Patah hati tidak hanya terjadi pada hubungan asmara saja. Hal ini juga bisa terjadi ketika kamu mengalami perpisahan pada orang tua, sahabat dekat ataupun hewan kesayangan. Patah hati memang sangat menguras emosional sehingga berdampak pada kondisi tubuhmu. Simak reaksi tubuh saat patah hati berikut, yuk!

1. Nyeri di Bagian Dada

1. Nyeri di Bagian Dada
source: https://id.pinterest.com

Reaksi tubuh paling umum ketika mengalami patah hati adalah timbulnya rasa nyeri di bagian dada. Hal ini terjadi karena otak memproses rasa sakit hebat terkait dengan rasa kehilangan. Untuk kasus patah hati yang sangat mendalam, tubuh akan mengalami kondisi jantung yang berdebar hingga sesak napas. 

baca juga

2. Kehilangan Nafsu Makan

2. Kehilangan Nafsu Makan
source: https://id.pinterest.com

Perasaan emosional yang sangat kuat akan membuat seseorang kehilangan nafsu makan. Reaksi tubuh ini hampir selalu terjadi pada seseorang yang sedang mengalami patah hati. Jika berlangsung lama, keadaan ini akan membuat tubuhmu mengalami gangguan kesehatan karena kekurangan asupan makan, Ladies

3. Insomnia

3. Insomnia
source: https://id.pinterest.com

Insomnia adalah reaksi tubuh yang dialami ketika seseorang ketika sedang patah hati selanjutnya. Hal ini dialami secara tidak sadar karena biasanya otak terus memikirkan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Pada akhirnya tubuh akan mengalami waktu pemulihan yang cukup lama sehingga timbullah insomnia. 

baca juga

4. Tidak Enak Badan

4. Tidak Enak Badan
source: https://id.pinterest.com

Rasa sedih yang hebat akibat patah hati akan membuat tubuh melepaskan hormon untuk merespon peradangan. Hormon tersebut bisa memunculkan gejala sakit kepala, stres, depresi, mual, hingga masalah pencernaan. 

5. Sindrom Takotsubo

5. Sindrom Takotsubo
source: https://id.pinterest.com

Sindrome ini sangat terkenal di Jepang, kondisinya para pasien yang mengalami patah hati akan merasakan tekanan emosional yang kuat sehingga berujung pada gagal otot jantung. Kondisi tersebut diperkenalkan oleh salah satu ilmuan Jepang pada 20 tahun silam.