Benarkah Air Beras Bisa Mencerahkan Kulit? Ini Penjelasan Ahli
Air beras telah lama digunakan sebagai perawatan kecantikan tradisional, terutama di berbagai negara Asia seperti Jepang, Korea, dan China. Belakangan ini, bahan alami tersebut kembali populer di media sosial karena disebut-sebut mampu mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam, hingga membuat wajah tampak lebih glowing.
Meski banyak orang mengaku merasakan manfaatnya, apakah klaim tersebut benar-benar didukung oleh penelitian ilmiah? Sebelum kamus ikut mencobanya, penting untuk memahami bagaimana kandungan air beras bekerja pada kulit serta apa kata para ahli mengenai manfaat dan keterbatasannya.
Apa Kandungan Nutrisi di Dalam Air Beras?
Ilustrasi beras/Freepik: freepik
Air beras merupakan cairan yang diperoleh dari proses perendaman atau perebusan beras. Meski terlihat sederhana, air beras mengandung berbagai senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kulit, seperti pati, asam amino, vitamin B, vitamin E, mineral, serta antioksidan.
Salah satu senyawa yang paling banyak diteliti adalah inositol, yaitu karbohidrat alami yang diketahui dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan dan mendukung fungsi pelindung alami kulit (skin barrier). Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Cosmetic Science, air beras mengandung inositol yang tetap berada di kulit setelah dibilas dan berpotensi membantu memperbaiki fungsi pelindung kulit serta meningkatkan elastisitasnya. Selain itu, kandungan antioksidan dalam air beras juga berperan membantu melawan radikal bebas yang dapat mempercepat penuaan kulit.
Benarkah Air Beras Bisa Mencerahkan Kulit?
Ilustrasi kunci mulus dan cerah/Freepik: magnific
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa air beras dapat memutihkan atau mencerahkan kulit secara signifikan. Namun, penggunaan air beras secara rutin dapat membantu membuat kulit tampak lebih cerah karena kulit menjadi lebih lembap, halus, dan sehat.
Saat skin barrier terjaga dengan baik, permukaan kulit akan memantulkan cahaya lebih merata sehingga wajah terlihat lebih bercahaya. Efek inilah yang sering disalahartikan sebagai proses memutihkan kulit.
Menurut Dr. Hadley King dalam wawancaranya dengan Byrdie, kandungan antioksidan dan pati pada air beras memang dapat membantu menenangkan serta melembapkan kulit. Namun, hingga kini belum terdapat penelitian klinis berkualitas tinggi yang membuktikan bahwa air beras mampu mencerahkan warna kulit secara langsung.
Manfaat Air Beras Lain untuk Kulit
Ilustrasi beras dan padi/Freepik: zirconircusso
Selain diklaim dapat membantu membuat kulit tampak lebih cerah, menurut Healthline air beras juga memiliki sejumlah manfaat lain bagi kesehatan kulit. Berbagai manfaat ini berasal dari kandungan pati, antioksidan, vitamin, mineral, dan inositol yang terdapat di dalamnya.
Beberapa manfaat air beras untuk kulit meliputi:
- Membantu menjaga kelembapan kulit sehingga kulit terasa lebih halus dan tidak mudah kering.
- Menenangkan kulit yang mengalami iritasi ringan, misalnya setelah terpapar sinar matahari atau gesekan ringan.
- Membantu memperkuat skin barrier, sehingga kulit lebih mampu mempertahankan kelembapan alaminya.
- Memberikan perlindungan dari radikal bebas berkat kandungan antioksidannya yang membantu mengurangi stres oksidatif pada kulit.
- Membuat tekstur kulit terasa lebih lembut, sehingga wajah tampak lebih sehat dan bercahaya.
Siapa yang Sebaiknya Berhati-hati Menggunakan Air Beras?
Ilustrasi kulit sensitif/Freepik: magnific
Meskipun berasal dari bahan alami, air beras tetap berisiko menimbulkan iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang, terutama pemilik kulit sensitif, eksim, atau memiliki riwayat alergi terhadap bahan tertentu. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya pada seluruh wajah, lakukan patch test terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit air beras pada area kulit seperti bagian belakang telinga atau lengan.
Jika dalam 24 jam tidak muncul kemerahan, gatal, atau iritasi, barulah air beras dapat dicoba pada wajah. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa bahan alami sekalipun tetap dapat menyebabkan dermatitis kontak pada sebagian orang sehingga uji tempel sangat dianjurkan sebelum penggunaan rutin.
Cara Menggunakan Air Beras dengan Aman
Ilustrasi air beras/Freepik: magnific
Agar manfaat air beras dapat diperoleh secara optimal sekaligus meminimalkan risiko iritasi atau kontaminasi bakteri, penggunaannya perlu dilakukan dengan cara yang benar. Berikut cara menggunakan air beras dengan aman:
- Gunakan beras yang sudah dicuci bersih, lalu rendam selama sekitar 30 menit sebelum airnya disaring.
- Aplikasikan sebagai toner atau bilasan wajah setelah mencuci muka menggunakan kapas atau tangan yang bersih.
- Gunakan 2–3 kali seminggu, tidak perlu setiap hari, terutama jika kamu memiliki kulit sensitif.
- Simpan air beras dalam wadah tertutup di lemari pendingin agar kualitasnya tetap terjaga.
- Habiskan dalam waktu 3–5 hari, dan segera buang jika air beras berubah warna, berbau asam menyengat, atau berlendir.
- Lakukan patch test terlebih dahulu, terutama jika baru pertama kali menggunakan air beras, untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau iritasi.
Menurut Healthline yang telah ditinjau secara medis oleh Dr. Cynthia Cobb, DNP, APRN, air beras sebaiknya disimpan di dalam kulkas dan tidak digunakan terlalu lama agar kualitasnya tetap terjaga serta mengurangi risiko kontaminasi.
__
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!