3 Cara Mengenali Orang yang Haus Perhatian Dilihat dari Kalimatnya Sehari-hari
Beauties, kamu mungkin pernah bertemu seseorang yang haus perhatian. Mereka akan melakukan apa saja demi membuat diri mereka diperhatikan oleh orang-orang sekitarnya.
Di dalam pergaulan, mereka akan berusaha melontarkan kalimat-kalimat yang akan membuat perhatian tertuju kepada mereka saja. Bagi orang lain, sikap mereka ini bisa jadi sangat melelahkan dan bahkan membuat mereka dijauhi.
Dirangkum dari Your Tango, berikut ini cara mengenali orang yang haus perhatian dilihat dari kalimatnya sehari-hari!
“Tidak Ada yang Peduli denganku”
Cara Mengenali Orang yang Haus Perhatian Dilihat dari Kalimatnya Sehari-hari/Foto: Magnific.com
Cara mengenali orang yang harus perhatian dilihat dari kalimatnya adalah mereka sering mengucapkan “Tidak ada yang peduli denganku.” Buat orang yang berhati tulus, kalimat ini membuat mereka merasa bersalah.
Di sisi lain, orang yang haus perhatian berharap kalimat ini akan membantu mereka mendapatkan perhatian yang mereka dambakan.
“Kamu Lihat yang Aku Posting di Medsos Nggak?”
Cara Mengenali Orang yang Haus Perhatian Dilihat dari Kalimatnya Sehari-hari/Foto: Magnific.com
Media sosial menjadi salah satu wadah yang sangat dimanfaatkan oleh orang yang haus perhatian demi mendapatkan atensi. Bagi mereka, jumlah like yang banyak adalah hal yang sangat penting.
Ketika berada di perkumpulan, mereka akan bertanya, “Kamu lihat yang aku posting di medsos nggak?”. Kalimat ini mengandung harapan bahwa orang lain akan memuji mereka. Bahkan, mereka juga membayangkan bahwa orang lain akan mengatakan bahwa postingan mereka sangat menakjubkan. Mereka senang mengobrol tentang postingan mereka di media sosial sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan.
“Aku Tidak Pernah Merasa Cukup Baik”
Cara Mengenali Orang yang Haus Perhatian Dilihat dari Kalimatnya Sehari-hari/Foto: Magnific.com
Ketika seseorang mendambakan perhatian, mereka akan menggunakan kalimat “Aku tidak pernah merasa cukup baik” untuk menarik simpati orang-orang. Selain itu, mereka berharap dengan mengucapkan kalimat ini orang-orang sekitarnya akan mengatakan bahwa hal itu tidak benar, bahwa mereka lebih dari cukup.
Namun, jika kalimat ini terus diucapkan, orang lain yang mendengar bisa merasa jenuh dan tidak lagi bersimpati.
Kebanyakan kasus, orang yang haus perhatian tidak akan pernah merasa cukup dengan validasi yang ia dapatkan. Mereka akan terus mengejar validasi eksternal, berharap orang-orang akan terus memberikan perhatian dan meyakinkan mereka.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!