-benar tulus meminta maaf.

2. Terlalu Banyak “Tapi” dan Menyalahkan Orang Lain

Kebiasaan buruk orang ketika minta maaf/Foto: Magnific.com/Drobotdean

Kebiasaan minta maaf dengan cara seperti ini masih sering dilakukan. Padahal, itu adalah salah satu cara terburuk dalam meminta maaf.

Saat membuat kesalahan, kita harus berani bertanggung jawab bukan malah defensif dan melempar kesalahan pada orang lain. Menyebut-nyebut nama orang lain dan terus menggunakan kata “tapi” dalam permintaan maaf hanya akan memperburuk keadaan, bukan menyelesaikan masalah.

Hindari frasa:

  • “Aku minta maaf tapi itu bukan yang mau aku lakukan.”
  • “Aku minta maaf jika itu menyinggungmu. Padahal, aku cuma…”
  • “Itu terjadi karena dia. Kalau tadi dia tidak ganggu, pekerjaan ini sudah selesai.”

Coba beralih dengan mengucapkan:

  • “Itu bukan niatku, dan aku sangat menyesal ini terjadi padamu. Aku akan lebih berhati-hati tentang hal ini.”
  • “Aku minta maaf. Aku akui, aku lepas kontrol. Tidak seharusnya aku bertindak seperti itu.”

3. Terlalu Lama dan/atau Terburu-Buru Menyampaikan Permintaan Maaf

Kebiasaan buruk orang ketika minta maaf/Foto: Magnific.com/Tirachardz

Selanjutnya, kebiasaan buruk orang ketika minta maaf adalah terlalu lama berpikir untuk menyampaikan permintaan maaf dan terburu-buru tanpa benar-benar tahu kesalahannya.

Menyampaikan permintaan maaf dengan terburu-buru memang bukan ide yang sepenuhnya bagus. Terkadang, orang butuh waktu untuk menenangkan diri agar bisa berpikir jernih sebelum meminta maaf. Begitu pun sebaliknya, orang yang dilukai.

Namun, menunggu terlalu lama hingga berhari-hari juga tidak baik karena dapat memperburuk situasi. Hal tersebut diungkapkan oleh pakar etiket Jacqueline Whitmore.

“Jangan ditunda, segeralah minta maaf ketika melakukan atau mengatakan sesuatu yang merugikan orang lain. Itu dapat menyelamatkan kita dari masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Itulah kebiasaan buruk ketika meminta maaf yang kerap dilakukan oleh sebagian orang. Ingat, menyampaikan permintaan maaf harus dilandasi dengan kerendahan hati. Sebab, kerendahan hati adalah kunci penyesalan yang tulus.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE