3 Kalimat yang Orang Pakai saat Menyembunyikan Lelah Emosional

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Rabu, 04 Feb 2026 19:30 WIB
3 Kalimat yang Orang Pakai saat Menyembunyikan Lelah Emosional
Lelah emosional sering tidak terlihat karena seseorang tetap tampak berfungsi seperti biasa/Foto: Freepik/wayhomestudio

Tidak semua kelelahan terlihat secara fisik, karena ada kondisi ketika seseorang tampak baik-baik saja padahal sebenarnya sedang terkuras secara emosional. Lelah emosional ini sering kali disamarkan lewat kalimat-kalimat yang terdengar biasa, ringan, bahkan terkesan santai sehingga orang lain sulit menyadari bahwa ada beban yang sedang dipendam.

Padahal, memahami makna di balik ucapan untuk menyembunyikan perasaan semacam itu dapat membantu kita lebih peka, baik terhadap kondisi diri sendiri maupun terhadap orang-orang di sekitar yang mungkin sedang berjuang dalam diam. Yuk, mulai lebih sadar pada kata-kata yang kita ucapkan dan dengarkan sehari-hari yang merupakan tanda kelelahan mental seperti yang dilansir dari Artful Parent ini!

“Terserah”

Lelah emosional dapat tercermin dari respons singkat seperti “terserah” dalam percakapan sehari-hari. Kalimat tersebut biasanya muncul bukan karena benar-benar tidak peduli, melainkan karena energi untuk menjelaskan sudah habis. Sikap ini sering menjadi penanda bahwa beban batin sedang meningkat.
Lelah emosional sering tersembunyi di balik kata “terserah” yang terdengar sederhana/Foto: Freepik

Kalimat ini sering terlontar ketika seseorang sudah terlalu lelah untuk berdebat atau menjelaskan sesuatu. Biasanya, ungkapan ini kerap muncul dalam situasi ketika terjadi perbedaan pendapat sederhana, tetapi energi untuk menanggapi sudah menurun.

Ungkapan tersebut biasanya tidak dimaksudkan secara harfiah, tetapi lebih sebagai makna tersirat bahwa tidak ada lagi tenaga untuk menegosiasikan hal yang sedang dibicarakan. Kata ini bisa terdengar seperti sikap tidak peduli, padahal sering kali merupakan tanda samar dari kelelahan emosional. Bagi pengucapnya, menghentikan percakapan terasa lebih mudah daripada terlibat sepenuhnya ketika cadangan energi sedang terkuras.

“Tidak Ada Apa-Apa”

Lelah emosional sering tersembunyi di balik jawaban singkat seperti “tidak ada apa-apa”/Foto: Freepik

Menjawab dengan kalimat ini saat ditanya apa yang salah sering kali bukan berarti semuanya sungguh baik-baik saja. Ungkapan ini kerap digunakan ketika seseorang sebenarnya tidak memiliki kapasitas mental untuk membahas apa yang sedang dirasakan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa meskipun menekan perasaan memang dapat terasa seperti pilihan yang lebih aman, tetapi kebiasaan ini justru akan membuat tekanan emosional menumpuk dari waktu ke waktu. CDC menyebutkan bahwa kesedihan yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi sinyal untuk kita agar melambatkan tempo kehidupan dan meninjau kembali hal-hal yang benar-benar penting.

“Aku Tidak Peduli”

Lelah emosional sering tersembunyi di balik kalimat “aku tidak peduli” yang terdengar sederhana/Foto: Freepik

Ungkapan ini sering kali muncul bukan karena seseorang benar-benar bersikap acuh, melainkan karena kondisi mentalnya sedang terlalu lelah untuk memproses pilihan tambahan. Dalam situasi seperti ini, otak sebenarnya sedang berada dalam kondisi kewalahan sehingga keputusan sekecil apa pun akan terasa menguras energi.

Kalimat ini dapat terdengar dalam berbagai situasi, mulai dari perdebatan, diskusi perencanaan, hingga keputusan sederhana seperti memilih warna cat, menu makanan, atau jadwal kegiatan. Di permukaan, respons tersebut terdengar seperti penolakan atau ketidaktertarikan, padahal yang terjadi adalah sebuah upaya spontan untuk menghindari beban kognitif yang terasa terlalu berat pada saat itu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE