1. Tubuh kelelahan

Source: pixabay.com

Mata berkedut bisa menjadi tanda tubuhmu sedang kelelahan, baik karena kurang tidur maupun sebab lainnya. Jika dibiarkan secara terus menerus tentu akan berdampak pada kesehatan tubuh. 

Untuk mengatasi hal ini, cobalah bersantai atau luangkan waktu untuk beristirahat. Jangan lupa mengatur jam tidurmu dengan baik. Selain itu, kelelahan pada mata juga dapat memicu kedutan yang diakibatkan oleh gangguan penglihatan atau perubahan ukuran lensa kacamata.

2. Stres

Source: pixabay.com

Selain kelelahan, mata berkedut juga bisa merupakan tanda bahwa kamu sedang mengalami stres. Meskipun, tidak semua orang yang mengalami stres akan mengalami mata berkedut. Namun bagi beberapa orang, stres bisa memicu kondisi tersebut.

Jika mata berkedutmu diakibatkan oleh kondisi stres, maka kamu dapat mengatasina dengan melakukan relaksasi. Relaksasi yang bisa kamu lakukan, seperti latihan teknik pernapasan, yoga, melakukan hobi, menghabiskan waktu dengan teman-teman atau keluarga.

baca juga

3. Asupan nutrisi tidak seimbang dan alergi

Source: pixabay.com

Saat memiliki nutrisi yang tidak seimbang, maka tubuh bisa menunjukkannya melalui mata berkedut. Salah satu nutrisi yang harus dipenuhi agar tidak membuat mata berkedut adalah magenesium.

Selain nutrisi yang tidak seimbang, alegri juga bisa ditandakan melalui mata berkedut. Mata yang mengalami alergi akan membengkak, berair, dan terasa gatal. Gatal yang dirasakan akan membuat refleks dalam menggosok mata. Akibatnya, zat histamin akan dilepaskan pada jaringan kelopak mata dan air mata. Histamin ini diduga menyebabkan kedutan pada mata.

4. Benign essential blepharospasm

Source: pixabay.com

Dalam kasus yang lebih parah mata berkedut bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan yang tidak baik. Jika mata berkedut terjadi dalam jangka waktu lama, bisa jadi ini adalah benign essential blepharospasm, yaitu kondisi yang menggambarkan kelainan saraf dan menyebabkan kejang (spasme) dan kontraksi otot di sekitar mata. Hal ini tentu membutuhkan penanganan khusus.

Orang-orang dengan kondisi ini akan semakin sering berkedip dibandingkan dengan mata normal. Benign essential blepharospasm biasanya bersifat genetik, meskipun merupakan turunan genetik, namun kondisi ini biasa terjadi saat di atas 30 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

baca juga

5. Hemificial spasm

Source: pixabay.com

Terakhir, mata berkedut menjadi tanda kondisi kesehatan yang sedang terganggu, seperti terjadi hemifacial spasm. Ini adalah kondisi dimana saraf fasialis mengalami iritasi. Spasme yang muncul biasanya dirasakan pada salah satu mata, kemudian menyebar pada satu sisi wajah dan menyebabkan kontraksi spontan pada rahang, mulut, pipi, bahkan leher. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian khusus dan perlu ditangani oleh dokter yang ahli dalam bidang tersebut.

Nah, itulah beberapa kondisi kesehatan tubuh yang menyebabkan mata berkedut. Pada dasarnya, mata berkedut merupakan hal yang normal, Beautynesian. Namun jika terjadi secara terus menerus dan dalam waktu yang lama, segeralah menghubungi dokter terkait.