Apa Sih Shirataki?


Apa Sih Shirataki?
source: https://www.instagram.com/sheffs.kitchen

Shirataki yang juga disebut 'white waterfall' yang berasal dari tanaman iles-iles. Iles-iles sendiri merupakan umbi yang biasanya ditemukan di tengah hutan. Pada zaman penjajahan Jepang, orang-orang mengganti nasi dengan mengkonsumsi umbi.

Seiring dengan perkembangannya, tak hanya dalam bentuk beras, di Jepang, Shirataki diolah menjadi bihun. Shirataki terkenal hampir tidak memiliki kalori. Hal ini menyebabkan nasi shirataki baik untuk diet dan digunakan sebagai alternatif pengganti nasi.

Dokter ahli gizi Dr. Ati Nirwanawati, SKM, MARS, mengngkapkan, menurutnya Shirataki banyak mengandung serat dengan sedikit kalori.

"Shirataki ini asalnya dari umbi gajah yang 100% rasanya hambar, kemudian kalau dikunyah itu liat. Banyak mengandung serat kalau liat," ungkapnya  seperti dikutip dari Wolipop.

Sedangkan shirataki dalam bentuk mi, menurutnya, shirataki lebih rendah kalori dibanding jenis mi yang lain. Mi basah sendiri mengandung 175 kalori, 4 gram protein, 40 gram karbohidrat. Dalam 100 gram shirataki, hanya mengandung 15 kalori, memiliki kandungan lemak lebih rendah 0,02 gram dengaan kandungna karbohidrat hampir 3-4 gram dan protein 19 gram.

Manfaat Shirataki



Menilik kandungan kalorinya yang lebih rendah, berikut beberapa manfaat yang didapat dengan mengkonsumsi rutin shirataki :

1. Membantu menurunkan berat badan

Shirataki mengandung glucomannan, berdasar penelitian, mengkonsumsi glucomannan dapat emberi efek perut kenyang dan penuh. Selain itu, serat ini dapat menekan hormon yang menstimulasi rasa lapar.

2. Membantu menurunkan kolesterol

Mengkonsumsi shirataki yang tinggi glucomannan secara rutin dapat menghambat penyerapan dan pengangkutan kolesterol di usus besar.
Manfaat Shirataki
source: https://www.instagram.com/ciciclaypot


3. Mengendalikan diabetes

Lagi-lagi, kandungan glucomannan pada shirataki memberi manfaat lebih, salah satunya yaitu membantu mengurangi kadar gula dalam darah. Serat ini juga meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Sebuah penelitian membuktikan, 13 pasien yang terkena diabetes menunjukkan tingkat gula darah yang menurun hingga 29% setelah mereka mengkonsumsi suplemen glucomannan. Oleh karena itu, mi shirataki dapat digunakan sebagai alternatif pengganti mi atau pasta, terutama bagi mereka penderita diabetes.
 
4. Melancakan proses BAB

Serat shirataki mengembang menjadi jelly ketika menyerap air, hal ini memicu seseorang untuk BAB secara alami dan lebih sehat.

5. Menurunkan resiko kanker usus besar

Ternyata, shirataki tak dicerna seluruhnya oleh tubuh lho. Ketika dikonsumsi, glucomannan hanya lewat di sistem pencernaan dan akan dibuang melalui usus besar. Gerakan ini akan menstimulasi otot pada usus untuk membersihkan saluran cerna. Sisa makanan dan racun akhirnya akan keluar dari tubuh melalui feses.

baca juga

Aneka Olahan Shirataki


Aneka Olahan Shirataki
source: https://www.instagram.com/7grainspantry

Seperti nasi pada umumnya, shirataki pun bisa diolah bersama bumbu seperti halnya saat membuat nasi goreng. Tambahkan telur ceplok dan sayuran lain agar nilai gizinya semakin lengkap.

Aneka Olahan Shirataki
source: https://www.pixabay.com

Telah disebutkan di atas, selain beras, shirataki juga diolah menjadi mi. Kamu bisa merebus mi shirataki kering dan membuatnya sebagai mie rebus dengan aneka topping atau dibuat seperti mi goreng.

Cuci hingga bersih mi shirataki yang akan diolah, rebus dalam api stabil selama 2-3 menit, tiriskan. Meskipun baik dikonsumsi karena mengandung kalori rendah, sebaiknya tetap tambahkan bahan makanan lain, seperti sayur atau daging agar tetap memiliki gizi.