"Ball Without Billionaires" Adalah Met Gala Versi Kaum Pekerja

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Rabu, 06 May 2026 14:00 WIB
“Ball Without Billionaires”, Met Gala Versi Kaum Pekerja/ Foto: instagram.com/amazonlaborunion_local1

Saat perhatian dunia tertuju pada ajang Met Gala yang berlangsung hari Senin (4/5/2026), para pekerja Amazon unjuk rasa dengan cara tak biasa. Bagaimana tidak? Jeff Bezos, sosok pendiri perusahaan Amazon, menjadi sponsor utama Met Gala dan menjadi honorary chair karena berdonasi sebesar 10 juta USD untuk Costume Institute. Padahal di sisi lain, isu pekerja Amazon yang tidak sejahtera masih terus ramai diperbincangkan.

Peragaan busana "Ball Without Billionaires" di kawasan Meatpacking District, New York, menjadi Met Gala versi kalangan pekerja yang digelar sebelum acara fashion glamor tersebut berlangsung. Perhelatan mengangkat tema "Labor Is Art", diselenggarakan oleh koalisi kelompok buruh termasuk Service Employees International Union (SEIU), Strategic Organizing Center, dan Amazon Labor Union.

Mengutip laporan Fast Company, bukan cuma pekerja Amazon saja yang terlibat dalam peragaan busana itu, tapi juga para pekerja Starbucks, Whole Foods, The Washington Post, sampai Uber. Mereka tampil di runway berbalut busana hasil ide kreatif para desainer, seperti Cindy Castro, Abacaxi, Atashi, Ricardo DSean, dan didukung pula oleh aktris Lisa Ann Walter serta fashion stylist Gabriella Karefa-Johnson.

Hasilnya? Parade fashion stylish dan inklusif oleh para pekerja industri, mulai dari staf gudang Amazon yang mengenakan outfit penuh warna dan eksentrik sampai mantan pekerja Amazon yang mengenakan setelan jas hitam dengan nama-nama rekan kerja yang meninggal akibat keserakahan Amazon. Mengutip dari The Cut, pria bernama Mitch tersebut menjelaskan outfit-nya "memiliki nama-nama semua rekan kerja kita yang gugur, yang kematiannya sebenarnya dapat dicegah jika Amazon bertindak secara bertanggung jawab."

[Gambas:Instagram]

Kritik untuk Met Gala

"Ball Without Billionaires" dengan tema "Labor is Art". Acara yang diselenggarakan para pekerja, khususnya pekerja Amazon, sebagai bentuk kritik Met Gala./ Foto: instagram.com/amazonlaborunion_local1

Ball Without Billionaires” bukan hanya menjadi wadah perayaan fashion, tapi juga sebagai bentuk kritik terhadap pengusaha yang tutup mata akan kondisi pekerja. Sebelum berlangsung, aktivis April Verrett, yang telah menjabat sebagai presiden SEIU sejak tahun 2024, berpidato, “Tahun ini, kami memutuskan untuk memusatkan perhatian pada diri kami sendiri. Untuk menjadikan diri kami pahlawan dalam kisah kami sendiri, untuk merayakan diri kami sendiri dan untuk mengekspresikan kebahagiaan kami dengan lantang.”

Sementara Gabriella Karefa-Johnson, Contributing Editor Majalah Vogue dan fashion stylist, yang menjadi co-host “Ball Without Billionaires” menulis secara blak-blakan dalam Substack miliknya bahwa “Met Gala adalah Status Ekonomi” dan dia tidak ingin terlibat di dalamnya.

[Gambas:Instagram]

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE