Dalam tradisi orang Tionghoa, salah satu makanan yang wajib ada saat perayaan Imlek adalah Kue Keranjang. Kue keranjang adalah makanan yang menjadi simbol dan tradisi saat Imlek, selain itu kue keranjang juga memiliki sejarah dan makna yang menarik. Kue keranjang ini juga makanan yang hanya ada saat merayakan tahun baru Cina, karena itu makanan ini paling diburu menjelang Imlek.
 
Kue yang didominasi rasa manis dengan tekstur kenyal dan sedikit lengket ini di negeri asalnya disebut sebagai Nian Gao. Kue tradisional dengan bahan utamanya tepung ketan dan gula ini dipercaya sudah ada sejak ribuan tahun lalu dimana saat negara China masih berbentuk dalam beberapa kerajaan-kerajaan. Kue yang memilki bentuk sederhana ini awalnya merupakan hidangan yang wajib ada saat perayaan tahun baru Imlek.
 

Ketahui Sejarah dan Makna Kue Keranjang yang hanya Ada saat Tahun Baru Imlek

Tidak hanya di Indonesia, kue keranjang ini juga sangat terkenal di negara lain terutama di kawasan Asia. Di Indonesia disebut dengan kue keranjang, khususnya di daerah Jawa Timur, asal mula nama “keranjang” karena pada saat proses pembuatannya. Makanan ini dibuat dengan dicetak pada wadah yang berbentuk keranjang.
 

Sejarah Kue Keranjang

Makanan ini memiliki banyak cerita dan legenda mengenai asal usul kue keranjang ada. Dilansir dari food detik, Nian Gao atau keranjang ini dipercaya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Tepatnya saat Dinasti Liao (907-1125), saat orang-orang di Beijing sering memesan kue saat menjelang tahun baru Imlek (Lunar Year). Sebelum makanan ini populer, di sanalah awal mula dibuatnya Nian Gao. Namun kue keranjang ini juga sudah menjadi camilan populer di kalangan masyarakat pada masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing sehingga kueini terus dibuat dan dilestarikan hingga saat ini.
 
Jika sebagian orang percaya bahwa kue keranjang ini dari Dinasti Liao, ada beberapa orang juga yang percaya bahwa kue ini pertama kali dibuat di wilayah Suzhou, China sejak 2.500 tahun lalu. Suzhou merupakan wilayah China kuno yang terpisah karena perang pada masa itu (722-481 SM). Dimana pada saat itu dipimpin oleh Wu Zixu dengan memerintahkan seluruh prajurit untuk membangun tembok yang kuat. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan wilayah tersebut dari serangan musuh yang bisa datang kapan saja.
Sejarah Kue Keranjang

Wu Zixu pun memberikan pesan jika situasinya semakin parah, Wu menyuruh prajurit dan semua warga untuk menggali lubang. Setelah beberapa tahun Wu meninggal, warga di wilayah Suzhou pun menderita kelaparan. Namun saat mereka menggali lubang, mereka pun menemukan tembok yang terbuat dari kue beras ketan. Sejarah ini pun dipercaya sebagian orang sebagai awal mula terciptanya Nian Gao dan sejak saat itu untuk banyak orang membuat Nuan Gao untuk memperingati kematian Wu Zixu. Namun dengan berjalannya waktu, Nian Gao ini berubah menjadi kue perayaan Imlek.
 

baca juga

Makna Kue Keranjang

Makna Kue Keranjang

Menjadi makanan tradisi saat perayaan Imlek, Nian Gao memiliki banyak makna dan harapan-harapan yang baik. Tidak hanya dipercaya membawa keberuntungan, kue ini dianggap sebagai wujud harapan untuk memulai tahun baru yang lebih baik. Nian Gao memiliki arti ‘tahun tinggi’ dimana Nian Gao ini menjadi simbol untuk pendapatan yang lebih tinggi, jabatan lebih tinggi, pertumbuhan keluarga dan harapan di tahun baru agar semuanya menjadi lebih baik.
 
Rasa manis dari kue ini juga dimaksudkan untuk selalu berpikiran baik dan bicara yang manis. Sedangkan teksturnya yang lengket, dimaksudkan sebagai satu kesatuan yang juga melambangkan persaudaraan yang erat. Selain itu memiliki bentuk bulat yang seperti bulan, kue ini melambangkan kekeluargaan yang tak akan ada batasnya.