Bukan Sekadar Wangi, Tren Fragrance Niche Makin Diminati! YSL Beauty Hadirkan 'COEUR' dengan Sentuhan Patchouli Nusantara

Amelia Ayu Kinanti | Beautynesia
Rabu, 04 Nov 2026 16:15 WIB
Bukan Sekadar Wangi, Tren Fragrance Niche Makin Diminati! YSL Beauty Hadirkan 'COEUR' dengan Sentuhan Patchouli Nusantara
YSL Beauty Hadirkan 'COEUR' dengan Sentuhan Patchouli Nusantara/Foto: Dok. YSL Beauty

Perkembangan tren kecantikan di Indonesia kini kian bergeser. Para pecinta parfum tak lagi sekadar mencari wewangian yang wangi dan fungsional, tetapi mulai beralih ke kreasi niche dan artisanal yang memiliki narasi mendalam. Parfum kini dianggap sebagai medium ekspresi identitas dan kurasi gaya hidup kelas atas.

Menjawab evolusi preferensi yang semakin sophisticated ini, YSL Beauty resmi meluncurkan mahakarya Haute Parfumerie terbarunya di Jakarta, yakni Le Vestiaire des Parfums (LVDP) COEUR.

Terinspirasi dari Jimat Keberuntungan di Panggung Runway

YSL Beauty Hadirkan 'COEUR' dengan Sentuhan Patchouli NusantaraYSL Beauty Hadirkan 'COEUR' dengan Sentuhan Patchouli Nusantara/ Foto: Dok. YSL Beauty

Berbeda dari parfum komersial biasa, COEUR diracik oleh Master Perfumer Daniela Andrier dengan membawa sepotong sejarah privat dari sang maestro mode, Yves Saint Laurent. Wewangian ini adalah interpretasi olfaktori dari Cœur fétiche sebuah bros hati legendaris buatan desainer perhiasan Roger Scemama pada tahun 1961. Jimat berhias kristal merah dan berlian smoky gray ini selalu disematkan pada busana model favorit sang desainer di setiap peragaan busana hingga tahun 2002.

Aroma Kontras Hot-and-Cold dengan Kebanggaan Lokal

Mendobrak pakem wewangian amber konvensional, COEUR menghadirkan sensasi kontras radikal antara panas dan dingin. Semprotan pertamanya menyuguhkan cold aldehydes yang tajam dan dingin bagai kilau logam, lalu perlahan melebur menjadi kehangatan carnal red amber yang memikat.

Bagian paling menarik bagi beauty enthusiast Tanah Air adalah kehadiran kekayaan botani nusantara. Parfum berkarakter genderless ini menggunakan dark Indonesian patchouli (nilam Indonesia) yang dipadukan dengan Virginian cedarwood sebagai fondasi aroma, memberikan sillage yang awet dan sentuhan earthy yang intens.

Teknologi Ramah Lingkungan tanpa Merusak Alam

YSL Beauty Hadirkan 'COEUR' dengan Sentuhan Patchouli Nusantara

Teknologi Ramah Lingkungan tanpa Merusak Alam/Foto: Dok. YSL Beauty

Sejalan dengan narasi luxury modern, YSL Beauty mengaplikasikan inovasi Scent Trek™ Headspace Technology di Ourika Community Gardens, Maroko. Teknologi bioteknologi hijau ini memungkinkan YSL merekam molekul aroma lavendel langsung dari alam, tanpa perlu memetik apalagi merusak tanaman aslinya.

Seluruh mahakarya ini dikemas elegan dalam botol kaca arsitektural berwarna deep ruby, warna lambang gairah dalam semesta Saint Laurent, dengan detail tekstur grain de poudre yang mengingatkan kita pada material tuksedo ikonis mereka.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.