3 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Enakan
Dalam konteks sosial, “tidak enakan” merujuk pada kecenderungan seseorang untuk menghindari konflik atau situasi tidak nyaman dengan cara mengutamakan perasaan orang lain, bahkan jika itu berarti harus mengorbankan kebutuhan diri sendiri.
Kecenderungan people pleaser ini cukup umum ditemukan dalam budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai sopan santun, harmoni, dan sikap saling menghargai sehingga seseorang terbiasa menjaga hubungan sosial agar tetap kondusif.
Di satu sisi, sikap tidak enakan dapat memperkuat empati dan mempererat relasi, tetapi di sisi lain juga berpotensi menimbulkan tekanan batin, kesulitan menetapkan batasan, hingga kelelahan emosional. Melalui artikel yang dilansir dari Ashley Janssen ini, pembahasan lebih dalam akan difokuskan pada ciri kepribadian dari orang tidak enakan ini. Yuk, baca dan pahami agar tetap bisa menghargai orang lain tanpa mengabaikan diri sendiri!
Kesulitan dalam Menetapkan Batasan
![]() People pleaser umumnya mengalami hambatan dalam menetapkan batasan yang jelas dalam hubungan sosial/Foto: Freepik |
Ketidakmampuan dalam menetapkan batasan sering kali membuatmu sulit menolak permintaan orang lain, bahkan ketika dirimu sedang tidak memiliki waktu, energi, atau keinginan untuk memenuhinya. Dalam situasi seperti ini, keputusan untuk mengatakan "iya" bukan didasarkan pada kesiapan pribadi, melainkan dorongan untuk menjaga perasaan orang lain agar tidak kecewa atau tersinggung.
Kebiasaan ini bisa terjadi berulang tanpa disadari hingga akhirnya menjadi pola perilaku yang melelahkan karena kebutuhan dirimu sendiri cenderung terabaikan. Pada akhirnya, kamu lebih fokus pada kenyamanan orang lain dibandingkan kondisi dirimu sendiri meskipun hal itu berpotensi menimbulkan tekanan atau kelelahan secara emosional.
Membenci dan Menghindari Konflik
People pleaser sering merasa tidak nyaman dengan konflik dan cenderung menghindarinya/Foto: Freepik
Kamu termasuk pribadi yang tidak nyaman dengan konflik dan cenderung berusaha menghindarinya sebisa mungkin. Situasi yang melibatkan perbedaan pendapat, ketegangan, atau potensi pertentangan dapat memicu rasa cemas pada dirimu sehingga kamu lebih memilih menjaga jarak dari konfrontasi langsung.
Kepekaanmu terhadap perubahan kecil dalam ekspresi, nada bicara, maupun bahasa tubuh orang lain membuatmu cepat menangkap tanda-tanda ketegangan. Oleh karena itu, kamu sering mengambil langkah untuk meredam situasi, termasuk dengan menyesuaikan diri atau mengalah.
Cenderung Mencari Validasi Eksternal
People pleaser cenderung mencari validasi eksternal sebagai dasar kepercayaan diri/Foto: Freepik
Kamu yang mencari validasi dari luar biasanya menggantungkan rasa percaya dirinya pada penilaian orang lain. Kamu membutuhkan persetujuan, pengakuan, atau respons positif dari orang lain untuk merasa yakin terhadap dirimu sendiri. akibatnya, nilai dirimu menjadi tidak stabil karena sangat bergantung pada opini eksternal.
Dalam keseharian, hal ini terlihat dari sulitnya mengambil keputusan secara mandiri karena selalu merasa perlu meminta pendapat atau memastikan bahwa pilihanmu dianggap benar oleh orang lain. Selain itu, kritik maupun pujian dari orang lain dapat dengan cepat memengaruhi suasana hati dan cara pandangmu terhadap diri sendiri.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
