5 Langkah Mudah Menjahit Pakaian Robek di Rumah
Beauties, pasti pernah ada momen di mana baju favorit tiba-tiba robek atau berlubang dan rasanya sayang sekali untuk langsung dibuang. Padahal, dengan beberapa langkah sederhana, pakaian itu bisa kembali layak pakai tanpa harus ke tukang jahit.
Melansir dari MadamSew, memperbaiki pakaian yang rusak sebenarnya jauh lebih mudah dari yang dibayangkan. Dengan alat dasar seperti jarum, benang, dan gunting, hampir semua jenis robekan bisa diperbaiki sendiri di rumah, bahkan tanpa mesin jahit sekalipun. Hasilnya pun bisa sangat rapi kalau dilakukan dengan sabar dan teliti.
Simak langkah-langkahnya yang dirangkum dari MadamSew dan Remy Made berikut ini, yuk!
1. Kenali Dulu Jenis Kerusakan pada Pakaianmu
Sebelum mulai menjahit, penting untuk memahami dulu apa yang sebenarnya terjadi pada pakaianmu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu seberapa besar lubang atau robekannya, jenis kainnya, kondisi kain di sekitar area rusak, dan seberapa terlihat posisi kerusakannya dari luar.
Lubang kecil biasanya hanya butuh beberapa tusukan jarum untuk menutupnya, sementara robekan besar mungkin memerlukan dukungan tambahan seperti kain perekat atau tambalan. Robekan di area yang banyak bergerak seperti lutut atau siku juga perlu perbaikan yang lebih kuat dibanding area yang jarang bergerak.
Memahami jenis kerusakan di awal akan membantu kamu memilih teknik yang tepat dan mencegah pakaian robek kembali di tempat yang sama.
2. Siapkan Alat Jahit yang Kamu Butuhkan
Siapkan alat jahit/ Foto: Pexels.com/Suzy Hazelwood
Melansir dari Remy Made, kamu hanya butuh beberapa alat dasar untuk memperbaiki robekan sederhana, yaitu jarum jahit tangan, benang yang warnanya senada dengan pakaian, gunting untuk memotong benang, dan jarum pentul untuk menahan kain sementara (opsional). Setrika juga bisa membantu meratakan hasil jahitan agar terlihat lebih rapi di akhir.
Soal benang, usahakan pilih warna yang semirip mungkin dengan kain pakaianmu agar hasil jahitan nggak terlalu mencolok. Benang katun cocok untuk kain ringan seperti kemeja katun dan linen, sementara benang poliester lebih kuat dan serbaguna untuk kain campuran.
Untuk kain tipis dan lembut, gunakan jarum yang lebih kecil dan halus. Sebaliknya, untuk denim atau kanvas yang tebal, butuh jarum yang lebih besar dan kuat agar bisa menembus kainnya dengan mudah.
3. Bersihkan Area yang Rusak Sebelum Dijahit
Jangan langsung menjahit tanpa menyiapkan area yang rusak terlebih dahulu. Langkah pertama adalah menyetrika area robekan dari kedua sisi kain agar tepi-tepinya merapat kembali dan posisinya menjadi lebih mudah dijahit. Setelah itu, gunting benang-benang yang menjumbai di sekitar lubang agar pinggiran kainnya lebih bersih dan rapi.
Kalau tepi robekan terlihat mudah bertambah lebar atau kainnya tampak lemah di sekitar area yang robek, kamu bisa menempelkan kain perekat khusus (biasa disebut kain fusible atau pelapis dalam) di bagian dalam pakaian sebagai penguat. Langkah ini sangat dianjurkan terutama untuk robekan dengan tepi yang tidak rata.
Pastikan juga kamu mencuci dan mengeringkan pakaian terlebih dahulu sebelum mulai menjahit, terutama untuk kain yang mungkin menyusut setelah dicuci.
4. Jahit Robekan dengan Tusukan yang Tepat
Menjahit robekan/ Foto: Pexels.com/Ron Lach
Setelah area rusak siap, saatnya mulai menjahit. Langkah dasarnya adalah memasukkan benang ke jarum, satukan tepi-tepi robekan, lalu jahit perlahan dengan tusukan kecil dan merata dari satu ujung robekan ke ujung lainnya. Kuncinya adalah bekerja dengan sabar dan menjaga jarak tusukan tetap konsisten agar hasilnya kuat.
Untuk robekan di sambungan jahitan (kampuh), balik pakaian ke bagian dalam lalu jahit ulang mengikuti garis kampuh yang lama menggunakan tusukan balik. Tusukan balik menghasilkan jahitan yang lebih kuat dibanding tusukan lari biasa, sehingga lebih cocok untuk area yang sering menerima tekanan.
Sementara untuk lubang kecil yang bukan di kampuh, kamu bisa menggunakan tusukan tangga yang hampir tidak terlihat dari luar, atau tusukan lari untuk menutup tepi-tepinya. Kesalahan paling umum adalah membuat tusukan terlalu besar dan jarang, yang membuat hasil jahitan terlihat jelas dan mudah lepas kembali.
5. Rapikan Hasil Jahitan dan Setrika Agar Terlihat Bersih
Setelah semua tusukan selesai, buat beberapa tusukan tambahan di titik yang sama untuk mengunci jahitan agar nggak mudah lepas. Langkah selanjutnya adalah mendorong jarum ke bagian dalam kain dan membuat simpul dekat permukaan kain, lalu gunting sisa benang dengan rapi.
Menyetrika area yang baru dijahit adalah langkah akhir yang sering dilewatkan, padahal ini sangat membantu. Setrika dengan suhu rendah hingga sedang di atas area jahitan dapat meratakan dan menyamarkan bekas jahitan sehingga perbaikan terlihat jauh lebih menyatu dengan kain aslinya.
Kalau lubang atau robekan terlalu besar untuk dijahit biasa, kamu bisa menambahkan tambalan kecil dari kain serupa di atasnya. Pilih kain tambalan yang sedikit lebih besar dari lubang, posisikan di atas area rusak, lalu jahit mengitari pinggirannya dengan tusukan lari atau tusukan selimut.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!