3 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Mengungkapkan Perasaan
Tidak semua orang terbiasa mengekspresikan perasaannya secara terbuka. Dalam banyak situasi sosial, ada individu yang memang cenderung sulit mengekspresikan emosi dan memilih menyimpan apa yang mereka rasakan untuk diri sendiri.
Sikap ini sering kali disalahartikan sebagai tanda bahwa mereka dingin, tidak peduli, atau sulit didekati, padahal pada banyak kasus, mereka hanya memiliki cara yang berbeda dalam mengelola dan mengekspresikan perasaannya.
Di balik sikap yang tampak tenang tersebut, biasanya ada beberapa ciri kepribadian tertentu yang cukup sering muncul pada orang yang jarang mengungkapkan perasaan. Lalu, seperti apa saja ciri orang yang jarang mengungkapkan perasaan ini? Simak penjelasannya dalam artikel yang dilansir dari My Inner Creative berikut ini!
Menunjukkan Kepedulian Melalui Tindakan yang Praktis
![]() Ciri orang yang jarang mengungkapkan perasaan terlihat dari perhatian yang disampaikan melalui tindakan/Foto: Freepik |
Sebagian orang menunjukkan kepeduliannya melalui tindakan yang sederhana dan praktis. Jika kamu salah satunya, kamu biasanya tidak banyak mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang manis atau pernyataan emosional, sebaliknya perhatianmu terlihat dari hal-hal kecil yang kamu lakukan, seperti mengirimkan tautan lowongan pekerjaan yang mungkin cocok untuk seseorang atau diam-diam membereskan piring setelah orang lain memasak.
Bagi orang yang terbiasa menunggu ungkapan perasaan secara langsung, caramu ini mungkin bisa terasa membingungkan. Namun, bagi kamu yang memang sulit mengekspresikan emosi, memberi bantuan secara nyata sering menjadi cara untuk menunjukkan kepedulian tanpa membuatmu merasa canggung.
Cenderung Menghindari Percakapan yang Bersifat Emosional
Ciri orang yang jarang mengungkapkan perasaan biasanya menghindari percakapan yang menyentuh emosi/Foto: Freepik
Bagi kamu yang jarang mengekspresikan perasaan, disengat lebah akan jauh terasa lebih baik daripada harus menjalani percakapan yang tulus dan rentan tentang perasaamu. Ketika pembicaraan mulai menyorot emosimu, respons yang sering kamu tunjukkan adalah dengan bergurau atau mengalihkan topik. Sikap ini sendiri biasanya bukan wujud ketidakpedulian, melainkan hanya caramu melindungi diri.
Dalam beberapa kasus, kecenderungan ini berkaitan dengan kondisi yang oleh psikolog disebut alexithymia, yaitu kesulitan mengenali dan mengungkapkan emosi. Akibatnya, meskipun kamu sebenarnya peduli, sering kali kamu tidak menemukan kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang kamu rasakan.
Ahli Dalam Menyabotase Diri Sendiri
Ciri kepribadian seseorang yang sulit mengekspresikan emosi sering terlihat dalam cara mereka menjaga jarak dalam hubungan/Foto: Freepik
Kamu yang sulit mengekspresikan emosi bisa mencintai seseorang dengan sangat dalam, tetapi pada saat yang sama merasa takut jika harus membuka diri sepenuhnya. Perpaduan antara perasaan sayang dan ketakutan akan kerentanan ini sering menimbulkan dinamika tarik-ulur dalam hubungan.
Ketika hubungan mulai berjalan baik, kamu justru bisa tiba-tiba menjauh atau memicu konflik karena hal-hal kecil. Ini merupakan upaya tidak sadar untuk menciptakan jarak sebelum orang lain benar-benar melihat apa yang kamu rasakan.
Dari luar, sikap seperti ini sering terlihat dingin dan terkesan penuh perhitungan. Padahal di dalam diri, yang terjadi justru pergulatan antara rasa takut dan penyesalan. Dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan avoidant attachment style, yaitu kecenderungan untuk menghindari kedekatan karena merasa terancam ketika hubungan mulai menjadi lebih intim.
Situasi tersebut memang tidak mudah dipahami oleh orang lain. Namun, di balik sikap yang terlihat menjaga jarak, sebenarnya perasaan cinta tetap ada, hanya saja tersembunyi di balik pertahanan emosional yang kuat.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
