3 Kalimat Tidak Sopan yang Diucap Orang Kurang Beretika Menurut Ahli Public Speaking
Manusia sebagai makhluk sosial tentu harus berkomunikasi dengan orang lain setiap harinya. Namun, tak dapat dihindari bahwa terkadang komunikasi berjalan kurang baik.
Terkadang, kita dihadapkan dengan hubungan komunikasi buruk, yang membuat jengkel, tersinggung, hingga marah. Penyebabnya pun sederhana, bisa karena kalimat yang diucapkan saat mengobrol.
Yap, beberapa kalimat dapat menunjukkan kurangnya sopan santun dan kurang beretika seseorang. Dalam laman CNBC Make It, John Bowe, seorang ahli public speaking dan penulis, mengungkap sederet kalimat tidak sopan yang diucap orang kurang beretika. Apa saja kalimat itu? Simak!
“Benar kan?” atau “Ya, Kan?”
Ilustrasi mengobrol/Foto: Freepik/freepik
Menambahkan kata “benar?” atau “ya, kan?” pada akhir kalimat bisa dianggap kurang sopan. Hal ini seolah menekan lawan bicara untuk setuju pada pendapat yang kamu ucapkan, sehingga terkesan manipulatif.
Dalam percakapan, berhenti untuk menggiring orang untuk setuju pada pendapatmu. Berikan mereka ruang atau kebebasan untuk menyampaikan pendapatnya sendiri.
Alternatif kalimat yang bisa digunakan adalah pada akhir kalimat saat bertanya untuk mengetahui pendapatnya, kamu bisa dengan mengatakan “Bagaimana menurutmu?”.
“Begini Masalahnya…”
Ilustrasi mengobrol/Foto: Freepik.com
Kalimat di atas menandakan bahwa seseorang ingin memberikan penjelasan. Namun, yang terdengar di lawan bicara bisa terdengar kurang sopan.
Mengatakan “Begini masalahnya…” dapat terkesan sombong dan sok tahu, seolah-olah hanya pendapatmu yang benar dan tidak bisa diganggu gugat. Orang yang benar-benar berwibawa tidak akan membuang waktu untuk pembukaan yang bertele-tele tersebut.
Alternatif kalimat yang bisa digunakan untuk mengganti kalimat di atas adalah dengan mengatakan, “Menurutku…” atau “Saya pikir…”. Hal ini menghilangkan kesan bahwa kamu mengeluarkan kalimat sombong.
“Ya sudahlah”
Ilustrasi mengobrol/Foto: Freepik/freepik
Terakhir, kalimat tidak sopan lainnya adalah mengatakan “Ya sudahlah” pada akhir pembicaraan. Kalimat itu memiliki kesan meremehkan, seolah menyuruh lawan bicara untuk berhenti mengeluh dan menganggap remeh perasaannya.
Kalau kamu mengucapkannya bisa terkesan sebagai orang kurang beretika dan kurang empati, karena kamu tidak memedulikan perasaan orang lain.
Alternatif kalimat yang bisa kamu gunakan sebagai gantinya adalah mengatakan “Itu pasti berat. Saya turut prihatin atas apa yang kamu alami.” Hal ini lebih menunjukkan bahwa mereka didengar dan kamu berempati padanya.
Beauties, itu dia kalimat tidak sopan yang diucap orang kurang beretika. Bagaimana, kamu pernah mengucapkan salah satunya?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!