Krim-krim berbahaya biasanya dibanderol dengan harga yang murah. Tak hanya itu, kulit putih bisa didapatkan dengan cepat dan instan karena kandungan merkuri di dalamnya. Hal tersebut tentunya makin membuat krim-krim ini sangat laku di pasaran. Padahal merkuri bisa membawa dampak yang buruk untuk kulit, di antaranya adalah membuat wajah menghitam, merusak lapisan epidemis sampai menimbulkan kanker kulit! Untuk terhindar dari bahaya krim pemutih abal-abal, begini caranya mengecek apakah krim tersebut aman atau berbahaya. 


 

Teliti dengan cek kemasan serta izin edar resmi

Bagi kamu yang tergoda dengan klaim-klaim online shop soal krim pemutih yang bisa memberikan hasil wajah yang putih bersinar, tanpa jerawat, tanpa pori-pori dengan waktu yang instan, sebaiknya kamu perlu pikir pikir lagi ya, ladies. Cek izin edar produk tersebut, cek juga kemasan serta tanggal kadaluarsanya. Jika krim pemutih tersebut tidak memiliki izin edar yang resmi, kamu patut waspada. Demi menghindari menggunakan krim abal-abal, sebaiknya beli lah produk yang sudah jelas dan terjamin keamanannya ya, ladies.

Teliti dengan cek kemasan serta izin edar resmi
source: https://indonesia.go.id


 

baca juga

Cek warna serta tekstur krim

Ada beberapa ciri-ciri umum krim yang berbahaya, bisa dilihat dari segi tekstur serta warnanya. Krim berbahaya pada umumnya terasa lengket dan jika didiamkan biasanya minyak akan terpisah dari bagian yang padat. Krim abal-abal juga akan mengeluarkan bau yang aneh, seperti bau logam yang kerap tercium atau parfum menyengat untuk menghilangkan aroma logam tersebut.

Warnanya juga sangat mencolok karena menggunakan pewarna tekstil, umumnya warna kuning dan putih mengkilat seperti mutiara. Krim ini memang memberikan efek putih instan, namun cenderung terlihat pucat dan enggak sehat!

Cek warna serta tekstur krim


 

Cek dengan menggunakan setrika

Jika terlanjur membeli krim yang kurang meyakinkan, kamu bisa mengecek krim wajah yang mengandung merkuri atau tidaknya tersebut hanya dengan menggunakan setrika baju. Caranya, siapkan kertas putih, oles krim wajah di kertas putih tersebut, lalu setrika dengan suhu yang panas sedang.

Bila kertas yang dioleskan krim berubah menghitam ketika disetrika, berarti krim tersebut mengandung merkuri. Bila tidak ada hitamnya, berarti krim tersebut tidak mengandung merkuri yang membahayakan. Namun, perlu diingat bahwa cara yang satu ini belum teruji kebenarannya ya, ladies.

Cek dengan menggunakan setrika
source: https://unsplash.com/


 

baca juga

Untuk hasil yang valid dan pasti, lakukan uji laboratorium

Nah, untuk mengetahui hasil yang valid dan pasti, ada baiknya kamu segera melapor ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM. Dengan melaporkan ke pihak yang berwenang, krim tersebut tentunya akan dicek kandungan di dalamnya. Hasil pengujian di laboratorium dengan ahlinya tentu akan memberikan hasil yang lebih jelas. 

Untuk hasil yang valid dan pasti, lakukan uji laboratorium
source: https://unsplash.com

Intinya, jadilah konsumen yang cerdas dengan tidak tergiur klaim-klaim produk perawatan yang belum jelas izin serta kandungannya ya, ladies. Namun, jika kamu sudah terlanjur memakai krim tersebut, stop pemakaian sekarang juga dan lakukan proses detoksifikasi!

Detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh bisa dilakukan dengan meminum teh hitam dan teh hijau tanpa gula secara rutin. Minuman tersebut berkhasiat membantu melawan racun dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menetralisir efek merkuri. Selain mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, hal yang paling penting adalah dengan berolahraga. Berolahraga dapat membantu tubuh melakukan detoksifikasi melalui keluarnya keringat.