Penggagas Bye-bye Plastic Bags

Penggagas Bye-bye Plastic Bags
Menurut Science Journal (2015) Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah negara China. Tanpa disadari lebih dari 200 juta penduduk Indonesia lebih memilih menggunakan produk kemasan plastik sekali pakai, misalnya seperti kemasan shampoo sachet, kopi sachet kemasan sekali pakai, bungkus plastik mie instan dan masih banyak lagi.
 
Penggagas Bye-bye Plastic Bags

Polusi penggunaan plastik pun kian meningkat bahkan di Bali, penggunaan kantung plastik sudah memasuki kondisi darurat sampah. Bayangkan, keindahan pulau dewata ini seketika tercemar akan sampah-sampah plastik yang merusak ekosistem bahkan biota laut, sehingga sampah-sampah plastik ini terdampar dan mengotori bibir pantai.

Melihat fenomena tersebut membuat dua kakak beradik yang bernama Melati dan Isabel Wijsen turun tangan dan membuat sebuah gerakan yang mereka beri nama Bye-bye Plastic Bags yang tujuannya untuk menghentikan penggunaan kantung plastik, sedotan plastik, dan styrofoam di pulau Bali sejak tahun 2013.
 

baca juga

Suarakan Perubahan di Forum Dunia

Suarakan Perubahan di Forum Dunia

Terinspirasi dari para tokoh dunia seperti Nelson Mandela, Lady Diana, dan Raden Ajeng Kartini yang berhasil membuat suatu gerakan dan perubahan pada dunia membuat Melati Wijsen yang kala itu masih berusia 12 tahun ingin melakukan sebuah gerakkan yang berdampak kecil namun besar, ia pun bertanya pada sang adik, Isabel, yang kala itu berusia 10 tahun untuk melakukan perubahan apa yang berdampak pada generasi muda?

Mereka pun berpikir tentang Bali, yang kala itu diterpa akan bahaya penggunaan kantong plastik. Pikiran mereka pun tercetus akan Bye-bye Plastic Bags untuk menjadikan Bali yang bersih dan indah bebas dari polusi plastik.
 

Suarakan Perubahan di Forum Dunia

Usaha mereka pun tentu tidak mudah, namun di balik itu semua jika kita berjalan sendiri pun tentu hasilnya tidak maksimal, maka dibutuhkan tim-tim penggerak yang membantu menyokong, ambisius, mindful dan out of the box untuk menyerukan dan memulai langkah perubahan. Bye-bye Plastic Bags kini telah diikuti lebih dari 40 negara dunia dan dipimpin oleh sebagian besar kaum muda milenial.

Tak hanya itu mereka pun sering di undang oleh acara-acara besar bahkan forum dunia untuk menyampaikan aspirasinya, seperti TED Talks, World Economic Forum, bahkan di forum besar PBB dan masih banyak lainnya.
 

baca juga

Raih Anugerah Penghargaan Dunia

Raih Anugerah Penghargaan Dunia

Progres kerja keras yang dilakukan oleh keduanya memang diikuti oleh campur tangan dari berbagai pihak, namun sebagai penggagas yang memiliki ide gila menurut keduanya ini sukses mengantarkan dua bersaudara ini meraih anugerah penghargaan bergengsi dan diakui oleh dunia. Pernah merasakan kehilangan akan masa-masa remaja ketika kurangnya waktu berkumpul dan hang out dengan teman sebaya , menonton bioskop maupun aktivitas selayaknya yang dilakukan oleh anak muda seakan menyita waktu mereka untuk meraih mimpi demi mewujudkan visi dan misi melakukan perubahan positif bagi kehidupan di bumi.
 

Raih Anugerah Penghargaan Dunia

Alhasil tindakan yang dilakukan oleh keduanya dan didukung oleh banyak orang ini pun berbuah manis, mereka berhasil meraih penghargaan Youth of The Year Award di Taiwan, Young Wonders oleh CNN Heroes Award, All Hands On Deck di World Ocean Festival, dan Bambi Awards di Berlin pada November lalu.

Bagaimana menurut sobat Beautyesian? Sangat inspiratif bukan? Yuk, kurangi penggunaan sampah plastik mulai hari ini!