10 Festival Musim Semi Paling Populer di Dunia, Tertarik Berkunjung?

Natasha Riyandani | Beautynesia
Jumat, 01 May 2026 11:00 WIB
10 Festival Musim Semi Paling Populer di Dunia, Tertarik Berkunjung?
Sederet festival musim semi paling populer di dunia/ Foto: Unsplash.com/Syadza Salsabyla

Musim semi menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh masyarakat dengan empat musim. Setelah berbulan-bulan merasakan dinginnya musim salju dan beraktivitas terbatas di dalam ruangan, kini saat yang tepat untuk menyambut beragam aktivitas luar ruangan yang seru dan menarik.

Ada banyak negara yang merayakan musim semi dengan menggelar festival meriah dan tradisi unik. Mulai dari menikmati berseminya bunga sakura di Jepang hingga keseruan perang air di Thailand.

Dilansir dari Odysseys Unlimited, berikut 10 festival musim semi paling populer di dunia yang bisa dijadikan alternatif liburan!

1. Hanami – Jepang

Hanami/ Foto: Unsplash.com/Nichika Sakurai

Masyarakat Jepang merayakan musim semi dengan berpiknik sambil menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran. Tradisi ini dikenal dengan Hanami. Mereka akan berkumpul di bawah pohon sakura bersama keluarga, teman, atau pasangan sambil menyantap makanan dan minuman yang dibawa.

Tradisi Hanami diketahui berasal dari periode Nara, yang berawal dari kepercayaan bahwaa pohon sakura mengabadikan dewa dan melambangkan apresiasi terhadap keindahan yang singkat.

Sampai saat ini, Hanami menjadi salah satu tradisi yang dinanti-nantikan orang Jepang untuk berkumpul dan bercengkrama, baik siang maupun malam dengan bunga sakura mekar sebagai latar belakangnya.

2. Jinhae Cherry Blossom – Korea Selatan

Jinhae Cherry Blossom/ Foto: Unsplash.com/Minseok Kwak

Kota Jinhae bukan sekadar tempat melihat bunga, melainkan rumah bagi festival bunga sakura terbesar dan paling populer di Korea Selatan. Ada sekitar 350.000 pohon sakura yang bermekaran di sepanjang jalanan kota.

Festival ini berlangsung sekitar seminggu, biasanya diadakan setiap akhir Maret hingga awal April, di mana suhu kota sedang hangat-hangatnya dan bunga sakura telah mekar sempurna.

Berkunjung ke kota ini saat musim semi, Beauties bisa merasakan berjalan dengan beratapkan sakura. Selain menikmati pemandangan, ada pula pertunjukan Military Band and Honor Guard, kuliner lokal, hingga kerajinan tangan yang dibuka oleh penduduk Jinhae.

3. Songkran – Thailand

Songkran/ Foto: Unsplash.com/CJ

Sejatinya, Songkran merupakan perayaan tahun baru tradisional masyarakat Thailand. Songkran berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “pergeseran” atau “perubahan”, menandai dimulainya tahun baru. Secara tradisi, perayaan ini menjadi momen untuk membersihkan diri, membuang kesialan, mendatangkan berkah, dan berakhir dengan mengunjungi kuil.

Songkran biasanya berlangsung sekitar tanggal 13-15 April setiap tahunnya, bertepatan dengan puncak musim semi. Festival ini terkenal akan kemeriahannya, di mana perang air terbesar dilakukan di seluruh negeri dengan menggunakan pistol air, ember, dan selang.

Adapun lokasi populer perayaan Songkran berada di Chiang Mai dan Bangkok, sebagai pusat pesta terbesarnya

4. Holi – India

Holi/ Foto: Unsplash.com/Dibakar Roy

Di India, Holi merupakan salah satu festival paling terkenal yang dirayakan dengan sangat meriah dan penuh semangat. Perayaannya melambangkan kemenangan, kebaikan atas kejahatan, dan datangnya musim semi.

Festival ini berlangsung selama dua hari, di mulai dengan Holika Dahan pada malam sebelum Holi, di mana orang-orang menyalakan api unggun sebagai simbol pemurnian dann mengusir energi negatif.

Keesokan harinya diikuti dengan Rangwali Holi, di mana masyarakat turun ke jalan untuk saling melempar bubuk warna-warni (gulal) dan menyiramkan air berwarna.

Menariknya, bubuk warna yang dilemparkan memiliki makna berbeda-beda. Warna merah melambangkan kesuburan, kuning melambangkan keberuntungan, dan hijau melambangkan awal yang baru.

Pelaksanaan Holi mengikuti kalender Hindu dan jatuh pada hari purnama di bulan Phalguna, biasanya antara akhir Februari hingga Maret. Perayaan ini tidak hanya di India saja, tetapi juga negara di sekitarnya seperti Nepal dan Bangladesh.

5. Canadian Tulip Festival – Kanada

Canadia Tulip Festival/ Foto: Unsplash.com/Kat K

Ibu kota Kanada, Ottawa, menjadi rumah bagi festival tulip terbesar di dunia yang diadakan setiap bulan Mei. Dengan jumlah pengunjung sekitar 500.000 per tahun, yang berasal dari berbagai negara.

Canadian Tulip Festival sendiri merupakan festival untuk merayakan hubungan historis antara Kanada dan Belanda. Dimulai sejak 1953, ketika Belanda mengirimkan ribuan bunga tulip sebagai tanda terima kasih dari Keluarga Kerajaan Belanda atas perlindungan Kanada selama Perang Dunia II.

Selain menampilkan jutaan bunga tulip bermekaran yang indah, ada pula pertunjukan musik, acara budaya, dan pameran sejarah yang bisa pengunjung saksikan.

6. Sechseläuten – Swiss

Sechseläuten/ Foto: Unsplash.com/Aleks

Sechseläuten merupakan festival musim semi tradisional yang sangat populer di Zurich, Swiss. Puncak acara ini ditandai dengan pembakaran Böögg, patung salju raksasa yang diisi dengan kembang api. Boneka ini melambangkan berakhirnya musim dingin dan menyambut musim semi.

Konon, pembakaran boneka salju itu juga menjadi salah satu cara masyarakat Swiss dalam meramal kondisi musim semi mendatang. Apabila boneka salju tersebut meledak pada 6-10 menit pertama, maka musim panas akan terasa kering dan cerah. Sedangkan, jika meledak di menit ke 10-15, maka musim panas akan sering terjadi hujan.

Perayaannya diselenggarakan setiap tahun, biasanya pada hari Senin ketiga di bulan April. Selain pembakaran Böögg, festival ini juga dimeriahkan dengan parade akbar yang menampilkan Zunfzug, yaitu perkumpulan pekerja yang mengenakan berbagai kostum.

7. Bloemencorso Bollenstreek – Belanda

Bloemencorso Bollenstreek/ Foto: dok. Bloemencorso Bollenstreek

Musim semi di Belanda ditandai dengan mekarnya jutaan bunga, terutama tulip yang menjadi ikon utama. Salah satu parade bunga terbesar dan paling populer di negara ini dikenal dengan Bloemencorso Bollenstreek, yang diadakan setiap musim semi.

Festival itu menampilkan kendaraan hias yang megah dan berwarna-warni, dengan menggunakan jutaan bunga seperti tulip, daffodil, dan hyacinth. Ada lebih dari 20 kendaraan hias diiringi marching band akan melintasi rute sepanjang 42 km, dari Noordwijk hingga Haarlem.

Parade ini dapat disaksikan secara gratis karena rutenya melewati jalan-jalan kota, serta melewati daerah ladang bunga, termasuk kota Lisse yang menjadi tempat ladang bunga terbesar di dunia, Keukenhof.

8. Las Fallas – Spanyol

Las Fallas/ Foto: Unsplash.com/Marcel

Kota Valencia di pesisir Mediterania merayakan musim semi dengan Las Fallas, yang berlangsung setiap tahun pada tanggal 15 – 19 Maret. Festival ini identik dengan patung-patung raksasa yang disebut “ninots” yang dibuat dari kayu, kertas, dan bahan lainnya.

Patung-patung ini sering kali menampilkan karikatur yang mengolok-olok selebriti atau politisi, dan dipamerkan di jalan-jalan kota sebelum akhirnya dibakar dalam acara puncak yang disebut “La Cremà” pada malam 19 Maret.

Selain pembakaran patung, Las Fallas juga dimeriahkan dengan parade, pertunjukan kembang api, dan musik yang menggema. Berkat keunikan dan kemegahan perayaan ini, Las Fallas diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

9. Cimburijada – Bosnia

Cimburijada/ Foto: dok. Al Jazeera Balkans

Salah satu festival musim semi yang unik bisa ditemukan di Bosnia dan Herzegovina, khususnya di kota Zenica. Masyarakat setempat merayakan datangnya musim semi dengan sarapan telur dadar besar-besaran, atau dikenal dengan Cimburijada.

Nama “Cimburijada” sendiri berasal dari kata “cimbur”, yang berarti telur orak-arik dalam bahasa Bosnia. Festival ini diadakan setiap tahun pada tanggal 21 Maret, bertepatan dengan hari pertama musim semi.

Masyarakat biasanya akan berkumpul di tepi sungai Bosna untuk memasak telur orak-arik di wajan raksasa, lalu dinikmati bersama warga lokal maupun wisatawan, sambil diiringi musim dan tarian.

Tradisi ini merupakan simbol perayaan kehidupan, awal yang baru, persahabatan, dan kegembiraan menyambut hangatnya musim semi.

10. Spring Equinox in Teotihuacán – Meksiko

Spring Equinox in Teotihuacán/ Foto: Unsplash.com/Edgar Cavazos

Spring Equinox in Teotihuacán merupakan tradisi budaya populer di Meksiko, untuk menyambut musim semi. Berlangsung setiap tahun sekitar tanggal 20 – 21 Maret, saat matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa yang menandai awal musim semi.

Ribuan orang akan berkumpul di Temple of the Sun di Teotihuacán, sebuah situs arkeologi bersejarah, dengan mengenakan pakaian serba putih dan aksesoris merah untuk menyerap energi matahari dan merayakan keseimbangan alam.

Banyak orang mendaki Piramida Matahari dan mengangkat tangan ke arah matahari untuk menyerap energi. Selain itu, ada juga pertunjukan tari adat, ritual pembakaran dupa (copal), dan nyanyian tradisional.

Festival ini merupakan campuran antara astronomi, spiritualitas, dan budaya pra-Hispanik (Aztec) yang menandai awal baru bagi siklus kehidupan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE