Seberapa Sering Harus Keramas? Ini Anjurannya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Sabtu, 10 Jan 2026 08:00 WIB
Seberapa Sering Harus Keramas? Ini Anjurannya
Seberapa Sering Harus Keramas? Ini Anjurannya/Foto: Freepik

Rambut harus dicuci dengan frekuensi yang tepat agar tetap sehat. Banyak orang mengira keramas setiap hari adalah kewajiban. Padahal belum tentu cocok untuk semua orang. Karena setiap rambut punya kebutuhan berbeda.

Kamu mungkin merasa bingung menentukan jadwal keramas. Karena rambut cepat lepek bisa membuat kamu ingin mencucinya terus. Tapi keramas terlalu sering bisa menghilangkan minyak alami rambut. Sehingga keseimbangan sangat penting agar rambut tetap kuat.

Apakah Keramas Setiap Hari Aman Menurut Ahli?

Keramas Setiap Hari/Foto: Freepik

Sebagian orang menganggap keramas setiap hari adalah standar kebersihan. Namun dermatologis Dr. Shilpi Khetarpal menegaskan bahwa frekuensi keramas tidak bersifat sama untuk semua orang. Karena kebutuhan rambut tergantung tekstur dan sensitivitas kulit kepala.

Ia menjelaskan, “Seberapa sering keramas bergantung pada jenis dan tekstur rambut seseorang.” Oleh sebab itu kebiasaan mencuci rambut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pribadi. Jadi bukan mengikuti kebiasaan teman atau tren kecantikan.

Faktor yang Menentukan Frekuensi Keramas

Keramas Setiap Hari/Foto: Freepik

Rambut setiap orang tidak identik. Karena itu keputusan keramas harus mempertimbangkan banyak aspek. Bukan sekadar rutinitas atau kebiasaan lama. Pengantar ini membantu kamu memahami faktor penentunya. Lalu kamu bisa menyesuaikan cara perawatan rambutmu.

1. Jenis dan Tekstur Rambut

Rambut lurus biasanya cepat berminyak sehingga butuh keramas lebih teratur. Sedangkan rambut keriting sering kekurangan minyak alami sehingga mudah kering. Karena itu keramas terlalu sering bisa merusaknya.

2. Panjang Rambut

Minyak alami membutuhkan waktu menjangkau ujung rambut panjang. Jadi keramas terlalu sering bisa meninggalkan bagian ujung kering dan rapuh. Rambut pendek biasanya lebih cepat menyerap minyak hingga terasa lepek.

3. Aktivitas Harian

Keringat tidak selalu berarti harus keramas langsung. Dr. Khetarpal menyebut jadwal keramas tetap lebih penting daripada jumlah keringat. Karena minyak alami tetap harus dijaga.

Cara Menjaga Rambut Tetap Bersih di Antara Jadwal Keramas

Keramas/Foto: Freepik

Tidak semua situasi memungkinkan kamu keramas sesuai jadwal. Kadang rambut terasa kurang fresh lebih cepat dari perkiraan. Karena itu kamu butuh cara menjaga kebersihan rambut tanpa keramas tambahan. Pengantar ini membantu kamu mengontrol minyak dan menjaga keseimbangan rambut.

1. Gunakan Dry Shampoo Seperlunya

Dry shampoo menyerap minyak berlebih di kulit kepala secara cepat. Namun, jangan dipakai terus karena bisa menyebabkan penumpukan residu.

2. Fokus Conditioner di Ujung Rambut

Ujung rambut sering kehilangan kelembaban lebih cepat. Pemakaian conditioner hanya pada ujung menjaga rambut tetap lembut tanpa membuat kulit kepala berminyak.

3. Batasi Produk Styling Berlebihan

Produk styling bisa membebani rambut dan mempercepat minyak muncul. Bila penumpukan terjadi gunakan clarifying shampoo satu kali per bulan.

Sekarang kamu bisa menentukan rutinitas cuci rambut yang tepat tanpa ragu. Karena setiap rambut punya kebutuhan perawatan berbeda. Keramas terlalu sering bisa membuat rambut kehilangan minyak alami. Sedangkan keramas terlalu jarang bisa menyebabkan penumpukan kotoran.

Dengan memahami seberapa sering keramas, kamu bisa menjaga rambut lebih sehat. Rutinitas yang sesuai akan membuat rambut terasa lembut, segar, dan kuat. Perawatan rambut terbaik selalu dimulai dengan mengenali kebutuhan rambutmu sendiri.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.