3 Kalimat Sehari-hari yang Ternyata Bentuk Gaslighting
Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis di mana seseorang membuat orang lain meragukan persepsi, ingatan, atau penilaiannya sendiri. Dampak dari gaslighting dalam kehidupan sehari-hari sangat luas, mulai dari kebingungan, rendahnya rasa percaya diri, hingga stres dan kecemasan yang berkepanjangan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari Fodmap Everyday, berikut ini kalimat sehari-hari yang mungkin tampak biasa, tetapi sebenarnya bisa menjadi bentuk gaslighting. Pelajari lebih lanjut tentang kalimat gaslighting ini agar dapat melindungi diri dan berinteraksi dengan lebih sadar dalam setiap komunikasi.
“Reaksimu Berlebihan”
![]() Kalimat gaslighting seperti “reaksimu berlebihan” sering digunakan untuk meremehkan respons emosional seseorang/Foto: Freepik |
Saat seseorang berkata bahwa kamu bereaksi berlebihan, mereka sebenarnya meremehkan perasaanmu dan mengubah interpretasi pengalamanmu. Reaksimu yang seharusnya wajar kemudian dianggap tidak rasional sehingga membuatmu berada dalam posisi defensif dan meragukan emosi sendiri. Jika terus terjadi, kamu bahkan bisa ragu untuk menyampaikan perasaan yang sesungguhnya.
Perilaku ini adalah bentuk gaslighting yang pasif, di mana kebenaran emosionalmu dipelintir sesuai narasi orang lain. Meskipun kata-kata tersebut terdengar sepele, secara perlahan, hal itu akan mengikis kemampuanmu untuk mempercayai diri sendiri.
“Kamu Selalu Membuat Segalanya tentang Dirimu”
Bentuk gaslighting seperti “Kamu selalu membuat segalanya tentang dirimu” menekan pendapat tanpa terlihat menyerang secara langsung/Foto: Freepik
Kalimat ini berfungsi untuk mengalihkan tanggung jawab dan memutarbalikkan situasi. Dengan menuduh bahwa kamu selalu membuat segalanya tentang dirimu, pelaku seolah menyatakan bahwa memiliki pendapatmu sendiri adalah sebuah masalah.
Secara halus, kalimat ini menyingkirkan kekhawatiranmu dan mengalihkan perhatian dari tindakan mereka sendiri. Akibatnya, kamu merasa bersalah hanya karena menyampaikan pendapat, dan rasa bersalah inilah yang menjadi jejak manipulasi. Lebih dari sekadar tidak sopan, kalimat gaslighting ini adalah upaya sengaja agar kamu tetap diam.
“Aku Cuma Bercanda”
Kalimat gaslighting seperti “aku cuma bercanda” kerap dipakai untuk menutupi ucapan yang menyakiti orang lain/Foto: Freepik
Kalimat “aku hanya bercanda” sering digunakan untuk menutupi komentar yang menyakitkan sekaligus menghindari tanggung jawab atas dampaknya. Studi ResearchGate tahun 2024 terhadap 154 orang dewasa muda menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara paparan perilaku manipulatif, termasuk gaslighting, dengan peningkatan kecemasan dan penurunan harga diri. Temuan ini menegaskan bahwa ucapan yang dianggap sebagai lelucon pun dapat menimbulkan dampak psikologis yang nyata.
Dalam situasi seperti itu, seseorang dapat terdorong untuk meragukan perasaannya sendiri dan menganggap dirinya berlebihan. Kesadaran akan hal ini membantu memahami bahwa humor dapat digunakan sebagai alat manipulasi sehingga individu berhak mengakui rasa sakit yang dialami tanpa merasa perlu meminta maaf.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
