Bertajuk 'STREETE: from Asphalt to Atelier', 5 Desainer FPreneur Burgo Indonesia Tampilkan Koleksi Kolaboratif di Fashion Nation 2026

Safira Nafiis Butsaina | Beautynesia
Sabtu, 26 Sep 2026 16:30 WIB
Bertajuk 'STREETE: from Asphalt to Atelier', 5 Desainer FPreneur Burgo Indonesia Tampilkan Koleksi Kolaboratif di Fashion Nation 2026
Potret di belakang panggung atau backstage ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Victor Cornelio

Pada Minggu, (20/9), Istituto Di Moda Burgo Indonesia, kampus cabang dari Istituto Di Moda Burgo Milano, dengan bangga mempersembahkan ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ di Fashion Nation 20th: The Icon Edit di Senayan City, Jakarta Pusat, Indonesia.

Berbeda dari runway presentation sebelumnya, peragaan busana kali ini terasa lebih spesial karena ini merupakan pertama kalinya sekolah mode yang terletak di jantung Kota Jakarta tersebut tampil di  Fashion Nation.  Jadi momen istimewa, Fashion Nation tahun ini pun bertepatan dengan perayaan 20 tahun acara fesyen tahunan itu.

Tanpa panjang lebar, berikut tiga hal yang perlu kamu ketahui tentang  ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’, mulai dari proses pengembangan ide hingga bagaimana setiap look akhirnya berjalan di atas runway.

Tiga Referensi, Satu Rangkaian Utuh

Potret di belakang panggung atau backstage ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Cornelius Victor

Jadi bagian dari peragaan busana Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang mengambil tema ‘Skyline Ascend’, kelima desainer program eksklusif Fashion Entrepreneur atau lebih dikenal sebagai FPreneur batch tahun ini memilih ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ sebagai konsep debut runway presentation mereka.

‘STREETÉ’ sendiri lahir dari tiga referensi kreatif yang berbeda, yaitu CORTIS, boyband Korea naungan BIGHIT MUSIC yang menekankan ekspresi jati diri dan kebebasan serta teen dance drama film berjudul ‘Step Up’ dan juga ‘The Devil Wears Prada’, comedy-drama film yang menceritakan tentang fashion industry dari sudut pandang seorang jurnalis yang bekerja di majalah fesyen.

Studio Kolaboratif, Bukan Lima Label Terpisah

Potret para desainer yang hadir dengan para muse dan model / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Cornelius Victor

Dengan arahan dan bimbingan langsung dari Mr. Amot Syamsuri Muda, instruktur program eksklusif Fashion Design Concept (FDC) dan Fashion Entrepreneur, setiap busana dari lima koleksi berbeda yang dirancang sepenuhnya oleh kelima desainer sepanjang kurikulum FPreneur saling dipadu padankan hingga akhirnya tercipta 10 look yang selaras dengan konsep yang diusung.

Untuk menggabungkan elemen street style dengan estetika atau sentuhan corporate office, Angela Bernice Christian (BERENÍKĒ), Jasmine Nabila Gisylia (Jasmine Nabila), Nadine Emmanuel (Nadine Qiu), Safira Nafiis Butsaina (Sa Vire), dan Samantha Aliyah Kessler (CHIMERA) pun menaruh atensi pada styling, memainkan teknik layering atau menumpuk beberapa potong pakaian dan menambahkan aksesoris yang tidak selalu senada.

Ya, walaupun para mahasiswa tersebut telah memiliki label masing-masing, tidak ada satu pun look yang ditampilkan di Fashion Nation 2026 dibangun sendiri-sendiri.

Bahkan, ada satu look yang memakai kemeja hasil karya sesama Burgonian bernama Latifa Tanbay yang dikembangkan serta dirancang selama program eksklusif Fashion Design Concept (FDC) yang baru saja berakhir pada 12 September 2026 lalu.

Proses tersebut semakin membuktikan bahwa ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ merupakan hasil kerja kolektif di mana setiap pihak yang terlibat saling mendukung, bertukar ide, dan berkolaborasi.

Alih-alih melihat kesempatan ini sebagai ajang kompetisi, kelima desainer Fashion Entrepreneur batch tahun ini membuat cahaya satu sama lain semakin bersinar.

Kisah Ruang Kelas, Diceritakan di Atas Runway

Potret para desainer dengan para instruktur / Foto: Istituto Di Moda Burgo Indonesia dan Cornelius Victor

Pada Minggu, (20/9), saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Para model bersama tiga muse terpilih, yakni Karen Afralia Nijsen, Monica Kezia, dan Nastika Aprilia, melenggang di panggung Fashion Nation 20th: The Icon Edit dalam balutan karya kelima desainer FPreneur.

Lima perancang busana muda dengan label masing-masing, 10 look yang di mix and match untuk menciptakan satu rangkaian utuh. Debut runway presentation ini merupakan perwujudan dari kerja keras dan dedikasi yang akhirnya membawa ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’ ke runway dengan sukses.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan serta bimbingan yang telah diberikan, Founder dan CEO Istituto Di Moda Burgo Indonesia, Mrs. Jenny Yohana Kansil, Mr. Alfie Falentino selaku Business Development Director, dan Angela Bernice Christian mewakili seluruh staf dan murid pun tak lupa memberikan kejutan manis untuk para instruktur, yakni Ms. Kenny Hartono, Mr. Howard Laurent, dan Mr. Amot Syamsuri Muda, yang telah menemani perjalanan para desainer cohort Fashion Entrepreneur tahun 2026 sejak awal program hingga akhirnya dapat sampai di titik ini.

Gesture hangat tersebut pun sekaligus menutup debut runway presentation ‘STREETÉ: from Asphalt to Atelier’, titik pertama karya para desainer muda tersebut bertemu publik.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE